Heboh! Tes Antigen Bandara Kualanamu Pakai Alat Bekas?

Default

Ditreskrimsus Polda Sumatra Utara menggerebek lokasi layanan rapid test antigen Kimia Farma Diagnostika di Bandara Kualanamu, Sumatra Utara.

Layanan tersebut diduga menggunakan alat rapid test antigen bekas yang telah berulang kali dimasukkan ke hidung para calon penumpang yang berbeda.

Dugaan itu muncul ketika Krimsus Polda Sumut memperoleh banyak keluhan dari para calon penumpang pesawat yang mendapat hasil positif Covid-19 dari rapid test antigen di dalam waktu sekitar satu minggu.

Penggerebekan itu pun akhirnya dilaksanakan di laboratorium rapid test antigen Kimia Farma lantai M Bandara Kualanamu, Sumatra Utara pada pukul 15.45 WIB, Selasa (27/04/2021).

Bandara Kualanamu 8c114

Sumber foto: (daftarwifiairport}

Penggerebekan dimulai dengan penyamaran salah satu petugas kepolisian. Kala itu, sang polisi mendaftar sebagai calon penumpang yang ingin mengikuti rapid test antigen.

Setelah antre, ia memasuki ruang pemeriksaan, kemudian lubangnya dimasukkan alat rapid test antigen.

Setelah menunggu 10 menit, anggota Polda Sumut itu rupanya dinyatakan positif berdasarkan hasil rapid test antigen Covid-19. Ia pun berdebat dengan petugas.

Tak lama kemudian, seluruh petugas laboratorium dikumpulkan dan polisi menggeledah lokasi itu secara menyeluruh.

Di dalam pemeriksaan itu, polisi menemukan alat tes antigen yang sudah dipakai, namun kembali digunakan alias didaur ulang.

Diduga peralatan bekas itu merupakan alat yang dimasukkan ke hidung. Alat itu diduga dicuci bersih usai digunakan agar bisa kembali digunakan pada pasien selanjutnya.

Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Hadi Wahyudi menjelaskan bahwa beberapa pasien yang sempat dites di lokasi itu juga sedang dimintai keterangan.

"Beberapa pasien dimintai keterangan, kemudian ada 5 sampai 6 petugas yang ada di ruangan itu yang melakukan rapid antigen diamankan. Barang bukti alat alat medis di situ kita amankan juga termasuk rapid antigen (yang diduga bekas)," paparnya, dikutip dari CNN Indonesia.

Akhirnya 6 petugas laboratorium dan berbagai barang bukti diamankan oleh Polda Sumut.

Adapun barang-barang bukti tersebut adalah ratusan alat rapid test bekas yang telah dicuci bersih dan dimasukkan ke kemasan dan ratusan alat pengambil sampel rapid antigen yang belum dipakai.

"Udah ada. Ada lima sampai dengan enam orang petugas yang ada di salah satu ruangan itu yang melakukan pemeriksaan rapid test. Totalnya saya tidak tahu persis berapa tapi beberapa sudah kita minta keterangan," kata Hadi.

Hadi menjelaskan bahwa kasus menggemparkan ini masih ditangani oleh penyidik secara komprehensif.

"Dugaan-dugaan ke arah situ masih didalami penyidik. Nantinya penyidik secara komprehensif melakukan pendalaman baru nanti kita sampaikan," ujar Hadi.

Baca juga artikel News atau artikel menarik lainnya dari Brenda Prima.

BACA JUGA

Terungkap, Mafia di Bandara Soekarno-Hatta | Tinggal Bayar, Tak Perlu Karantina Covid-19!

Kumpulan Kode Cheat GTA 5 PS3, PS4, PC Bahasa Indonesia Terbaru & Terlengkap

10 Kampus Pencetak Miliarder Dunia | Universitasnya Ridwan Kamil dan Maudy Ayunda

5 Tim Esports yang Terpaksa Bubar Jalan, Kurang Berprestasi?

Daftar dan Cara Menukar Kode Redeem FF Terbaru April 2021 | 100% Works!

ARTIKEL TERKAIT
Untitled Design 2021 01 21t121944 423 Ba3ef
5 Artis dan Influencer yang Sudah Vaksin COVID-19, Biar Aman dan Sehat!
Untitled Design 2021 01 03t203948 061 A1250
7 Artis Indonesia yang Terinfeksi COVID-19 | Sudah Sehat Lagi!
Page 40b6c
7 Artis Indonesia yang Terkena COVID-19, Ada yang Sampai Meninggal!
Film 2021 Ditunda Banner 33527
7 Film yang Harusnya Tayang di 2021 Tetapi Diundur Karena Covid-19
Untitled Design 2021 04 19t135759 561 373eb
7 Negara Ini Akan Hilang di Masa Depan | Perubahan Iklim dan COVID-19 Jadi Sebab!
Untitled Design 2021 04 01t115528 300 5fd70
Bikin Gagah Sih, Tapi Ternyata Jenggot Meningkatkan Risiko Kena COVID-19! Kenapa?
Tautan berhasil disalinX
x

Keluar dari JalanTikus

Popup External Background JalanTikus

Apakah anda yakin untuk meninggalkan website JalanTikus?

Ya
Batal