Peta Galaksi Bima Sakti Terbaru Menunjukkan Bumi Semakin Dekati Lubang Hitam

Baru-baru ini para astronom mengungkap peta 3D galaksi Bima Sakti yang paling presisi. Yang jadi perhatian adalah posisi Bumi diklaim semakin mendekati ke lubang hitam (black hole) di pusat galaksi.

Mengutip dari New York Post, peta Bima Sakti 3 dimensi ini dibuat memakai data dari pesawat luar angkasa Gaia milik Badan Antariksa Eropa (ESA), yang sudah memindai bintang-bintang sejak tahun 2013 lalu.

Pada pemindaian tersebut diharapkan kalau peta ini bakal menampilkan cara kerja galaksi Bima Sakti di mana manusia berada.

Peta tersebut memungkinkan kalau astronom menghitung percepatan yang diharapkan dapat menjelaskan seberapa besar alam semesta berkembang sejak awal penciptaannya.

Peta 3D galaksi Bima Sakti ini juga dilengkapi dengan fitur 1,8 miliar bintang. ESA selanjutnya merilis peta ini dan mengunggah video dalam kanal YouTube terkait bagaimana proses bintang-bintang bergerak di Bima Sakti.

Lubang Hitam Raksasa 586a4

"Data Gaia yang baru memungkinkan para astronom untuk melacak berbagai populasi bintang tua dan muda keluar menuju tepi galaksi kita - antisentrum galaksi," sebut keterangan dalam video itu.

"Pemodelan komputer meramalkan bahwa cakram Bima Sakti akan membesar seiring waktu saat bintang-bintang baru terlahir," lanjutnya.

"Data baru memungkinkan kita untuk melihat relik dari cakram kuno berusia 10 miliar tahun, dan menentukan luasnya yang lebih kecil dibandingkan ukuran cakram Bima Sakti saat ini," seperti yang diterangkan dalam video yang diunggah ESA.

Peta 3D baru tersebut terungkap tepat saat sejumlah peneliti lain mengklaim kalau Bumi lebih dekat menuju lubang hitam di pusat galaksi, dibandingkan posisi yang diperkirakan sebelumnya.

Sebagai informais, Bima Sakti punya lubang hitam megaraksasa di tengahnya yang dijuluki Sagitarius A*.

Para astronom dari National Astronomical Observatory of Japan memakai data milik mereka sendiri yang dikumpulkan dalam kurun waktu 15 tahun demi membentuk peta Bima Sakti versinya sendiri.

Mereka juga memperkirakan kalau posisi Bumi kini relatif lebih dekat dengan lubang hitam di pusat Bima Sakti.

Pada tahun 1985 Bumi diperkirakan berjarak sekitar 27.700 tahun cahaya dari Sagitarius A*, tetapi pada peta baru memperlihatkan kalau Bumi kini tinggal berjarak 25.800 tahun cahaya hanya dalam kurun waktu 36 tahun.

Walau begitu para peneliti menjelaskan untuk tidak perlu panik, lantaran jarak 25.800 tahun cahaya masih terbilang sangat jauh.

Selain itu Bumi belum tentu bakalan berdekatan dengan lubang hitam ini dalam jangka waktu yang cukup lama. Informasi saja, satu tahun cahaya jaraknya sekitar 9,656 triliun kilometer.

Kalau dalam 36 tahun Bumi menempuh 1.900 tahun cahaya menuju lubang hitam, kira-kira tinggal berapa tahun lagi mencapai 25.800 tahun cahaya?

Baca juga artikel seputar Luar Angkasa atau artikel menarik lainnya dari Ilham Fariq Maulana.

BACA JUGA

Danau Sentani di Papua Surut, Benda Peninggalan Zaman Purbakala Muncul ke Permukaan

10 Artis Wanita Berdarah Blasteran yang Punya Nama Panjang dan Sulit Dieja

75+ Nada Dering WA Terbaru & Terlengkap 2021, Gratis!

Download Alight Motion Pro MOD APK v3.8.0 Terbaru 2021 | Free & No Watermark!

10 Potret Rumah Masa Kecil Artis Indonesia, Tak Mewah Tapi Penuh Memori! | Ada yang Beralas Tanah

ARTIKEL TERKAIT
Pageooo 8086d
8 Gorila di Kebun Binatang Ternyata Positif COVID-19, Kok Bisa?
Pandemi Covid19 2021 Bisa Lebih Buruk Dari 2020 41167
WHO: Pandemi COVID-19 di 2021 Bisa Lebih Buruk dari 2020
Sin133 F56ff
Vaksin COVID-19 Bisa Memperbesar Penis, Hoaks atau Bukan?
Lukisan345 3850a
Lukisan Goa Tertua di Dunia Ditemukan di Indonesia, Begini Penampakannya!
Tautan berhasil disalinX
x

Keluar dari JalanTikus

Popup External Background JalanTikus

Apakah anda yakin untuk meninggalkan website JalanTikus?

Ya
Batal