Li Xiang, CEO Li Auto, mengalami lonjakan kekayaan bersih senilai USD 1,5 miliar (sekitar Rp 22,5 triliun) menjadi USD 9,6 miliar (sekitar Rp 150,5 triliun) setelah investor menyambut baik strategi diskon perusahaan di pasar kendaraan listrik China yang kompetitif.
Kenaikan kekayaan ini menjadikan Li Xiang sebagai salah satu dari lima peraih kekayaan terbesar di dunia, menurut Daftar Forbes Real-Time Billionaires.
Strategi Diskon dan Penjualan yang Meningkat
Pada Agustus 2023, Li Auto mulai menawarkan diskon setidaknya 15.000 yuan (sekitar Rp 33 juta) untuk kendaraan jarak jauhnya yang dijual dengan harga lebih mahal dari USD 42.000 (sekitar Rp 642 juta).
Langkah ini terbukti efektif, dengan penjualan tiga model mobil produksi Li Auto, yaitu Li L7, Li L8, dan Li L9, meningkat lebih dari dua kali lipat menjadi USD 5,9 miliar (sekitar Rp 92,5 triliun) pada kuartal keempat 2023.
Baca Juga: 21 Aplikasi Penghasil Uang 100 Ribu Perhari Tanpa Undang Teman Terbaik 2024
Margin Keuntungan yang Tinggi
Meskipun menawarkan diskon, Li Auto tetap mampu menjaga margin keuntungannya. Laba bersih perusahaan mencapai USD 810 juta (sekitar Rp 12,7 triliun) pada kuartal keempat 2023, naik 2.068 persen dari tahun sebelumnya.
Margin kotor mobil listriknya mencapai 23,5 persen, bahkan lebih tinggi dari margin Tesla sebesar 17,6 persen pada periode yang sama.
Baca Juga: 103+ Daftar Pinjol Resmi OJK 2024, Dijamin Aman dan Cepat Cair!
Target Penjualan 2024
Untuk tahun 2024, Li Auto menargetkan untuk menjual 800.000 unit mobil, meningkat 113 persen dari 376.030 unit yang terjual pada tahun 2023.
Perusahaan berencana mencapai target ini dengan meluncurkan lebih banyak model, termasuk Li Mega, kendaraan listrik serbaguna yang akan diluncurkan pada 1 Maret 2024 dengan harga mulai dari USD 84.500 (sekitar Rp 1,28 miliar).
Bacaan Menarik Lainnya
Baca artikel dan berita menarik dari JalanTikus lainnya di Google News

