Web3 vs Metaverse: Definisi, Perbedaan, Cara Kerja, dan Kaitan Keduanya

Default

Penjelasan mengenai Web3 vs metaverse serta hubungan antara keduanya kini semakin dicari oleh para pengguna internet. Apalagi, kedua istilah itu memang tak terlepas dari tren digital saat ini.

Ya, beberapa waktu lalu, kita memang sempat dihebohkan dengan kehadiran dunia baru yang bernama metaverse. Belum khatam soal metaverse, muncul pula tren internet lainnya yang dikenal dengan Web3. Lalu, apa perbedaan antara keduanya?

Untuk menjawab pertanyaan tersebut, pada kesempatan kali ini Jaka akan mengulas lebih detail seputar definisi, perbedaan, serta hubungan antara Web3 dan metaverse itu sendiri. Jadi, simak sampai habis, ya!

BACA JUGA
  • 4 Game Android Penghasil Uang Viral di Internet, Beneran Membayar?
  • 11 Aplikasi Crypto Terbaik 2024 yang Terdaftar BAPPEBTI
  • NFT Art: Definisi, Contoh, Cara Membuat & Jual NFT Crypto Art
  • Mengenal Apa Itu NFT dan Cara Membuatnya untuk Mendapatkan Cuan

Apa itu Web3 dan Metaverse?

Web3 Vs Blockchain
Sumber foto: IST - Web3 vs Metaverse

Web3 diyakini sebagai teknologi baru internet yang membawa konsep berbeda dari sebelumnya. Jika Web1 awalnya cuma menjadi tempat penyedia konten dan Web2 membuat penggunanya bisa membuat konten sendiri, maka dengan Web3 kamu bisa memonetisasi konten tersebut dengan cara baru dan aman.

Dengan kata lain, Web3 berfokus pada pembuatan konten (web semantik) dan dianggap lebih baik karena memfasilitasi pertukaran informasi yang bersifat dari pengguna ke pengguna. Selain itu, teknologi ini juga mempunyai tingkat keamanan siber yang lebih baik.

Hadirnya teknologi blockchain pun dianggap sebagai awal baru sekaligus tulang punggung bagi eksistensi Web3 kedepannya. Belum lagi jika berbicara tren Non-Fungible Token (NFT) dan Decentralized Finance (DeFi) yang juga merupakan penanda kehadiran Web3.

Maka dari itu, tidak salah jika menyebut Web3 sebagai teknologi internet dengan cakupan yang lebih luas, beragam, dan memiliki penyimpanan informasi yang terdesentralisasi.

Sementara metaverse merupakan bentuk penyajian konten yang lebih bersifat futuristik. Futuristik dalam hal ini berupa interaksi tiga dimensi dengan visualisasi yang lebih nyata.

Konsep ini hadir dalam berbagai lini seperti game dan dunia virtual. Dengan adanya metaverse, kamu bisa melakukan aktivitas dunia maya dengan sensasi yang lebih nyata, seperti ketika sedang bekerja ataupun bersosialisasi jarak jauh.

Namun seiring pengembangannya, banyak pihak yang mengharapkan jika metaverse akan lebih bersifat terdesentralisasi ke depannya. Pasalnya, tak sedikit yang khawatir soal kebocoran data yang bisa tercipta karena teknologi virtual ini.

Web3 vs Metaverse: Apa Bedanya?

Web 3 0 Metaverse Projects
Sumber foto: IST - Web3 vs Metaverse

Perbedaan mendasar antara Web3 dengan metaverse mungkin sudah dapat kamu pahami melalui penjelasan di atas. Namun untuk dapat menarik garis yang lebih besar lagi, perbedaan Web3 vs metaverse akan Jaka ulas berdasarkan sejumlah poin berikut.

1. Definisi

Secara definisi lebih sempit, metaverse adalah dunia digital tempat para pengguna internet dapat berinteraksi dengan objek tiga dimensi dalam sebuah ruang virtual. Untuk bisa berinteraksi melalui metaverse, diperlukan peralatan seperti headset virtual reality (VR).

Sementara Web3 merupakan bentuk evolusi dari pendekatan internet, di mana pengguna dapat mengontrol aset digital dan identitas mereka secara terdesentralisasi. Dengan Web3, kamu bisa memonetisasi konten atau hasil karyamu berkat teknologi blockchain.

2. Teknologi

Sejauh ini, industri Web3 sedang berfokus pada teknologi blockchain untuk memberikan layanan siber yang aman di bawah jaringan komputer yang terdesentralisasi.

Sedangkan teknologi metaverse mungkin akan terdengar lebih kompleks karena punya ekosistem yang luas. Tidak hanya koneksi internet, tapi teknologi seperti artificial intelligence atau AI hingga sejumlah hardware penunjang pun begitu dibutuhkan.

3. Lingkup Penggunaan

Terakhir dari sisi penggunaan, di mana Web3 sebenarnya akan menghasilkan standar internet generasi baru untuk ke depannya. Mulai dari bermain game, pembuatan konten, aset digital, hingga transaksi keuangan bisa dilakukan di sini.

Untuk metaverse, lingkupnya diklaim lebih kepada "memindahkan" hampir semua aktivitas dunia nyata ke lingkup virtual, termasuk hiburan, game, pendidikan, pekerjaan, cara baru bermedia sosial, ataupun pelatihan berbasis simulasi.

Cara Kerja Web3 dan Metaverse

Web Metaverse
Sumber foto: CoinTelegraph - Web3 vs Metaverse

Model server Web3 yang terdesentralisasi berkat protokol berbasis blockchain, membuat tidak ada otoritas pusat yang sewenang-wenang mengakses data di dalamnya.

Web3 didesain untuk "melawan" sistem kepemilikan data di generasi web sebelumnya yang masih dikuasai oleh perusahaan besar seperti Google dan Amazon sehingga data pribadi yang tidak dibagikan tidak bisa diketahui oleh mereka.

Nantinya, pengguna akan diarahkan menyimpan data mereka di dompet mata uang kripto seperti TrustWallet, Venly, atau MetaMask. Data ini bisa diintegrasikan dengan aplikasi berbasis blockchain lain dengan izin dan kendali dari pengguna itu sendiri.

Sementara itu, cara kerja metaverse tidak berbeda seperti masuk ke dalam dunia virtual yang lengkap dengan segala fasilitas. Di dalamnya, terdapat unsur kehidupan persis seperti dunia nyata.

Dalam perkembangannya, aneka produk yang mendukung augmented reality (AR) dan virtual reality (VR) kemungkin akan semakin banyak di pasaran, contohnya tangan robot, kacamata VR berteknologi tinggi, hingga aplikasi perangkat lunak terbaru.

Seperti dunia virtual pada umumnya, metaverse takkan pernah bisa lepas dari internet sebagai akses utamanya. Hal tersebut didukung oleh perkembangan teknologi yang semakin canggih.

Hubungan Antara Web3 dan Metaverse

Apa Itu Web3 Crypto
Sumber foto: IST - Web3 vs Metaverse

Walau keduanya punya beberapa perbedaan mendasar dari banyak sisi, bukan berarti kedua teknologi itu tidak bisa saling mendukung satu dengan lainnya.

Jika melihat konsep metaverse yang lebih menyasar kepada ruang virtual baru, lalu Web3 yang lebih mendukung pengembangan web terdesentralisasi, maka keduanya sangat mungkin untuk saling terhubung. Dalam hal ini, desentralisasi adalah kuncinya.

Web3 sendiri memang tengah berkembang pesat berkat NFT dan DeFi. Oleh karena itu, metaverse pastinya akan sangat cocok untuk "hidup" di ekosistem terdesentralisasi yang berjalan pada Web3.

Adanya teknologi blockchain pun akan membantu pengguna metaverse untuk melakukan transaksi secara mandiri dan aman tanpa bergantung pada pihak ketiga. Dengan kata lain, Web3 akan menjadi salah satu penentu terbesar apakah konsep metaverse akan benar-benar terjadi di masa depan atau tidak.

Akhir Kata

Barusan adalah pembahasan Web3 vs metaverse yang bisa Jaka sajikan kepada kamu semua. Meskipun metaverse masih dalam tahap pengembangan, tetapi ide ini memang bisa menjadi tren yang bakal mengubah dunia maya secara signifikan di waktu yang akan datang.

Khusus untuk Web3, manfaatnya untuk saat ini sudah bisa kamu rasakan. Oleh karena itu, keduanya bukan tidak mungkin akan berjalan beriringan dan menjadi "wajah baru" bagi dunia berinternet di masa depan.

Baca juga artikel Game NFT Indonesia Terbaik, Satoshi City, atau artikel menarik lainnya dari Irsyad Muhammad.

ARTIKEL TERKAIT
Untitled3 40678
9 Aplikasi Penghasil Uang Tanpa Modal 2024, Bisa Dapat Penghasilan Tambahan!
Higgs Domino Rp 7bc35
Download Higgs Domino RP APK v2.90 X8 Speeder, Apakah Aman dan Cepat Menang?
Banner Higgs Domino E3b4e C6572
Download Higgs Domino APK + X8 Speeder v2.09 Terbaru 2023, Unlimited Coins!
Tautan berhasil disalinX
x

Keluar dari JalanTikus

Popup External Background JalanTikus

Apakah anda yakin untuk meninggalkan website JalanTikus?

Ya
Batal