Tragedi Harimau Mati di Medan Zoo yang Terbengkalai, Bobby Nasution: Masa Gak Boleh Mati?

Default

Seorang harimau Sumatera bernama Sorik, bagian dari koleksi Medan Zoo, Sumatera Utara, telah meninggal pada 13 Februari 2024. Ini merupakan kematian kelima harimau di kebun binatang tersebut sejak 6 November tahun sebelumnya. Hasil nekropsi menunjukkan bahwa kematian Sorik disebabkan oleh kerusakan multiorgan kronis yang telah berlangsung lama, termasuk organ paru-paru, jantung, hati, dan ginjal.

Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem KLHK, Satyawan Pudyatmoko, menyatakan bahwa hasil pemeriksaan Tim Evaluasi pada November 2023 juga memastikan temuan tersebut. Pemeriksaan histopatologi kemudian dilakukan untuk mendapatkan diagnosa definitif terhadap sampel yang dikirim ke laboratorium.

Kematian Sorik tidak hanya mencerminkan kondisi kesehatan harimau-harimau koleksi Medan Zoo tetapi juga menciptakan kontroversi terkait manajemen kebun binatang itu.

Baca Juga: 10+ Game Penghasil Uang Tanpa Iklan Terbaik 2023, Cari Cuan dengan Cara Fun!

Sejak temuan pada April tahun sebelumnya bahwa pengelolaan satwa di Medan Zoo belum memenuhi standar lembaga konservasi, terutama dalam hal animal welfare (kesejahteraan satwa), muncul klaim bahwa harimau-harimau tersebut tidak bisa dipulihkan (infausta). Kelima harimau tersebut, yang terdiri dari 3 Harimau Sumatera dan 2 Harimau Benggala, menjadi perhatian publik.

Pihak Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan bersama Perhimpunan Kebun Binatang Se-Indonesia (PKBSI) serta mitra lainnya berusaha meningkatkan pemenuhan standar pengelolaan dan pemeliharaan satwa liar di Medan Zoo. Renovasi kandang harimau menjadi salah satu tindakan nyata untuk memperbaiki kondisi tempat tinggal mereka. Meskipun dilakukan upaya intensif oleh dokter hewan, terutama bagi Harimau Sumatera dan Harimau Benggala, namun kematian kelima harimau tersebut tetap tidak dapat dihindari.

Wali Kota Medan Bobby Nasution juga menyoroti manajemen Medan Zoo yang dianggap gagal dalam program pembiakan harimau. Dia menyayangkan bahwa sejak tahun 2018 hingga saat ini, belum ada kelahiran harimau di kebun binatang tersebut. Pernyataannya yang kontroversial, "kalau mati harimaunya salah siapa gitu? Masa nggak boleh mati," menjadi viral di media sosial dan mendapatkan respon tajam dari netizen.

Baca Juga: Ewallet Bar New DANA Generator 2023 Situs Penghasil Saldo DANA Gratis, Aman atau Penipuan?

Untuk menjaga kesinambungan hidup satwa liar seperti harimau Sumatera, penting bagi pihak-pihak terkait untuk melakukan evaluasi menyeluruh terkait manajemen dan perlindungan satwa-satwa langka ini.

Baca artikel dan berita menarik dari JalanTikus lainnya di Google News

Bacaan Menarik Lainnya

Tautan berhasil disalinX
x

Keluar dari JalanTikus

Popup External Background JalanTikus

Apakah anda yakin untuk meninggalkan website JalanTikus?

Ya
Batal