Kamu tentu tahu bahwa ular adalah makhluk yang paling sering ditemukan di berbagai penjuru dunia. Mereka bisa hidup di lingkungan tropis hingga beriklim sedang, di darat, di air, bahkan di ketinggian.
Namun yang menarik, meskipun memiliki kemampuan menaklukkan berbagai habitat, ular tidak memiliki kaki. Benarkah mereka dulu pernah punya kaki? Apa yang sebenarnya terjadi hingga mereka kehilangan kaki?
150 juta tahun yang lalu, ular purba sebenarnya memiliki kaki. Namun, seiring berjalannya waktu, mereka kehilangan kaki atau sisa-sisa kaki. Mengapa hal ini terjadi? Apa yang terjadi selama rentang waktu tersebut?
Menurut catatan fosil, tren hewan tanpa kaki mulai muncul setelah peralihan ke habitat bawah tanah. Hidup di bawah tanah, memiliki kaki dan tangan menjadi beban bagi ular. Bagaimana bisa masuk ke dalam sudut, celah, atau lubang kecil jika memiliki kaki dan tangan? Tubuh yang panjang, runcing, dan tanpa kaki tentunya lebih memudahkan pergerakan di bawah tanah.
Keith Morin, ahli biologi taman di Departemen Perlindungan Lingkungan Florida, menjelaskan bahwa memiliki kaki akan menghalangi ular dalam bergerak ke tempat-tempat yang bisa mereka datangi dan dalam mencari mangsa. Namun, masih terdapat bukti spesies ular primitif seperti boa (Boidae) yang masih memiliki sisa-sisa anggota badan.
Peneliti dari University Of Florida juga berhasil mengidentifikasi sebuah gen yang kemudian diberi nama Sonic the Hedgehog. Gen ini mengendalikan perkembangan anggota tubuh ular dan vertebrata berkaki lainnya. Meski semua vertebrata yang hidup memiliki gen ini, peneliti menemukan bahwa gen tersebut tidak aktif pada ular.
Kisah kehilangan kaki ular memang menarik untuk diungkap. Meskipun telah kehilangan kaki, ular tetap menjadi makhluk yang menakjubkan dengan beragam adaptasi yang membuat mereka mampu bertahan dan bergerak di berbagai habitat.

