Tata surya dan galaksi adalah dua tempat yang berbeda di alam semesta. Keduanya memiliki pengertian, ciri, dan contoh yang beragam. Namun, banyak orang yang mengira bahwa tata surya dan galaksi adalah hal yang sama.
Padahal, keduanya memiliki hubungan yang erat, tetapi juga memiliki perbedaan yang signifikan. Berikut ini adalah ulasan lengkap tentang tata surya dan galaksi yang perlu kamu ketahui.
Apa itu Tata Surya?
Tata surya adalah sistem di mana sejumlah planet, meteor, atau objek lain berputar mengelilingi sebuah bintang besar, yaitu matahari. Nama lain dari sistem ini adalah sistem bintang, karena bintangnya adalah pusat dari sistem tersebut.
Namun, sistem bintang yang menjadi tempat tinggal bumi disebut tata surya atau sistem matahari, karena bintang besarnya bernama matahari (dalam bahasa Latin, sol atau solis).
Menurut National Geographic, para astronom telah menemukan banyak sekali sistem bintang di galaksi Bima Sakti, namun hanya ada satu tata surya. Jadi, tata surya adalah salah satu contoh dari sistem bintang.
NASA menjelaskan bahwa tata surya terdiri dari sebuah bintang (matahari), delapan planet, dan benda-benda kecil yang tak terhitung jumlahnya seperti planet katai, asteroid, dan komet.
Tata surya terbentuk sekitar 4,5 miliar tahun yang lalu dari awan padat gas dan debu antarbintang.
Tata surya mengorbit pusat galaksi Bima Sakti dengan kecepatan sekitar 828.000 kilometer per jam. Dan ia memerlukan waktu sekitar 230 juta tahun untuk menyelesaikan satu orbit mengelilingi pusat galaksi.
Apa itu Galaksi?
Galaksi adalah kumpulan besar gas, debu, dan miliaran bintang serta tata suryanya, yang semuanya disatukan oleh gravitasi. Bumi yang ditinggali manusia menjadi bagian dari tata surya, yang merupakan bagian kecil dari galaksi Bima Sakti.
Britannica mengungkapkan bahwa galaksi adalah salah satu sistem bintang dan materi antarbintang yang membentuk alam semesta. Galaksi terdiri dari debu, gas, materi gelap, dan jutaan hingga triliunan bintang yang disatukan oleh gravitasi.
Hampir semua galaksi tampaknya lahir segera setelah alam semesta terbentuk, dan galaksi-galaksi tersebut tersebar di ruang angkasa.
Bintang-bintang pertama di alam semesta muncul sekitar 180 juta tahun setelah big bang, momen yang menandai asal mula alam semesta. Gravitasi kemudian membentuk galaksi-galaksi awal pada saat alam semesta berusia 400 juta tahun.
Galaksi biasanya berada dalam kelompok, beberapa di antaranya dikelompokkan menjadi kelompok yang lebih besar yang berukuran ratusan juta tahun cahaya.
Bentuk galaksi berbeda satu sama lain, dengan variasi yang dihasilkan dari cara sistem terbentuk dan kemudian berevolusi. Beberapa contoh galaksi adalah, Bima Sakti, Andromeda, Canis Major, Cygnus A, Magellan Clouds, dan Virgo A.

