Dunia maya dihebohkan dengan cuitan jurnalis kondang Najwa Shihab yang mengkritik keras lambatnya penanganan kebocoran data di Pusat Data Nasional (PDN). Kebocoran data ini terjadi akibat serangan ransomware yang membuat banyak pihak panik, termasuk Najwa Shihab.
Kegeraman Najwa Shihab muncul setelah mengetahui bahwa backup data di PDN hanya mencapai 2 persen. Hal ini menandakan minimnya perhatian pemerintah terhadap keamanan data pribadi rakyat Indonesia.
"Tidak ada backup di Pusat Data Nasional. Data pribadi kita tidak dipandang penting. KITA tidak penting. Terima saja. Memangnya sejak kapan rakyat dianggap penting selain di bilik suara," tulis Najwa Shihab dalam cuitannya pada 27 Juni 2024.

Cuitan Najwa Shihab langsung viral dan menuai banyak komentar dari warganet. Banyak yang sepakat dengan Najwa Shihab dan menyayangkan minimnya perhatian pemerintah terhadap keamanan data pribadi rakyat.
"Tsunami fakta,, menyala mbak najwa," komentar seorang warganet.
"Mbak najwa kalo ngomong suka benerrr ," kata warganet lain.

Tak hanya itu, warganet juga mendesak agar Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Budi Arie Setiadi mundur dari jabatannya. Desakan ini muncul karena dianggapnya Budi Arie Setiadi gagal menjaga keamanan data rakyat.
Namun, Budi Arie Setiadi enggan berkomentar banyak terkait desakan tersebut.
Hingga saat ini, belum ada keterangan resmi dari pihak terkait mengenai langkah selanjutnya untuk mengatasi kebocoran data di PDN.

