Pemerintah: Harus Ada 2 Juta Mobil Listrik di Indonesia pada 2030

Default

Pemerintah Indonesia memiliki rencana untuk memajukan industri kendaraan listrik di Tanah Air. Ini sesuai dengan Grand Strategi Energi Nasional (GSEN) yang menjadi acuan perencanaan untuk mewujudkan ambisi tersebut.

Untuk mencapai targetnya, pemerintah telah juga mengeluarkan Peraturan Presiden Nomor 55 Tahun 2019 tentang Percepatan Program Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai untuk Transportasi Jalan. Perpres ini memberikan berbagai insentif fiskal dan non-fiskal bagi produsen dan konsumen mobil listrik.

Sekretaris Jenderal Dewan Energi Nasional Djoko Siswanto menyampaikan, pemerintah terus mendorong penggunaan kendaraan listrik dan baterai untuk mencapai net zero emission (NZE) pada 2060.

"GSEN menetapkan target ada 2 juta unit mobil listrik dan 13 juta motor listrik yang beroperasi di tahun 2030," kata Djoko dalam International Battery Summit 2023 di Jakarta, Selasa (1/8/2023).

Lebih lanjut, menurut Djoko, baterai menjadi teknologi kunci untuk mendukung perkembangan elektrifikasi kendaraan dan pembangkit listrik energi terbarukan.

Selain itu, ada juga Instruksi Presiden Republik Indonesia Nomor 7 Tahun 2022 tentang Penggunaan KBLBB sebagai Kendaraan Dinas Operasional dan atau Kendaraan Perorangan Dinas Instansi Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah.

"Harapan kami, ini dapat memperkuat pengembangan pabrik baterai nasional. Serta membangun ekosistem dan peluang bisnis dari hulu ke hilir hingga bisnis daur ulang baterai," jelas Djoko dalam keterangan tertulis.

Di samping itu, Djoko juga mengakui, pengembangan ekosistem baterai kendaraan listrik di Indonesia masih menghadapi sejumlah kendala.

Beberapa kendala tersebut antara lain ketergantungan terhadap pemain global serta belum adanya kewajiban Standar Nasional Indonesia (SNI) untuk produk baterai.

Belum adanya SNI untuk produk baterai tersebut berisiko menghambat perkembangan baterai lokal dan pertumbuhan tingkat komponen dalam negeri (TKDN).

"Dalam membangun ekosistem baterai tanah air, dukungan semua pihak sangat penting untuk segera merumuskan kebijakan yang diharapkan dapat memperkuat pendanaan, teknologi, standardisasi, dan pengembangan pasar baterai domestik," papar Djoko.

Baca artikel dan berita menarik dari JalanTikus lainnya di Google News

Baca juga artikel Mobil Listrik Hyundai, Motor Listrik Honda, atau artikel menarik lainnya dari Muhammad Irsyad.

Tautan berhasil disalinX
x

Keluar dari JalanTikus

Popup External Background JalanTikus

Apakah anda yakin untuk meninggalkan website JalanTikus?

Ya
Batal