Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengambil langkah ambisius dalam melawan polusi udara dan mencapai target Net Zero Emission (NZE) pada tahun 2060 dengan merangkul revolusi motor listrik.
Melalui program yang telah disusun matang, Kementerian ESDM membidik untuk menerjunkan 50.000 motor listrik berbasis baterai di seluruh Indonesia pada tahun ini. Tidak berhenti di situ, target tersebut akan ditingkatkan tiga kali lipat menjadi 150.000 unit pada tahun 2024 mendatang.
"Tahun ini target 50.000 unit motor listrik baterai, tahun depan kita tambah 3 kali lipat menjadi 150.000 unit," kata Gigih Udi Atmo, Direktur Konservasi Direktorat Jenderal Energi Baru, Terbarukan dan Konservasi Energi, Kementerian ESDM. Penegasan ini disampaikan dalam rangkaian acara roadshow program konversi motor di Surabaya, Sabtu (12/08/2023).
Langkah ini diambil dalam upaya keras pemerintah untuk mengurangi jejak karbon di sektor transportasi. Populasi motor konvensional berbahan bakar fosil di Indonesia telah melampaui angka 120 juta unit, dengan tren pertumbuhan sekitar 5-6 persen setiap tahunnya. Dengan melirik pada pemandangan masa depan yang lebih bersih dan lestari, Kementerian ESDM menyoroti urgensi pengurangan kendaraan roda dua berbahan bakar konvensional.
Menghadapi angka tersebut, Kementerian ESDM telah mempersiapkan strategi konkret. Dalam mendukung transformasi ekosistem menuju motor listrik, pemerintah telah meresmikan 8 bengkel konversi yang telah bersertifikasi oleh Kementerian ESDM. Bengkel-bengkel ini akan menjadi mitra utama dalam pelaksanaan program konversi motor listrik.
"Dari delapan bengkel tersebut, dapat melakukan proses konversi motor listrik sebanyak 34.979 unit per tahun," tambah Gigih. Untuk memperluas jangkauan bengkel konversi, Kementerian ESDM sedang giat memberikan pelatihan teknisi berkompeten di tiga kota penting, yakni Purbalingga, Denpasar, dan Surabaya.
Bukan tanpa alasan Jawa Timur terpilih menjadi pusat perhatian dalam gelaran Roadshow Program Konversi Motor Listrik ini. Data yang dihimpun oleh Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2022 menunjukkan provinsi ini memiliki populasi sepeda motor terbesar di Indonesia, dengan mencapai angka 20.740.868 unit. Dengan fokus pada Jawa Timur, program ini berharap dapat memicu kesadaran akan manfaat dan keunggulan motor listrik di tengah masyarakat.
Revolusi motor listrik telah tiba di Indonesia, dan dengan komitmen yang semakin kokoh dari Kementerian ESDM, langkah ini diharapkan akan membuka jalan menuju lingkungan yang lebih hijau dan masa depan yang lebih bersih bagi generasi mendatang.

