Di tengah hiruk-pikuk kota Yogyakarta, terselip sebuah kisah menginspirasi dari seorang pengusaha yang dengan sepenuh hati menyumbangkan namanya dalam industri pakaian dan aksesoris kuda.
Pada pameran UMKM EXPO(RT) BRILIANPRENEUR 2023, Anis Kurniawati, atau Anis, menceritakan perjalanan bisnisnya yang disebut Pelana Kuda Jogja.
Mengambil Alih Tradisi Keluarga
Pelana Kuda Jogja merupakan warisan keluarga Anis yang telah berdiri teguh selama beberapa dekade. Bisnis ini terus berkembang karena diwariskan dari generasi ke generasi, khususnya dari mendiang kakek buyut Anis.
Pada awalnya, Anis belum aktif terlibat dalam operasional bisnis keluarga. Namun, pada tahun 2019, Anis menyadari potensi untuk memberikan kontribusi lebih besar pada perkembangan usaha tersebut.
Dia melihat peluang dalam wisata andong yang diminati banyak orang, dan akhirnya, ia memutuskan untuk mengarahkan bisnis ini ke ranah digital.
"Saya melihat peluang di wisata andong yang selalu ramai di Jogja setiap tahun, dan Pelana Kuda Jogja adalah satu-satunya produsen pakaian kuda andong di sini. Jadi, saya pikir ini adalah langkah yang tepat," ungkap Anis.
Menggunakan Bahan Premium dan Proses Manual
Dengan berbagai produk seperti topeng kuda, pelana, dan perlengkapan kereta kuda lainnya, Anis berkomitmen untuk memberikan kualitas terbaik bagi konsumennya.
Produk-produk ini tidak umum ditemui dalam kehidupan sehari-hari, sehingga untuk produksi pelana dan perlengkapan kuda lainnya, Anis menggunakan kulit sapi berkualitas tinggi dengan ketebalan minimal 3 milimeter.
"Kami menggunakan kulit sapi yang tebal karena digunakan untuk menarik kereta kuda. Proses penjahitan dilakukan secara manual tanpa mesin jahit, dengan benang dan jarum khusus untuk menjaga ketebalan bahan," jelas Anis.
Mayoritas Konsumen Adalah Perorangan
Pelana Kuda Jogja menerima pesanan kustom yang disesuaikan dengan kebutuhan individual konsumen, tidak terbatas pada produk yang sudah ada. Wilayah pengiriman produk meliputi Pulau Sulawesi dan Nusa Tenggara Barat.
Menurut Anis, mayoritas pembeli adalah perorangan yang membutuhkan perlengkapan berkuda untuk penggunaan pribadi.
Harga sepaket lengkap pelana kuda ditawarkan sekitar Rp 5 juta, tetapi dapat disesuaikan dengan kebutuhan aksesoris tambahan.
Yakin Prospek Bisnis Pelana Kuda
Meski Anis memulai bisnis pelana kuda pada akhir 2019 dan mengalami hambatan produksi akibat pandemi Covid-19, dia tetap yakin bahwa bisnis ini memiliki potensi besar.
Dengan meningkatnya popularitas olahraga berkuda dan adanya perlombaan pacuan kuda di Yogyakarta, Anis melihat peluang besar bagi pemilik kuda untuk membeli perlengkapan dan aksesoris berkualitas.
"Olahraga berkuda sedang naik daun dan diminati banyak orang. Di Jogja, sekolah berkuda juga semakin banyak. Ini tentu berdampak positif pada bisnis kami karena akan meningkatkan pendapatan," tambah Anis.

