Proxy gratis itu ada tiga jenis: situs web proxy yang tinggal dibuka di browser, daftar alamat IP dan port yang kamu isi sendiri, dan fitur proxy bawaan browser. Semuanya bisa dipakai tanpa bayar, tapi harganya bukan nol. Bayarannya adalah trafikmu yang lewat server orang lain.
Jaka bedah dulu cara kerjanya, jenis yang ada, dan cara pakainya, lalu risiko yang jarang disebut di halaman proxy itu sendiri. Simak ulasannya di bawah ini!
BACA JUGA: Aplikasi VPN Android untuk akses situs yang diblokir
DISCLAIMER:
Proxy tidak membuat aktivitas yang melanggar hukum atau ketentuan layanan jadi sah. Pakai hanya untuk hal yang memang boleh kamu akses, dan jangan memasukkan data sensitif lewat proxy yang tidak kamu kenal.
Proxy Itu Perantara, dan Perantara Bisa Melihat Semuanya
Proxy adalah server yang berdiri di antara perangkatmu dan situs tujuan. Kamu kirim permintaan ke proxy, proxy meneruskannya, lalu situs tujuan hanya melihat alamat IP proxy. Itulah alasan proxy sering dipakai untuk mengganti lokasi yang terlihat oleh sebuah situs.
Masalahnya, posisi perantara berarti proxy ikut melihat apa yang lewat. Seberapa banyak yang terlihat tergantung pada jenis koneksi.
| Koneksi | Yang dilihat operator proxy | Yang masih tersembunyi |
|---|---|---|
| Situs http:// lewat proxy | Alamat lengkap, header, cookie, dan isi halaman | Tidak ada |
| Situs https:// lewat proxy | Nama situs yang kamu tuju | Isi halaman dan data yang kamu ketik |
Jadi gembok https di situs tujuan bukan hiasan. Itu satu-satunya hal yang menjaga isi percakapanmu tetap tertutup dari operator proxy.
3 Jenis Proxy Gratis yang Tersedia
Pilihannya tidak banyak, dan perbedaannya ada di cara pakai serta cakupannya.
| Jenis | Cara pakai | Cakupan | Catatan |
|---|---|---|---|
| Situs web proxy (contoh: ProxySite) | Buka situsnya, ketik alamat tujuan | Hanya tab yang dibuka lewat situs itu | Paling gampang, tapi iklan dan skrip sepenuhnya di tangan pengelola situs |
| Daftar IP dan port (HTTP, HTTPS, SOCKS5) | Isi manual di pengaturan sistem atau aplikasi | Satu aplikasi atau seluruh perangkat, tergantung tempat kamu mengisinya | Pemilik server tidak jelas, umur server sering pendek |
| Proxy bawaan browser (contoh: VPN bawaan Opera) | Aktifkan di pengaturan browser | Hanya lalu lintas di browser itu | Pengelolanya perusahaan yang jelas |
SOCKS5 bisa meneruskan berbagai jenis lalu lintas, tapi protokol ini sendiri tidak mengenkripsi apa pun. Enkripsinya baru ada kalau situs atau aplikasi yang kamu pakai memang memakai HTTPS.
Cara Pakai Proxy Gratis
Lewat situs web proxy:
- Buka situs web proxy pilihanmu.
- Ketik atau tempel alamat situs tujuan di kolom yang tersedia.
- Cek apakah halaman hasil tetap memakai https://. Bila berubah jadi http://, jangan login atau isi formulir apa pun.
Lewat IP dan port di Windows:
- Buka Settings, pilih Network & internet, lalu Proxy.
- Di bagian Manual proxy setup, pilih Set up di samping Use a proxy server.
- Aktifkan Use a proxy server, isi Proxy IP address dan Port, lalu klik Save.
Langkah di atas bersumber dari panduan resmi Microsoft. Chrome di desktop memakai pengaturan proxy sistem ini, jadi perubahan tadi berlaku untuk seluruh perangkat. Matikan lagi setelah selesai, karena proxy mati yang masih terpasang bikin internet kelihatan rusak.
Lewat Opera: aktifkan VPN di pengaturan browser. Opera menyatakan fitur ini hanya melindungi aktivitas di dalam Opera.
Risiko Nyata Proxy Gratis
Operator proxy gratis tidak punya tagihan yang menanggung biaya servernya. Biaya itu harus kembali dari sesuatu, dan sumber yang paling gampang adalah trafik penggunanya.
Peneliti keamanan Christian Haschek menguji 443 proxy web terbuka dan melaporkan hasilnya ke Krebs on Security. Hasilnya:
- 79% memaksa pengguna memuat halaman lewat http:// tanpa enkripsi, sehingga pemilik proxy bisa membaca lalu lintas dalam bentuk teks biasa.
- Sedikit di atas 16% secara aktif mengubah HTML halaman statis untuk menyisipkan iklan.
Uji ini sudah lama, jadi pakai angkanya sebagai gambaran pola. Polanya sendiri masuk akal: proxy yang bisa mengubah halaman juga bisa menyisipkan skrip, dan proxy yang mencatat trafik bisa menjual catatannya.
Risiko yang perlu kamu ingat saat memakai proxy gratis:
- Pencatatan trafik. Kamu tidak punya cara memeriksa apakah operator menyimpan alamat yang kamu kunjungi.
- Iklan dan skrip tambahan. Halaman bisa berubah sebelum sampai ke layarmu.
- Tanpa enkripsi. Di situs http://, cookie dan kata sandi terbaca apa adanya.
- Server yang cepat hilang. Daftar IP dan port gratis sering mati, jadi kamu terus mencari server baru dari sumber yang tidak jelas.
Yang Tidak Disembunyikan Proxy
Proxy sering dikira jubah tak terlihat. Kenyataannya:
- Akunmu tetap dikenali. Login ke sebuah layanan lewat proxy membuat layanan itu tahu akun mana yang masuk, apa pun IP-nya.
- Operator proxy tetap tahu. IP aslimu terlihat oleh operator, dan nama situs yang kamu tuju terlihat meski memakai https.
- Aplikasi lain tidak ikut terlindungi. Web proxy dan proxy bawaan browser hanya mencakup lalu lintas browser.
- Penyedia internetmu tahu kamu terhubung ke proxy. Jika koneksi ke proxy-nya sendiri berupa HTTP biasa, isi lalu lintasnya ikut terbaca di jalur itu.
Alternatif yang Lebih Aman
Bila tujuanmu cuma membuka situs atau mengganti lokasi tanpa bayar, ada dua pilihan dengan pengelola yang jelas.
Proxy bawaan browser dari perusahaan yang jelas. VPN gratis bawaan Opera mencakup lalu lintas browser saja. Opera memesan audit independen dari Deloitte yang mendukung klaim kebijakan no-log pada VPN gratisnya, dan audit itu tidak mencakup VPN Pro. Peninjau independen menyebut fitur ini lebih mirip proxy browser daripada VPN penuh, jadi ekspektasinya perlu pas.
VPN gratis dari penyedia yang punya reputasi. Paket gratis Proton VPN menawarkan data tanpa batas dengan server di 10 negara yang dipilih acak, dengan batas satu perangkat pada satu waktu. Proton menyatakan menerapkan kebijakan no-logs yang ketat. Sebuah VPN mengenkripsi lalu lintas dari perangkat ke servernya, sesuatu yang tidak dilakukan proxy biasa.
Pilihan lain ada di artikel Jaka tentang ekstensi VPN Chrome terbaik dan aplikasi proxy terbaik.
FAQ
Apakah proxy gratis aman dipakai?
Tergantung apa yang kamu lakukan lewatnya. Untuk membaca halaman publik di situs https, risikonya kecil. Untuk login, belanja, atau perbankan, jangan, karena kamu tidak tahu siapa operatornya dan apa yang mereka catat.
Apa bedanya proxy dan VPN?
Proxy meneruskan lalu lintas dari satu aplikasi atau browser dan tidak mengenkripsinya sendiri. VPN mengenkripsi lalu lintas dari perangkat ke servernya dan umumnya mencakup seluruh perangkat.
Apakah proxy gratis menyembunyikan identitas saya dari semua pihak?
Tidak. Situs tujuan melihat IP proxy, sedangkan operator proxy melihat IP aslimu dan nama situs yang kamu tuju. Layanan yang kamu login-i juga tahu akunmu.
Kenapa proxy gratis yang saya pakai sering mati atau lambat?
Server gratis dipakai banyak orang sekaligus dan sering dimatikan oleh pemiliknya tanpa pemberitahuan. Daftar IP dan port gratis yang beredar umumnya cepat basi, sehingga kamu harus terus mencari yang baru.
Apakah menggunakan proxy melanggar hukum?
Memakai proxy sendiri tidak dilarang, namun tujuan pemakaiannya tetap terikat hukum dan ketentuan layanan situs yang kamu akses. Jika layanan melarang akses lewat proxy, melewatinya bisa membuat akunmu diblokir.
Akhir Kata
Proxy gratis memang bisa dipakai, dengan bayaran berupa kepercayaan pada operator yang tidak kamu kenal. Pakai untuk membuka halaman publik di situs https, jangan untuk login atau transaksi. Jika butuh lebih dari itu, pindah ke proxy bawaan browser dari perusahaan yang jelas atau paket gratis dari penyedia VPN yang punya reputasi.
Lanjutkan membaca soal akses internet yang aman di kategori Tips JalanTikus, dan ikuti JalanTikus di Google News supaya tidak ketinggalan panduan terbaru!

