Pabrik sepatu Bata di Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, baru saja ditutup setelah beroperasi selama 30 tahun. Penutupan ini menambah daftar kemunduran perusahaan multinasional yang sebelumnya mendominasi bisnis alas kaki di Indonesia sejak zaman penjajahan.
Menurut informasi yang diumumkan di Bursa Efek Indonesia pada 2 Mei 2024, penutupan pabrik ini menyebabkan lebih dari 200 karyawan terkena pemutusan hubungan kerja (PHK). Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Purwakarta, Didi Garnadi, menjelaskan bahwa penghentian produksi disebabkan oleh rendahnya permintaan.
Manajemen PT Sepatu Bata melaporkan kepada pihak berwenang pada akhir Maret tentang rencana penutupan pabrik, dengan alasan kerugian yang dialami perusahaan selama empat tahun terakhir akibat kurangnya pesanan.

Bata adalah merek yang telah menjadi bagian dari sejarah alas kaki di Indonesia. Bagi banyak generasi baby boomers, Bata memiliki tempat istimewa dalam kenangan masa lalu mereka. Namun, penjualan perusahaan terus menurun, dan laporan keuangan per 31 Desember 2023 menunjukkan bahwa Bata mencatat kerugian tahun berjalan sebesar Rp 190,5 miliar, naik hampir 80 persen dari tahun sebelumnya. Harga saham Bata juga mengalami penurunan signifikan selama setahun terakhir.
Bata memiliki sejarah panjang yang dimulai pada tahun 1894 di kota Zl n, Republik Ceko. Perusahaan ini didirikan oleh Tom Baa bersama adiknya Anton n dan Anna. Pada tahun 1912, Bata telah mempekerjakan 1.500 pekerja penuh waktu dan beberapa ratus pekerja yang bekerja dari rumah. Seiring waktu, perusahaan terus berkembang dan mulai menjual produk ke berbagai negara, menjadikannya salah satu produsen sepatu massal pertama di Eropa.

Di pasar internasional, Bata mengalami pasang surut. Setelah perubahan ekonomi global pada tahun 1990-an, perusahaan menutup sejumlah pabrik di negara maju dan fokus mengembangkan bisnis ritel. Kantor pusat Bata pindah ke Lausanne, Swiss, pada tahun 2004, dan operasi ritel Bata di Kanada berhenti pada tahun 2007.
Namun, Bata tetap memiliki kehadiran yang kuat di India, di mana merek ini telah hadir sejak tahun 1931. Bata India mengoperasikan empat pabrik, dan Kota Industri Batanagar di Kolkata adalah produsen sepatu terbesar di Asia.
Bata India menjual lebih dari 17 juta pasang sepatu di 82 negara, dengan jaringan 30.000 dealer dan 1.375 toko di India saja. Keberhasilan Bata di India menunjukkan bahwa meski menghadapi tantangan di beberapa tempat, merek ini masih memiliki daya tarik yang kuat di pasar tertentu.

