8 Cara Menonaktifkan SafeSearch Google di HP dan Laptop, Termasuk yang Terkunci ISP

Default

Tombol untuk mematikan SafeSearch sebenarnya ada di halaman resmi google.com/safesearch. Masalahnya, banyak yang menemukan tombol itu abu-abu dan tidak bisa diklik karena setelannya dikunci pihak lain. Jaka sudah menelusuri dokumentasi resmi Google dan keterangan Komdigi untuk memetakan cara menonaktifkan SafeSearch di HP maupun laptop, termasuk kondisi terkunci. Simak ulasannya di bawah ini!

Sebelum mencoba delapan cara di bawah, kenali dulu risikonya: tidak semua kunci SafeSearch bisa kamu buka sendiri, dan di Indonesia sebagian kuncinya dipasang di sisi penyedia internet, bukan di akun kamu.

DISCLAIMER:

Jaka menulis panduan ini untuk pengguna dewasa yang mengatur setelan pencarian miliknya sendiri. Kalau SafeSearch dikunci orang tua, sekolah, atau kantor, satu-satunya jalan resmi adalah bicara dengan mereka.

Cara Cocok untuk Bisa dilakukan sendiri?
1. Halaman google.com/safesearch Semua perangkat dengan browser Ya
2. Aplikasi Google Pengguna Android dan iPhone Ya
3. Pilih "Nonaktif" bukan "Buramkan" Gambar masih buram walau merasa sudah mati Ya
4. Periksa address bar dan ekstensi Muncul parameter safe=active di URL Ya
5. Login ke Akun Google Setelan sering kembali sendiri Ya
6. Keluar dari akun sekolah atau kantor Login pakai akun Workspace Ya, dengan syarat
7. Kenali kunci dari sisi Indonesia Semua cara di atas gagal, di jaringan mana pun Tidak
8. Kenali siapa yang mengunci Muncul ikon gembok Tidak selalu

1. Lewat Halaman Setelan google.com/safesearch (Cara Paling Cepat)

Cara pertama ini paling sederhana dan berlaku di semua perangkat. Kamu hanya perlu membuka browser lalu mengunjungi halaman resmi setelan SafeSearch. Halaman ini bekerja di browser HP maupun laptop, jadi tidak perlu install aplikasi tambahan.

  1. Buka browser di HP atau laptop kamu.
  2. Ketik alamat https://www.google.com/safesearch di address bar.
  3. Tekan Enter atau tombol buka di browser.
  4. Pilih salah satu opsi: Filter, Buramkan, atau Nonaktif.
  5. Ketuk tombol Kembali di kanan atas layar untuk menyimpan perubahan.

Catatan: Kalau tombolnya abu-abu atau ada ikon gembok, setelan kamu terkunci. Lompat ke cara nomor 8 untuk mengenali siapa yang memegang kuncinya.

2. Lewat Aplikasi Google di Android dan iPhone

Pengguna aplikasi Google bisa mengubah setelan SafeSearch langsung dari dalam aplikasi. Jalur ini berlaku untuk Android maupun iPhone dan iPad, jadi kamu tidak perlu membuka browser terpisah.

Setelan di aplikasi Google tersinkron dengan akun Google kamu. Artinya, perubahan yang kamu buat berlaku juga di perangkat lain selama kamu login dengan akun yang sama.

  1. Buka aplikasi Google di HP kamu.
  2. Ketuk Foto Profil atau Inisial kamu di pojok kanan atas.
  3. Pilih menu Setelan.
  4. Temukan opsi SafeSearch.
  5. Pilih Filter, Buramkan, atau Nonaktif sesuai kebutuhan.

Catatan: Setelan yang terkunci ditandai ikon gembok di samping opsi. Ikon itu bukan bug, melainkan penanda bahwa akun kamu diatur pihak lain.

3. Pastikan Kamu Memilih "Nonaktif", Bukan "Buramkan"

Ini penyebab paling sering disalahpahami. Banyak yang merasa SafeSearch sudah dimatikan padahal gambar tetap buram, karena yang terpilih adalah Buramkan, bukan Nonaktif. Opsi Buramkan memburamkan gambar eksplisit, sementara teks dan tautan tetap bisa muncul di hasil pencarian.

Safe Search Digembok 1e8bb

Kalau tujuan kamu menghilangkan blur sepenuhnya, opsi yang benar adalah Nonaktif. SafeSearch punya tiga opsi, bukan dua, dan dua di antaranya sama-sama terasa seperti "menyaring".

  1. Buka google.com/safesearch atau menu SafeSearch di aplikasi Google.
  2. Periksa opsi mana yang sedang aktif saat ini.
  3. Kalau yang terpilih Buramkan, ganti ke Nonaktif.
  4. Lakukan satu pencarian ulang untuk memastikan hasilnya berubah.

Catatan: Mematikan SafeSearch tidak sama dengan menghilangkan blur. Selama setelan masih di Buramkan, gambar akan tetap buram.

4. Periksa Address Bar dan Ekstensi Browser

Penyebab yang jarang disadari datang dari browser itu sendiri. Sebagian extension memaksa Google selalu memakai SafeSearch tanpa sepengetahuan kamu. Cirinya terlihat jelas di address bar: muncul parameter safe=active setiap kali kamu membuka Google.

Extension semacam ini sering ikut terpasang saat kamu memasang aplikasi lain. Google sendiri menyebut setelan dan extension browser sebagai salah satu penyebab SafeSearch terkunci.

  1. Periksa address bar saat membuka google.com, cari tulisan safe=active di URL.
  2. Buka menu Ekstensi atau Extension di browser kamu.
  3. Nonaktifkan atau hapus extension yang tidak kamu kenali.
  4. Periksa juga setelan browser bagian privasi dan keamanan.
  5. Tutup lalu buka lagi browser, kemudian akses google.com/safesearch.

Catatan: Kalau parameter safe=active masih muncul setelah semua extension dibersihkan, kuncinya kemungkinan besar bukan di browser melainkan di akun atau jaringan. Cara nomor 7 dan 8 membahasnya.

BACA JUGA: Cara buka situs yang diblokir di Google Chrome

5. Login ke Akun Google Supaya Setelan Tidak Ter-reset

Kalau SafeSearch kamu sering aktif sendiri, penyebabnya biasanya cookie yang terhapus. Saat kamu tidak login, setelan SafeSearch hanya tersimpan di cookie browser. Begitu cookie dibersihkan, setelan kembali ke kondisi awal.

Solusinya adalah login ke Akun Google supaya setelan tersimpan di sisi Google, bukan di perangkat. Setelan itu kemudian ikut berlaku lintas perangkat.

  1. Buka google.com lalu klik tombol Masuk di pojok kanan atas.
  2. Masukkan email dan kata sandi Akun Google kamu.
  3. Buka halaman google.com/safesearch.
  4. Pilih Nonaktif atau opsi lain sesuai kebutuhan.

Catatan: Mode incognito tidak menyimpan cookie, jadi setelan yang kamu ubah di sana akan hilang begitu jendela ditutup.

6. Keluar dari Akun Sekolah atau Kantor

Akun Google Workspace for Education punya kebijakan SafeSearch yang ditetapkan admin. Selama kamu login dengan akun itu, setelan SafeSearch tidak bisa diubah dari sisi pengguna, sekalipun kamu membuka halaman resminya.

Jalan keluarnya sederhana: keluar dari akun institusi lalu login dengan akun pribadi. Dengan begitu, yang berlaku adalah kebijakan akun kamu sendiri.

  1. Buka halaman akun Google lalu pilih Keluar.
  2. Login kembali memakai akun Google pribadi kamu.
  3. Buka google.com/safesearch dan ubah setelannya.
  4. Kalau tetap terkunci, kuncinya ada di jaringan, bukan di akun.

Catatan: Memakai akun pribadi di perangkat kantor atau sekolah bisa melanggar kebijakan institusi. Pastikan kamu memahami aturan yang berlaku di tempat kamu.

BACA JUGA: Cara menonaktifkan SafeSearch di Bing dan Microsoft Edge

7. Kalau Kamu di Indonesia: Kunci Bisa Datang dari ISP dan Aturan Komdigi

Ada satu penyebab yang hampir tidak pernah disebut panduan lain, padahal justru paling sering kena ke pembaca di Indonesia. Kominfo, yang sekarang menjadi Komdigi, pernah meminta Google mengaktifkan mode Safe Search sebagai setelan bawaan untuk pencarian dari Indonesia, lalu meminta para penyedia layanan internet melakukan pengaturan yang sama.

Menurut keterangan Pelaksana Tugas Kepala Biro Humas Kominfo saat itu, Noor Iza, sudah ada 25 ISP yang menerapkan pengaturan tersebut, naik dari sebelumnya hanya 3 ISP. Jumlah itu disebut mencakup 96 persen dari total keseluruhan, dan penerapannya waktu itu masih terbatas pada mesin pencari Google.

Mekanismenya sama dengan kunci DNS yang Jaka jelaskan di bagian berikutnya. Artinya, kunci ini tidak menempel di akun Google kamu, melainkan di jalur internet yang kamu pakai. Selama kamu memakai koneksi dari ISP yang menerapkannya, mengutak-atik setelan di google.com/safesearch tidak akan mengubah apa pun.

Lalu bagaimana dengan PP TUNAS? Aturan ini, yaitu Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Pelindungan Anak, beserta aturan teknisnya Permenkomdigi Nomor 9 Tahun 2026, mengikat penyelenggara platform, bukan kamu sebagai pengguna. Isinya antara lain klasifikasi usia pengguna, klasifikasi risiko platform, pembatasan akses berdasarkan usia, dan moderasi konten, termasuk penonaktifan akun anak di bawah 16 tahun pada platform berisiko tinggi.

Kaitannya dengan SafeSearch ada di klasifikasi usia itu. Kalau akun Google kamu terklasifikasi sebagai akun anak, setelan pencarian ikut dikunci dari sisi pengelola akun, bukan dari sisi perangkat kamu. Kondisi itu masuk kategori kunci akun, sama seperti Family Link.

Kabar "SafeSearch dikunci permanen": Jaka cek dulu sumbernya

Belakangan beredar kabar bahwa Komdigi mengunci SafeSearch Google secara permanen untuk seluruh pengguna di Indonesia. Versi yang paling banyak disalin menyebut tiga hal sekaligus: setelan SafeSearch tidak lagi bisa diubah siapa pun, Komdigi sudah melayangkan surat peringatan berupa "rapor merah" ke perusahaan platform, dan sudah disiapkan sanksi bertingkat mulai denda besar, pelambatan layanan, sampai pembatasan akses secara nasional.

Jaka menelusuri kabar itu sampai ke sumbernya. Yang membawa klaim tersebut adalah situs-situs agregator berita yang tidak mencantumkan nomor peraturan, tidak mengutip pejabat mana pun, dan tidak menautkan siaran pers resmi. Jaka tidak menemukan klaim itu di situs Komdigi, Sekretariat Negara, maupun kantor berita dan media arus utama.

Jaka juga menelusuri isi aturannya sendiri. Tidak ada pasal di PP TUNAS maupun Permenkomdigi Nomor 9 Tahun 2026 yang mewajibkan SafeSearch Google dikunci permanen untuk pengguna dewasa. Yang diatur adalah kewajiban platform soal klasifikasi usia dan pembatasan akses anak.

Kesimpulannya: klaim "dikunci permanen untuk semua orang" belum punya dasar resmi, dan sanksi yang disebut-sebut itu tidak bisa Jaka verifikasi ke sumber mana pun. Yang nyata dan memang sudah lama berjalan adalah program penapisan lewat ISP di atas. Itu perkara jaringan, bukan perkara akun kamu, dan bukan aturan baru.

8. Kalau Ikon Gembok Muncul: Kenali Siapa yang Mengunci

Ikon gembok di setelan SafeSearch berarti setelan itu dikunci pihak lain dan tidak bisa diubah dari perangkat kamu. Google menyebut lima penyebab, dan Jaka bedah satu per satu supaya kamu tidak membuang waktu mencoba cara yang salah.

Perangkat atau jaringan. SafeSearch bisa tertanam di Wi-Fi publik, setelan family safety, atau program antivirus. Jalan resminya adalah menghubungi penyedia internet atau admin jaringan.

Family Link. Orang tua atau wali mengatur akun kamu dari aplikasi Family Link, dan setelan SafeSearch ikut mereka pegang. Selama akun kamu berstatus diawasi, perubahan hanya bisa dilakukan dari sisi orang tua.

Akun sekolah atau kantor. Admin sekolah atau organisasi yang menetapkan setelan SafeSearch untuk seluruh akun Workspace di bawahnya.

Setelan atau ekstensi browser. Sudah dibahas di cara nomor 4, dan ini salah satu dari sedikit kunci yang benar-benar ada di tangan kamu.

Cookie terhapus saat tidak login. Sudah dibahas di cara nomor 5, dan ini kunci kedua yang bisa kamu selesaikan sendiri.

Di luar lima penyebab itu, ada kunci tingkat DNS. Admin jaringan dapat mengarahkan www.google.com ke CNAME forcesafesearch.google.com, dan dokumentasi Google menyebut contoh IP 216.239.38.120 untuk layanan tersebut. Kunci jenis ini tidak bisa dibatalkan dari sisi browser, dan biasanya dipasang di Wi-Fi sekolah, kantor, serta sebagian Wi-Fi publik.

Catatan jujur: dari semua penyebab di atas, hanya extension browser dan cookie yang bisa kamu selesaikan sendiri. Family Link dan akun sekolah atau kantor menempel di akun, jadi hanya orang tua atau admin yang bisa membukanya, dan tidak ada trik atau aplikasi yang mengubah fakta itu.

Kunci DNS berbeda sifatnya. Kunci itu menempel di jaringan, bukan di akun kamu, sehingga hilang sendiri begitu kamu berpindah ke jaringan lain. Perlu dicatat, berpindah jaringan tidak membuka kunci apa pun, ia hanya memindahkan kamu keluar dari jangkauan aturan jaringan tadi, dan di Wi-Fi sekolah atau kantor cara itu bisa melanggar kebijakan tempat kamu.

FAQ

Kenapa SafeSearch tidak bisa dimatikan?

SafeSearch tidak bisa dimatikan ketika setelannya dikunci pihak lain. Penyebabnya bisa Family Link dari orang tua, kebijakan admin sekolah atau kantor, atau konfigurasi Wi-Fi yang kamu pakai. Kalau ikon gembok muncul, kamu bukan pemegang kunci setelan tersebut.

Apa bedanya Filter, Buramkan, dan Nonaktif?

Filter memblokir hasil eksplisit dari pencarian. Buramkan membuat gambar eksplisit menjadi buram, sementara teks dan tautan masih bisa muncul kalau relevan dengan pencarian kamu. Nonaktif menampilkan hasil tanpa pembatasan itu.

Kenapa SafeSearch selalu aktif sendiri?

Biasanya karena cookie terhapus sementara kamu tidak login ke Akun Google. Setelan yang hanya tersimpan di cookie akan kembali ke kondisi awal begitu browser dibersihkan. Login ke akun membuat setelan tersimpan di sisi Google.

Apakah VPN bisa membuka SafeSearch yang terkunci?

Tergantung letak kuncinya. Kalau kunci berada di akun, misalnya Family Link atau Workspace, VPN tidak berpengaruh sama sekali. Kunci DNS jaringan memang berhenti berlaku saat kamu keluar dari jaringan itu, tetapi kuncinya sendiri tidak terbuka, dan memakainya di jaringan sekolah atau kantor bisa melanggar kebijakan mereka.

Apakah Komdigi dan PP TUNAS mengunci SafeSearch semua orang?

Tidak. PP TUNAS dan Permenkomdigi Nomor 9 Tahun 2026 mengikat penyelenggara platform lewat klasifikasi usia dan pembatasan akses anak, bukan mengunci SafeSearch untuk pengguna dewasa. Kabar soal penguncian permanen berikut denda dan "rapor merah" hanya beredar di situs agregator tanpa sumber resmi. Yang membuat SafeSearch terasa selalu aktif di Indonesia adalah program penapisan lewat penyedia layanan internet, dan itu berlaku di sisi jaringan.

Bagaimana cara mematikan SafeSearch di iPhone?

Buka aplikasi Google, ketuk Foto Profil di kanan atas, lalu pilih Setelan dan SafeSearch. Kamu juga bisa membuka google.com/safesearch lewat Safari. Pilih Nonaktif kalau kamu ingin hasil pencarian tanpa filter dan tanpa blur.

Akhir Kata

Mematikan SafeSearch itu mudah selama setelannya tidak dikunci, dan jalur tercepatnya lewat halaman google.com/safesearch. Begitu ikon gembok muncul, langkah pertama bukan mencari trik, melainkan mengenali siapa yang memegang kuncinya.

Ikuti terus JalanTikus di Google News untuk mendapatkan informasi terbaru seputar teknologi dan aplikasi!

Tags Terkait: Safe Search
Tautan berhasil disalinX
x

Keluar dari JalanTikus

Popup External Background JalanTikus

Apakah anda yakin untuk meninggalkan website JalanTikus?

Ya
Batal