Lebih Dekat dengan Syekh Yusuf Al Qaradawi, Ulama Dunia yang Sudah Tulis 170 Buku!

Default

Pada hari Senin yang kelam ini, dunia Islam kehilangan salah satu ulama terkemuka, Syekh Yusuf Al Qaradawi, yang meninggal dunia di usia 96 tahun. Meskipun namanya dikenal luas, terutama di Qatar, tetapi hubungannya dengan negara-negara Teluk, khususnya Arab Saudi dan Uni Emirat Arab, selalu tegang. Ini disebabkan oleh perannya dalam mendukung pemberontakan Arab Springs pada 2011.

BACA JUGA
  • Kode Cheat GTA San Andreas PS2, PS3, & PC Bahasa Indonesia Terlengkap 2024

Posisi Kontroversial

Syekh Al Qaradawi telah menjadi figur kontroversial di mata pemerintah Teluk, terutama setelah memberikan ceramah-ceramahnya yang menggetarkan di Qatar Al Jazeera, menciptakan ketegangan yang berujung pada boikot Saudi terhadap Qatar pada tahun 2017. Meski dimasukkan dalam daftar teroris oleh Arab Saudi, hubungan antara Qatar dan negara-negara Teluk, bersama dengan Mesir, telah pulih sejak itu.

Pemikiran yang Kompleks

Al Qaradawi, lulusan Universitas Al Azhar Kairo, sering digambarkan sebagai seorang moderat oleh para pendukungnya. Meskipun mengecam serangan 9/11 di AS dan mendukung demokrasi, dia juga menyatakan dukungannya terhadap kekerasan untuk mencapai tujuan tertentu. Pada masa invasi Irak tahun 2003, dia mendukung serangan terhadap pasukan koalisi, menyebabkan beberapa negara Barat melarang kedatangannya.

Baca Juga: 2 Aplikasi Pinjol BRI Cepat Cair Limit Sampai Rp25 Juta, Cuma Siapkan KTP!

Jejak Politik dan Keanggotaan Ikhwanul Muslimin

Al Qaradawi pada masa muda bergabung dengan Ikhwanul Muslimin, sebuah organisasi terlarang di Mesir dan negara-negara Arab, yang sejak lama dianggap sebagai ancaman oleh penguasa Arab. Meskipun menolak tawaran untuk memimpin organisasi tersebut, dia tetap fokus pada ceramahnya.

Peran Penting Pasca-Penggulingan Mubarak

Salah satu momen menonjol adalah setelah penggulingan Presiden Hosni Mubarak, di mana dia berorasi di Tahrir Square, menyambut kebebasan sesaat yang dirasakan oleh Ikhwanul Muslimin. Namun, setahun setelah terpilihnya Mohamed Mursi sebagai presiden, militer Mesir menggulingkannya, mendapat kecaman keras dari Al Qaradawi.

Baca Juga: Mau Dapat Pinjaman BRI Tanpa Jaminan untuk Usaha? Ini Syarat & Cara Mengajukannya!

Kontroversi Hukuman Mati dan Boikot Qatar

Pada tahun 2015, Al Qaradawi dijatuhi hukuman mati dalam sidang in absentia di Mesir, bersama dengan Mursi dan sekitar 90 orang lainnya, atas tuduhan yang dianggap tak masuk akal karena saat itu dia berada di Qatar. Dia juga mengecam Saudi karena mendukung rezim Sisi. Pada tahun 2014, dia menghentikan ceramahnya sebagai protes terhadap penarikan dubes dari Doha oleh Arab Saudi, menciptakan ketegangan lebih lanjut.

Sikap Anti-Takfiri dan Dukungan untuk Palestina

Meskipun kontroversial, Al Qaradawi menentang kelompok militan Islam takfiri dan dengan tegas menolak ISIS. Dia juga aktif mendukung kemerdekaan Palestina, mengunjungi Jalur Gaza pada tahun 2013.

Dengan wafatnya Al Qaradawi, dunia kehilangan salah satu figur yang telah membentuk dan menciptakan ketegangan dalam dunia Islam. Sementara beberapa menghormatinya sebagai seorang moderat, yang lain mengkritiknya sebagai tokoh yang terlalu ekstrem dalam pandangannya.

Baca artikel dan berita menarik dari JalanTikus lainnya di Google News

Bacaan Menarik Lainnya

Tags Terkait: Out Of Tech
Tautan berhasil disalinX
x

Keluar dari JalanTikus

Popup External Background JalanTikus

Apakah anda yakin untuk meninggalkan website JalanTikus?

Ya
Batal