Kamu pasti terenyuh mendengar kisah inspiratif ini. Fathir, seorang anak dengan kondisi autisme dan Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD), harus mendapatkan perlakuan tidak adil dari tetangga dan teman-temannya. Namun, jangan salah sangka! Meskipun menghadapi berbagai cobaan tersebut, Fathir justru berhasil menjadi hafiz Al-Qur'an yang ulung.
Berasal dari Medan, Sumatera Utara, Fathir merupakan sosok yang berbeda dari bocah pada umumnya. Kondisinya yang menyulitkan dalam berbicara membuatnya sering di-bully oleh lingkungan sekitarnya. Namun, siapa sangka bahwa dibalik keterbatasannya itu, Fathir memiliki kemampuan luar biasa dalam mengaji.
Keajaiban dimulai ketika Fathir tampil di ajang Hafiz Indonesia 2024 yang ditayangkan di salah satu stasiun TV swasta. Dengan tekad dan semangat juang yang tinggi, Fathir berhasil membuktikan dirinya sebagai peserta yang konsisten dan mampu hafal hingga 5 juz Al-Qur'an.

Tidak hanya itu, ibu Fathir yang bernama Nanda Agustina juga merupakan sosok inspiratif dalam perjalanan hidup anaknya. Meski hatinya hancur melihat anaknya mendapat hinaan dari tetangga-tetangganya, Nanda tidak tinggal diam. Ia bahkan mencari kesempatan untuk meminta doa dari Syekh Ali Jaber agar Fathir diberikan kekuatan dan kelancaran dalam menghadapi segala rintangan.
"Anak saya pasti bisa baca Quran, anak saya bisa pasti," ujar sang ibu dengan suara yang gemetar.
Setiap hari setelah itu, sang ibu Fathir mulai memutar rekaman murotal Al-Qur'an untuk putranya. Dan hasilnya, usahanya mulai terlihat.
Tiba-tiba saja, Fathir mulai mampu mengucapkan setiap kata yang didengarnya dari rekaman murotal tersebut.

Ibunya juga menyebutkan bahwa dia masih ingat pesan dari almarhum kakek Fathir.
Kakeknya menginginkan agar cucunya seperti Musa, salah satu anak yang dulu menjadi hafiz dan berpartisipasi dalam kompetisi Hafiz Indonesia. Kini, impian sang kakek akhirnya tercapai.
Fathir berhasil menjadi salah satu peserta Hafiz Indonesia 2024 yang mahir menghafal lima juz Al-Qur'an.

Prestasi Fathir tidak hanya menghancurkan stigma tentang dirinya yang sulit berbicara dengan segala keterbatasan, tapi juga menunjukkan bahwa dengan usaha dan doa, segalanya bisa tercapai.
Semoga kisah Fathir dapat menginspirasi banyak orang untuk melihat kemampuan dalam diri sendiri dan orang lain dengan sudut pandang yang lebih luas. Kita semua memiliki potensi untuk meraih sukses dan membawa manfaat bagi masyarakat sekitar kita, tanpa memandang batasan-batasan yang ada.

