Lagi Viral Pengemis Bogor yang Nyanyi A Kasian A, Ternyata Keluarganya Orang Berada

Default

Kisah tragis Baliah, seorang pengemis dari Pamijahan, Kabupaten Bogor, telah menjadi pusat perhatian masyarakat. Video viral Baliah saat ia mengemis di media sosial TikTok memunculkan pertanyaan tentang kehidupannya.

Baca Juga: AI Penghapus Baju APK Terbaik 2024: Aplikasi Android untuk Edit Foto Lebih Mudah!

Baliah, bersama suami dan anaknya yang masih duduk di kelas 5 Sekolah Dasar, tinggal di Desa Ciasihan, Kecamatan Pamijahan, Bogor, Jawa Barat. Sehari-hari, keluarga ini mengandalkan hasil dari kegiatan meminta-minta door-to-door. Pada akhir pekan, mereka bahkan bermigrasi ke kawasan wisata Gunung Bunder, Kabupaten Bogor, dengan menaiki ojek dari rumah.

Momen dramatis ketika Baliah mengucapkan kata-kata menyentuh hati, "Kasian teh, a kasian a," membuat banyak orang memberikan bantuan dengan penuh empati. Tapi, ternyata, di balik penampilannya yang memprihatinkan, Baliah memiliki kerabat yang mapan secara ekonomi, demikian ungkap Lilih, Kepala Desa Ciasihan, Pamijahan.

Baca Juga: 5 Aplikasi Bokeh yang Tidak Diblokir 2024 Terbaru Hari Ini Indonesia Inggris

Lilih mengungkapkan bahwa saudara Baliah memiliki kekayaan, namun sulit untuk membujuk Baliah agar meninggalkan aktivitas mengemisnya. Sementara suaminya, yang menderita tuna rungu, dapat bekerja, tetapi kesulitan dalam berbicara.

Lilih menegaskan bahwa Baliah merupakan warganya sendiri dan mengakui adanya gangguan mental yang membuatnya sulit untuk diarahkan agar tidak mengemis. Meskipun Baliah termasuk penerima bantuan beras Raskin dan tergabung dalam Program Keluarga Harapan (PKH) yang mendapatkan bantuan dari pemerintah, bantuan tersebut belum mencukupi kebutuhan sehari-hari keluarga tersebut.

Baca Juga: Mau Dapat Pinjaman 500 Ribu Langsung Cair Tanpa KTP? Cobain 6 Aplikasi Ini!

Meski pemerintah setempat telah berupaya memberikan bantuan seperti beras dan Kartu Keluarga Sejahtera (KKS), Lilih mengakui bahwa upaya tersebut masih kurang memadai. "Kami pun engga bisa mencukupi," ungkapnya, menyoroti ketidakmampuan pihak desa untuk memenuhi seluruh kebutuhan keluarga Baliah.

Kisah ini menjadi cerminan betapa sulitnya menangani kasus sosial yang melibatkan gangguan mental dan keengganan menerima bantuan yang sebenarnya sudah tersedia. Meski telah ada upaya dari pemerintah dan pihak desa, tantangan nyata tetap ada dalam membantu keluarga seperti Baliah mencapai kehidupan yang lebih layak.

Baca artikel dan berita menarik dari JalanTikus lainnya di Google News

Bacaan Menarik Lainnya

Tautan berhasil disalinX
x

Keluar dari JalanTikus

Popup External Background JalanTikus

Apakah anda yakin untuk meninggalkan website JalanTikus?

Ya
Batal