Sedang Diburu Dunia, Produksi Nikel Indonesia Jadi yang Terbesar di Dunia: Australia dan Prancis Nyerah!

Default

Produsen nikel asal Indonesia, dengan biaya produksi yang rendah, siap untuk mengalahkan pesaing-pesaingnya dalam beberapa tahun ke depan. Kepala perusahaan tambang Eramet dari Perancis, Christel Bories, mengungkapkan bahwa hal ini akan menjadikan Indonesia sebagai produsen logam baterai mobil listrik paling dominan di dunia.

BACA JUGA
  • 11+ Mobil Listrik dengan Jarak Tempuh Terjauh di Indonesia, Gak Perlu Takut Mogok!
  • 25 Motor Listrik Murah Bersubsidi yang Dijual di Indonesia 2024, Mulai 3 Jutaan!

Dikutip dari Financial Times, Bories menyatakan bahwa dalam lima tahun ke depan, Indonesia kemungkinan besar akan menghasilkan lebih dari tiga perempat nikel murni kelas tertinggi di seluruh dunia. Dampaknya? Para pesaing dari negara lain akan menghadapi konsekuensi yang sangat radikal.

"Ini benar-benar membuat sebagian besar pemain tradisional lama secara struktural menjadi tidak kompetitif di masa depan," ungkap Bories kepada Financial Times pada Rabu (28/2/2024).

Baca Juga: 21 Aplikasi Penghasil Uang 100 Ribu Perhari Tanpa Undang Teman Terbaik 2024, Langsung Cair ke DANA!

Bories juga menambahkan bahwa sejumlah tambang yang tidak kompetitif di negara lain kemungkinan besar akan ditutup. Ia meragukan apakah banyak pemerintah negara lain yang bersedia mensubsidi produksi dengan biaya tinggi hanya untuk bersaing dengan produksi nikel Indonesia.

Perubahan besar-besaran dalam pasar dan anjloknya harga nikel telah berdampak pada perusahaan pertambangan seperti BHP, IGO, dan First Quantum. Ketiganya sudah melakukan pemangkasan produksi dan menutup beberapa tambang di Australia Barat.

Baca Juga: 10+ Cara Menyadap HP Tanpa Ketahuan Jarak Jauh, Works!

Tentu saja, perusahaan Eramet sendiri juga merasakan dampak dari perubahan ini. Perusahaan asal Prancis ini beroperasi di Teluk Weda di Indonesia, salah satu tambang nikel terbesar di dunia, dan juga memiliki situs tambang di Kaledonia Baru melalui anak perusahaannya, Soci t Le Nickel (SLN).

Pernyataan Bories ini muncul ketika Eramet sedang berselisih dengan pemerintah Perancis yang memiliki 27% saham perusahaan tersebut. Mereka sedang membahas solusi untuk fasilitas nikel SLN yang mengalami kerugian. Namun, Eramet menolak untuk memberikan pendanaan lebih lanjut.

Baca Juga: Cheat Diamond FF 99999, Skrip Buat Panen Diamond Gratis Berlimpah Tanpa Bayar!

Saat ini, krisis pasar nikel semakin memburuk sehingga perusahaan tambang Swiss Glencore telah mengumumkan rencana untuk menjual saham proyek Koniambo di Kaledonia Baru setelah mengalami kerugian atas aset tersebut selama lebih dari satu dekade.

Perusahaan perdagangan komoditas Trafigura juga sedang dalam tahap negosiasi dengan pemerintah Prancis mengenai Prony Resources, produsen nikel terbesar ketiga di wilayah tersebut.

Bories menyatakan bahwa meskipun Eramet akan tetap mengoperasikan tambangnya saat ini, mereka tidak akan mempertimbangkan investasi nikel lainnya di Kaledonia Baru, termasuk menyelamatkan Koniambo.

Baca Juga: 8 Pinjol yang Mudah di ACC dan Cair Tanpa Ribet ke DANA 2024, Wajib Coba!

Harga nikel sendiri telah turun lebih dari 30% menjadi US$ 17.462 per ton pada tahun lalu setelah mengalami kenaikan harga selama dua tahun. Namun, masih sedikit yang percaya bahwa kelebihan pasokan akan hilang dalam waktu dekat karena perusahaan-perusahaan Tiongkok terus melakukan investasi pada sumber daya alam di Indonesia.

"Dampak dari nikel Indonesia sungguh merupakan tantangan struktural yang serius," ujar Duncan Wanblad, CEO Anglo American yang memiliki tambang nikel di Brasil. "Hal ini tentunya memberikan tekanan biaya pada sebagian besar bisnis feronikel lainnya di dunia saat ini."

Baca Juga: Download RoamBox APK, Aplikasi Baca Komik 18+ Terlengkap Gratis!

Pada pekan lalu, Eramet melaporkan penurunan laba bersih sebesar 85% pada tahun 2023 menjadi 109 juta, termasuk penurunan nilai sebesar 218 juta pada SLN.

Di Kaledonia Baru, pemerintahan Emmanuel Macron sedang berusaha untuk menyelamatkan industri nikel tersebut. Prancis ingin mengurangi ketergantungan industri mobil mereka terhadap Indonesia dan Tiongkok dalam hal bahan baku strategis serta menghindari kerusuhan di wilayah yang menuntut kemerdekaan.

Baca Juga: Aplikasi Penghasil Uang 2024 Terbukti Membayar Langsung ke DANA, Pasti Cuan!

Namun, pemerintah Prancis juga berada di bawah tekanan untuk melakukan pemotongan belanja dan tidak memberikan dana tunai jika perusahaan itu sendiri tidak mengambil tanggung jawabnya.

Bories menyarankan agar Kaledonia Baru mulai mempersiapkan diri menghadapi penurunan industri nikel dengan mengembangkan lapangan kerja di bidang pariwisata dan pertanian.

"Jujur saja, mereka terlalu bergantung pada nikel di masa lalu karena ini adalah cara mudah untuk mendapatkan uang," tandasnya.

Baca Juga: 20 Situs Dewasa yang Tidak Diblokir oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika, Bebas Akses!

Ia menambahkan bahwa wilayah tersebut dapat menjadi "wilayah pertambangan murni" dengan menutup pabrik peleburan yang menghasilkan banyak uang, tetapi tetap membiarkan tambang yang menguntungkan tetap beroperasi.

Jadi, sudah saatnya kita akui bahwa Indonesia telah merebut gelar sebagai produsen nikel terbesar dan tak terbendung. Bahkan Australia dan Prancis pun harus mengakui kehebatan Indonesia dalam industri ini. Masa depan nikel RI sangat cerah, dan kita harus bangga dengan prestasi ini!

Baca artikel dan berita menarik dari JalanTikus lainnya di Google News

Artikel Menarik Lainnya:

Tags Terkait: Out Of Tech
Tautan berhasil disalinX
x

Keluar dari JalanTikus

Popup External Background JalanTikus

Apakah anda yakin untuk meninggalkan website JalanTikus?

Ya
Batal