Seorang influencer China yang dikenal sebagai Baby Tingzi telah memicu perdebatan di media sosial dengan pengakuan kontroversialnya tentang berat badan. Wanita berusia 25 tahun ini mengungkapkan bahwa dengan tinggi 160 cm, berat badannya hanya 25 kilogram (kg), namun ia masih berniat untuk menurunkannya lebih jauh lagi.
Baby Tingzi, yang memiliki lebih dari 42.000 pengikut di platform Douyin (versi TikTok China), kerap mengunggah video yang memamerkan tubuh kurusnya. Dalam banyak unggahannya, ia terlihat menari dan berpose dengan pakaian minim, sengaja memperlihatkan lengan dan kaki yang sangat kurus.
Meskipun banyak penggemar mengungkapkan kekhawatiran tentang kesehatannya, Baby Tingzi tetap bersikukuh bahwa ia lebih suka bertubuh sangat kurus. Ia mengklaim bahwa kondisi fisiknya yang ekstrem tidak berdampak negatif pada kehidupannya sehari-hari.

Fenomena ini telah memicu reaksi beragam di kalangan netizen. Banyak yang menduga Baby Tingzi menderita anoreksia dan membutuhkan bantuan medis segera. Beberapa bahkan menjulukinya "tengkorak yang berjalan" atau "tengkorak yang menari".
Seorang netizen berkomentar, "Sulit membayangkan orang dewasa dengan berat 25 kilogram," sementara yang lain menyatakan kekhawatirannya, "Saya tidak berani bergerak terlalu banyak karena takut tulang saya patah."

Kasus Baby Tingzi ini menyoroti masalah yang lebih luas tentang citra tubuh dan standar kecantikan yang tidak sehat di media sosial. Dr. Lina Wang, psikolog klinis yang berfokus pada gangguan makan, mengomentari, "Kasus seperti ini bisa sangat berbahaya, tidak hanya bagi individu yang bersangkutan, tetapi juga bagi pengikutnya yang mungkin terpengaruh untuk meniru perilaku tidak sehat ini."
Sementara itu, platform media sosial seperti Douyin menghadapi tekanan untuk lebih ketat dalam mengawasi konten yang berpotensi membahayakan kesehatan mental dan fisik penggunanya.

Meskipun Baby Tingzi terus mempertahankan gaya hidupnya, kasus ini telah membuka diskusi penting tentang batas antara kebebasan berekspresi di media sosial dan tanggung jawab platform dalam melindungi kesehatan penggunanya. Para ahli kesehatan menekankan pentingnya kesadaran publik tentang bahaya gangguan makan dan pentingnya mempromosikan citra tubuh yang sehat dan realistis.

