Umat Islam di seluruh dunia akan menghadapi bulan Ramadan yang penuh suka cita. Di Indonesia sendiri, ada sejumlah tradisi menyambut Ramadan yang sangat populer dan sudah lama dijalankan oleh masyarakat.
Suasana Ramadan yang Dinanti-Nantikan
Ramadan memang jadi bulan yang ditunggu-tunggu oleh masyarakat Indonesia yang mayoritas Muslim. Selain puasa sebulan penuh, suasana Ramadan juga selalu dirindukan setiap tahunnya.
Mulai dari salat tarawih berjemaah, buka puasa bersama, hingga momen ngabuburit bersama orang-orang tercinta. Tak heran, kehadirannya yang satu tahun sekali selalu disambut dengan meriah oleh masyarakat Indonesia. Apalagi, masyarakat Indonesia terdiri atas berbagai suku bangsa, yang memiliki sejumlah tradisi khas tersendiri dalam menyambut bulan suci di daerah masing-masing.
1. Nyorog (Betawi)
Nyorog merupakan tradisi menyambut bulan suci yang sangat lekat dengan masyarakat Betawi di Jakarta. Tradisi ini dilakukan dengan berbagi bingkisan makanan ke sanak saudara dan keluarga yang tinggal berjauhan.
Baca Juga: 700+ Nama Karakter Anime Keren untuk Game Terbaru 2022, Unik dan Modern!
Bingkisan tersebut biasanya berupa kue atau bahan makanan mentah seperti gula, susu kopi, beras, ikan bandeng, dan daging kerbau. Nyorog menjadi tanda penghormatan dari orang yang lebih muda ke orang yang lebih tua dan biasanya dilakukan oleh pasangan baru menikah untuk orang tua masing-masing.
2. Padusan (Jawa)
Padusan adalah tradisi yang dilakukan oleh masyarakat Jawa untuk menyucikan diri dalam menyambut datangnya bulan suci Ramadan. Tradisi ini dilakukan dengan berendam atau mandi di sumur-sumur atau sumber mata air.
Tujuannya adalah agar dapat menjalani ibadah puasa Ramadan dalam kondisi suci. Padusan juga menjadi momen introspeksi diri untuk membersihkan diri dari kesalahan-kesalahan di masa lalu. Biasanya padusan dilakukan di tempat yang sepi dan beberapa sumber mata air alami di Jawa Tengah dan DI Yogyakarta sering menjadi lokasi ritual padusan.
3. Meugang (Aceh)
Meugang merupakan tradisi populer di Aceh yang dilakukan menjelang bulan Ramadan. Tradisi ini dilakukan dengan menyajikan hidangan daging sapi atau kerbau.
Baca Juga: 20+ Grup Bokeh Museum 2023 WA, Gabung dan Dapatkan Hiburan Dewasa!
Masyarakat Aceh berbondong-bondong memenuhi pasar untuk mencari daging sapi jelang meugang. Tradisi meugang dilakukan tiga kali dalam setahun, yaitu dua hari sebelum bulan Ramadan, dua hari sebelum Idulfitri, dan dua hari sebelum Iduladha.
4. Munggahan (Jawa Barat)
Munggahan adalah tradisi yang populer di kalangan masyarakat Sunda untuk menyambut bulan Ramadan. Tradisi ini dilakukan 1-2 hari jelang Ramadan dengan berkumpul bersama keluarga dan kerabat, makan bersama, serta saling bermaafan.
Munggahan bermakna naik ke bulan yang suci atau yang lebih tinggi derajatnya dibandingkan bulan-bulan lainnya. Tradisi ini juga menjadi wujud rasa syukur kepada Allah SWT dan membersihkan diri dari hal-hal buruk yang dilakukan selama setahun sebelumnya.
5. Nyadran (Jawa)
Nyadran adalah ritual masyarakat Jawa, terutama Jawa Tengah, dalam menyambut Ramadan. Ritual ini dilakukan dengan membersihkan makam leluhur, tabur bunga, dan menggelar kenduri atau makan bersama di sepanjang jalan di atas pelepah daun pisang.
Nyadran dilakukan pada setiap hari ke-10 bulan Rajab atau saat datangnya bulan Syaban. Tradisi ini merupakan bentuk penghormatan kepada leluhur dan juga sebagai momen introspeksi diri serta berziarah.
6. Malamang (Sumatera Barat)
Malamang adalah tradisi khas masyarakat Sumatera Barat untuk menyambut bulan Ramadan. Tradisi ini melibatkan memasang lemang, yang terbuat dari beras ketan putih dan santan yang dimasukkan ke dalam bambu. Lemang juga menjadi simbol diselenggarakannya Maulid Nabi selain menyambut bulan suci Ramadan. Malamang dibawa oleh Syekh Burhanuddin, pembawa ajaran Islam di Minangkabau.
7. Suru Maca (Sulawesi Selatan)
Suru maca adalah tradisi yang dilakukan umat Muslim di Sulawesi Selatan, terutama suku Bugis-Makassar, untuk menyambut datangnya bulan Ramadan. Tradisi ini dilakukan dengan membaca doa bersama yang dikirimkan kepada leluhur yang telah meninggalkan kehidupan lebih dulu. Selain itu, berbagai masakan khas Bugis juga disajikan untuk dinikmati bersama.
Itulah 7 tradisi menyambut Ramadan yang populer di Indonesia. Apakah ada tradisi lainnya di daerahmu? Selamat menyambut bulan suci Ramadan!
Baca artikel dan berita menarik dari JalanTikus lainnya di Google News
Bacaan Menarik Lainnya

