Kayu telah lama menjadi bahan yang sangat dihargai karena kemudahan penggunaannya, keserbagunaannya, dan harganya yang terjangkau, terutama dalam pembuatan furniture rumah tangga. Namun, di balik kayu yang umum digunakan, terdapat jenis kayu yang harganya melambung tinggi, dikenal karena kualitasnya yang istimewa, estetika yang menarik, dan kelangkaannya di pasaran. Berikut adalah sepuluh jenis kayu termahal di dunia per board feet atau papan kayu, sebagaimana dilansir oleh Wealthy Gorilla:
10. Cocobolo
Harga: Rp853.899 per papan kayu
Cocobolo, kayu keras tropis dari Amerika Tengah, terkenal dengan kayu intinya yang digunakan untuk furniture, alat musik, gagang pisau, dan berbagai barang lainnya. Dengan warna cokelat kemerahan yang khas, cocobolo mengandung interior berminyak yang memberikan aroma bunga, semakin gelap seiring bertambahnya usia.
9. Ziricote
Harga: Rp931.527 per papan kayu
Kayu langka asal Amerika Tengah, ziricote, memiliki warna cokelat tua yang unik dan pola jaring laba-laba yang membuatnya populer untuk furniture, alat musik, dan dekorasi rumah. Meskipun pernah dianggap langka, produksi ziricote meningkat, menjadikannya lebih tersedia.
Baca Juga: Situs Reward FF 2024 com Terbaru, Beneran Bisa Menghasilkan Diamond Gratis?
8. Koa
Harga: Rp962.578 per papan kayu
Ditemukan di hutan tropis Hawaii, kayu koa memiliki sejarah penggunaan yang panjang. Koa menjadi berharga karena hanya pohon mati atau membusuk yang boleh dipanen, membuatnya cocok untuk pembuatan instrumen musik berkualitas tinggi seperti gitar dan ukulele.
7. Eboni Makasar
Harga: Rp1 juta per papan kayu
Eboni Makasar, asal Indonesia, memiliki kayu teras berwarna gelap dengan garis-garis cokelat yang mencolok. Digunakan untuk lemari, alat musik, dan berbagai barang mewah, eboni Makasar merupakan kayu yang populer di kalangan pengrajin dan pecinta keindahan.
Baca Juga: 35 Kode Cek HP Samsung Terlengkap Beserta Fungsinya: Buka Semua Fitur Tersembunyi!
6. Rosewood Brasil
Harga: Rp1,09 juta per papan kayu
Rosewood Brasil tumbuh di hutan tropis basah dan dikenal karena penampilannya yang bervariasi, mulai dari cokelat tua hingga ungu tua. Keberhasilannya sebagai bahan pembuatan furniture dan instrumen musik, terutama kotak gitar dan piano, menjadikannya kayu yang sangat dihargai.
5. Pink Ivory
Harga: Rp1,24 juta per papan kayu
Sebagai kayu mahal dari Afrika, pink ivory memiliki berbagai warna, dari merah muda cokelat pucat hingga merah tua. Digunakan untuk pembuatan tongkat biliar, gagang pisau, dan berbagai ukiran halus, pink ivory dianggap sebagai kayu istimewa dengan sejarah yang kaya.
Baca Juga: 20+ Aplikasi Nonton Anime Sub Indo Terbaik 2024, Gratis Nonton Anime Favorit!
4. Gaharu
Harga: Rp155,3 juta per kilogram (kg)
Kayu gaharu, yang tumbuh di Asia Tenggara, dihargai karena minyak esensialnya yang dikenal sebagai minyak oud. Selain digunakan dalam industri parfum dan lilin beraroma, gaharu juga memiliki manfaat kesehatan, membuatnya sangat dicari dan memiliki harga yang tinggi.
3. Eboni
Harga: Rp155,3 juta per kg
Eboni Afrika yang padat dan tahan lama telah menjadi simbol barang mewah sejak zaman Mesir Kuno. Digunakan untuk berbagai produk, mulai dari tuts piano hingga set catur berornamen, eboni menjadi kayu yang sangat langka dan berharga.
Baca Juga: 85+ Chord Gitar Mudah Lagu Romantis & Lirik Lagu, Bisa Dimainkan Para Pemula!
2. Cendana
Harga: Rp310,5 juta per kg
Cendana, salah satu kayu termahal di dunia, ditemukan di Asia Tenggara. Di samping harganya yang tinggi, cendana dihargai karena sifat obatnya yang diyakini dapat melawan peradangan, melindungi terhadap kanker kulit, dan membunuh bakteri.
1. Blackwood Afrika
Harga: Rp1,55 juta per papan kayu
Blackwood Afrika, kayu hitam padat dan mencolok, menjadi yang termahal di antara jenis kayu lainnya. Populer dalam pembuatan instrumen musik tiup, seperti klarinet dan obo, blackwood Afrika dikenal karena kepadatannya dan kemampuan mesinnya yang baik.
Baca Juga: 70+ Stiker WA Lucu Terlengkap & Terbaru 2023, Chattingan Makin Asyik!
Dengan nilai dan keindahan yang istimewa, sepuluh jenis kayu ini menjadi bukti nyata bahwa kekayaan alam tidak selalu dapat diukur dengan harganya. Meskipun mungkin sulit diakses bagi kebanyakan orang, keberadaan dan penggunaan kayu-kayu ini terus menginspirasi seniman dan pengrajin di seluruh dunia.
Baca artikel dan berita menarik dari JalanTikus lainnya di Google News
Artikel Menarik Lainnya:

