Ericsson Usulkan Pendidikan AI Jadi Pengetahuan Dasar Indonesia

Default

Saat ini, kecerdasan buatan (AI) generatif semakin menjadi pusat perhatian berbagai industri. Ericsson, salah satu perusahaan telekomunikasi global, mengusulkan agar AI dan teknologi digital lainnya menjadi bagian dari pendidikan di Indonesia. Langkah ini diharapkan dapat membantu menyiapkan talenta digital yang kompetitif dan siap menghadapi tantangan di masa depan.

Direktur Ericsson Indonesia, Ronni Nurmal, menekankan pentingnya memasukkan AI generatif, 5G, cloud computing, dan blockchain dalam kurikulum pendidikan. Menurutnya, teknologi-teknologi ini seharusnya bukan lagi dianggap sebagai pengetahuan eksklusif, tetapi menjadi pengetahuan dasar yang wajib dipelajari sejak dini.

"Kalau kita mau menyiapkan talenta yang cepat dan mampu langsung menghadapi tantangan dunia saat ini, kita harus persiapkan dari sekarang," ujar Ronni dalam konferensi pers Ericsson Hackathon 2024 di Jakarta.

Kebutuhan Talenta Digital yang Mendesak

Sebuah studi dari McKinsey mengungkapkan bahwa Indonesia membutuhkan sekitar 600.000 talenta digital per tahun hingga 2030. Namun, tantangan terbesar yang dihadapi adalah kekurangan jumlah talenta dengan kompetensi tinggi di bidang teknologi digital.

Ketua Umum Dewan Transformasi Digital Industri Indonesia (WANTRII), Fadli Hamsanini, menambahkan bahwa fenomena "war talent" atau perebutan talenta digital semakin memperburuk situasi.

Industri-industri seperti otomotif, energi terbarukan, dan teknologi tengah berlomba-lomba merekrut talenta terbaik, sehingga sektor-sektor lainnya kesulitan mencari tenaga kerja dengan keterampilan digital.

Fadli juga menekankan pentingnya peningkatan kompetensi di berbagai sektor, termasuk tekstil dan manufaktur, yang membutuhkan talenta digital untuk mendukung transformasi teknologi mereka. Hal ini menunjukkan betapa mendesaknya penyediaan pendidikan digital yang lebih inklusif dan terstruktur.

Langkah Ericsson dalam Mendorong Pendidikan AI

Sebagai langkah awal, Ericsson telah membuka pusat pembelajaran yang berfokus pada AI, 5G, dan machine learning. Inisiatif ini melibatkan kerja sama dengan berbagai perguruan tinggi di Indonesia, dengan tujuan memperluas akses pengetahuan teknologi bagi para mahasiswa dan profesional muda. Ronni menambahkan bahwa Ericsson akan memperbanyak akses ke universitas-universitas lain untuk meningkatkan literasi teknologi di kalangan anak muda.

Selain itu, untuk mendukung perkembangan talenta digital, Ericsson menyelenggarakan Ericsson Indonesia Hackathon 2024. Kompetisi ini mengajak mahasiswa, startup, dan profesional muda untuk mengembangkan solusi pabrik pintar dengan memanfaatkan AI generatif dan jaringan 5G. Hackathon ini diharapkan dapat menjaring talenta-talenta digital berbakat yang dapat berkontribusi dalam transformasi industri di Indonesia.

Pentingnya AI dalam Pendidikan

Ronni menegaskan bahwa memasukkan AI ke dalam program pendidikan dapat menciptakan generasi talenta digital yang lebih siap menghadapi perubahan teknologi. AI tidak hanya membantu operasional perusahaan menjadi lebih efisien, tetapi juga memberikan peluang inovasi di berbagai sektor industri.

Oleh karena itu, penerapan AI generatif dan teknologi digital lainnya di tingkat pendidikan harus segera dipertimbangkan oleh pemerintah Indonesia.

Dengan memasukkan AI sebagai kurikulum atau pelatihan wajib, Indonesia dapat mempersiapkan generasi muda yang kompeten dan siap bersaing di tingkat global.

Baca artikel dan berita menarik dari JalanTikus lainnya di Google News

Tautan berhasil disalinX
x

Keluar dari JalanTikus

Popup External Background JalanTikus

Apakah anda yakin untuk meninggalkan website JalanTikus?

Ya
Batal