Motor bensin adalah salah satu kendaraan yang paling banyak digunakan di Indonesia. Namun, motor bensin juga memiliki beberapa kelemahan, seperti boros BBM, berisik, dan mencemari udara. Salah satu solusi dari masalah ini adalah dengan melakukan konversi motor bensin ke listrik. Lantas, berapa biaya konversi motor bensin ke listrik?
Biaya konversi motor bensin ke listrik merupakan salah satu faktor yang menjadi pertimbangan untuk melakukan konversi motor bensin ke listrik.
Nah, dalam artikel ini, Jaka akan membahas cara konversi motor bensin ke listrik dan biaya konversi motor bensin ke listrik? Yuk, simak ulasan lengkapnya di bawah ini.
Baca Juga: Ingin Konversi Motor Bensin ke Listrik? Ketahui Syarat, Biaya, dan Daftar Bengkel Resminya!
Apa Itu Konversi Motor?
Konversi motor bensin ke listrik adalah proses mengubah motor bensin menjadi motor listrik dengan mengganti beberapa komponen dan sistemnya. Konversi motor bensin ke listrik bisa dilakukan dengan dua cara, yaitu:
Konversi total, yaitu mengganti seluruh sistem motor bensin dengan sistem motor listrik, termasuk mesin, tangki, karburator, knalpot, dan lain-lain. Konversi total ini akan membuat motor kamu menjadi 100% listrik, tanpa ada campuran bensin sama sekali.
Konversi hybrid, yaitu menggabungkan sistem motor bensin dengan sistem motor listrik, sehingga motor kamu bisa beroperasi dengan dua sumber energi, yaitu bensin dan listrik. Konversi hybrid ini akan membuat motor kamu menjadi lebih hemat dan fleksibel, karena kamu bisa memilih mau pakai bensin atau listrik sesuai kebutuhan.
Konversi motor bensin ke listrik bisa dilakukan oleh siapa saja yang memiliki motor bensin dan ingin mengubahnya menjadi motor listrik. Namun, konversi motor bensin ke listrik juga membutuhkan pengetahuan, keterampilan, dan peralatan yang cukup.
Jika kamu tidak yakin dengan kemampuan kamu, kamu bisa meminta bantuan dari ahli atau bengkel yang sudah berpengalaman dalam melakukan konversi motor bensin ke listrik.
Apa Saja yang Perlu Dipersiapkan untuk Konversi Motor Bensin ke Listrik?
Sebelum melakukan konversi motor bensin ke listrik, ada beberapa hal yang perlu kamu persiapkan, yaitu:
1. Motor bensin yang akan dikonversi
Kamu bisa memilih motor bensin yang kamu miliki atau membeli motor bensin bekas yang masih layak pakai. Pastikan motor bensin yang kamu pilih memiliki kondisi yang baik dan sesuai dengan spesifikasi yang kamu inginkan.
2. Motor listrik yang akan dipasang
Motor listrik adalah komponen utama yang akan menggerakkan motor kamu setelah dikonversi. Motor listrik yang kamu pilih harus sesuai dengan ukuran, daya, dan torsi yang kamu butuhkan.
Motor listrik yang biasa digunakan untuk konversi motor bensin ke listrik adalah motor listrik DC (direct current) atau motor listrik BLDC (brushless direct current).
3. Baterai yang akan digunakan
Baterai adalah sumber energi yang akan menyuplai listrik ke motor listrik. Baterai yang kamu pilih harus memiliki kapasitas, tegangan, dan arus yang cukup untuk menjalankan motor listrik.
Baterai yang biasa digunakan untuk konversi motor bensin ke listrik adalah baterai lithium-ion (Li-ion) atau baterai lithium-ferrofosfat (LiFePO4).
4. Kontroler yang akan mengatur
Kontroler adalah perangkat elektronik yang akan mengatur aliran listrik dari baterai ke motor listrik. Kontroler yang kamu pilih harus sesuai dengan jenis, spesifikasi, dan fungsi motor listrik yang kamu gunakan. Kontroler yang biasa digunakan untuk konversi motor bensin ke listrik adalah kontroler DC atau kontroler BLDC.
Keuntungan dan Kerugian Konversi Motor Bensin ke Listrik
Konversi motor bensin ke listrik memiliki beberapa keuntungan dan kerugian yang perlu kamu pertimbangkan sebelum melakukan konversi. Berikut adalah beberapa keuntungan dan kerugian konversi motor bensin ke listrik:
Keuntungan:
1. Lebih hemat. Konversi motor bensin ke listrik akan membuat motor kamu lebih hemat dalam jangka panjang, karena kamu tidak perlu mengeluarkan biaya untuk membeli BBM, hanya perlu mengisi baterai dengan listrik yang lebih murah.
2. Lebih ramah lingkungan. Konversi motor bensin ke listrik akan membuat motor kamu lebih ramah lingkungan, karena kamu tidak akan menghasilkan emisi gas buang yang berbahaya bagi kesehatan dan lingkungan. Motor listrik juga tidak akan mengeluarkan suara yang mengganggu, sehingga lebih tenang dan nyaman.
3. Lebih minim perawatan. Konversi motor bensin ke listrik akan membuat motor kamu lebih minim perawatan, karena motor listrik memiliki komponen yang lebih sedikit dan lebih sederhana dibandingkan motor bensin. Motor listrik juga tidak memerlukan oli, busi, filter, dan komponen lain yang perlu diganti secara berkala. Kamu hanya perlu memeriksa dan mengganti baterai jika sudah habis atau rusak.
Kerugian:
1. Lebih mahal. Konversi motor bensin ke listrik akan membuat motor kamu lebih mahal dalam jangka pendek, karena kamu harus mengeluarkan biaya untuk membeli komponen-komponen yang dibutuhkan untuk konversi. Biaya konversi motor bensin ke listrik bisa mencapai jutaan rupiah, tergantung dari jenis, spesifikasi, dan kualitas komponen yang kamu pilih. Selain itu, kamu juga harus membayar biaya jasa jika kamu meminta bantuan dari ahli atau bengkel untuk melakukan konversi.
2. Lebih rumit. Konversi motor bensin ke listrik akan membuat motor kamu lebih rumit, karena kamu harus memahami dan menguasai konsep dan proses konversi motor bensin ke listrik. Kamu harus mengetahui cara memilih, memasang, mengatur, dan mengoperasikan komponen-komponen yang terlibat dalam konversi.
3. Lebih berisiko. Konversi motor bensin ke listrik akan membuat motor kamu lebih berisiko, karena kamu harus berhadapan dengan listrik yang memiliki potensi bahaya. Listrik bisa menyebabkan kebakaran, ledakan, atau sengatan jika tidak ditangani dengan hati-hati. Kamu harus memastikan bahwa komponen-komponen yang kamu gunakan memiliki kualitas dan keamanan yang baik, dan terpasang dengan benar dan rapi.
Berapa Biaya Konversi Motor Bensin ke Listrik?
Biaya konversi motor bensin ke listrik bisa bervariasi, tergantung dari jenis, spesifikasi, dan kualitas komponen yang kamu pilih, serta biaya jasa yang kamu bayar. Berikut adalah perkiraan biaya konversi motor bensin ke listrik untuk motor bebek 110 cc, berdasarkan harga pasar saat ini:
Tipe matik:
- Paket baterai 72V/20Ah: Rp7 juta
- Motor listrik BLDC, mid drive 72 V: 2000 Watt: Rp3 juta
- Kontroler utama 100 A/72 V: R 1,5 juta
- Pengatur kecepatan, indikator baterry, indikator speedometer, kunci utama conroller, mendukung GPS & IOT: Rp1.050.000
- Kabel, soket baterai, MCB DC 80A: Rp800.000
- Konverter DC 72 V ke 12 V: Rp200.000
- Konverter mekanik motor ke CVT: Rp900.000
- Penyangga motor: Rp550.000
Tipe non-matik:
- Paket baterai 72V/20Ah: Rp juta
- Motor listrik BLDC, mid drive 72 V: 2000 Watt: Rp3 juta
- Kontroler utama 100 A/72V: Rp1,5 juta
- Pengatur kecepatan, indikator baterry, indikator speedometer, kunci utama conrailer, mendukung GPS & OT: Rp1.050.000
- Kabel, soket baterai, MICE DC 80: Rp800.000
- Konverter DC 72 V ke 12 V: Rp200.000
- Penyangga motor: Rp550.000
Akhir Kata
Itu tadi penjelasan Jaka mengenai biaya konversi motor bensin ke listrik. Kalau melihat banderolnya yang cenderung lebih murah dibanding beli motor listrik terbaru, tentu metode ini lebih menggiurkan.
Selain itu, berguna juga buat kamu yang memiliki motor bensin usang yang sudah tidak terpakai di rumah. Daripada tidak berguna, lebih baik dijadikan kendaraan ramah lingkungan aja, kan? Jauh lebih bermanfaat juga fungsinya. Semoga artikel ini memberikan manfaat untuk kamu, ya!
Baca artikel dan berita menarik dari JalanTikus lainnya di Google News
Baca juga artikel seputar Mobil Listrik, Motor atau artikel menarik lainnya dari Jalan Tikus.

