8 Penyakit dari Tikus Paling Berbahaya 2026, Ada Hantavirus & Leptospirosis!

Ditulis oleh Jaka Gledek - Friday, 15 May 2026, 09:28
Waspada 8 penyakit dari tikus paling berbahaya 2026! Dari leptospirosis, hantavirus, penyakit pes, hingga HFRS. Lengkap dengan gejala, cara mencegah & FAQ.

Q: Apa saja [penyakit dari tikus](https://jalantikus.com/iptek/7-fakta-virus-hanta-hantavirus-dari-tikus-2026-gejala-penularan-cara-mencegah/) yang berbahaya bagi manusia?

A: **Tikus dapat menularkan lebih dari 35 jenis penyakit ke manusia**, baik melalui gigitan langsung, kotoran, urin, air liur, maupun melalui perantara kutu dan tungau. Penyakit paling berbahaya yang ditularkan tikus antara lain leptospirosis, hantavirus, penyakit pes (plague), HFRS, rat-bite fever, salmonellosis, dan lymphocytic choriomeningitis (LCM). Beberapa penyakit ini bisa berakibat fatal jika tidak ditangani dengan cepat.

Mewaspadai berbagai penyakit dari tikus menjadi hal yang sangat penting untuk kesehatan keluarga. Ancaman ini menular melalui berbagai cara, mulai dari paparan kotoran, urin, air liur, hingga melalui gigitan ektoparasit seperti kutu yang hidup di tubuh tikus. Beberapa ancaman penyakit paling mematikan meliputi Leptospirosis yang kerap muncul saat musim hujan, penyakit pes (plague), hingga hantavirus yang menyerang saluran pernapasan dan ginjal dengan tingkat fatalitas yang tinggi.

Kekhawatiran masyarakat global belakangan ini memang semakin meningkat setelah munculnya kabar wabah hantavirus di kapal pesiar MV Hondius yang menewaskan tiga orang dan memicu kewaspadaan baru di tahun 2026. Kejadian ini sontak membuat publik Indonesia bertanya-tanya tentang seberapa besar bahaya sebenarnya dari hewan pengerat yang sering berkeliaran di sekitar rumah kita.

Oleh karena itu, di artikel ini Jaka bakal kupas tuntas daftar penyakit yang ditularkan tikus, cara penularan, gejala, sampai langkah pencegahan yang bisa kamu lakukan. Yuk, simak penjelasan lengkapnya agar kamu tidak panik tapi tetap waspada, Gengs!

BACA JUGA
  • 10 Aplikasi Ubah Suara Jadi Wanita Android Gratis 2026, Auto Kedengeran Mewek!
  • Cara Pakai Deepfake Video di Android, Gampang Banget Buat Konten Kreatif!
  • 12 AI Penghapus Baju Terbaik 2026, Web & Android Auto Bikin Melongo!
  • Perbedaan Prebiotik dan Probiotik: Mana yang Lebih Penting untuk Kesehatan Usus?
  • 10 Aplikasi Penghapus Pakaian di Android Terbaik 2026, Mana Pilihanmu?

Penyakit dari Tikus yang Wajib Kamu Waspadai

Hewan pengerat kayak tikus emang sering dianggap hama biasa. Tapi siapa sangka, hewan ini bisa jadi sumber berbagai penyakit mematikan! Apalagi setelah baru-baru ini dunia dihebohkan wabah hantavirus di kapal pesiar MV Hondius, pasti kamu makin penasaran kan penyakit apa aja sih yang bisa ditularkan tikus? Langsung cek daftar lengkapnya di bawah ini!

1. Leptospirosis

Leptospirosis adalah penyakit bakteri yang disebabkan oleh Leptospira interrogans. Penyakit ini menular melalui kontak dengan air atau tanah yang terkontaminasi urin tikus. Kalau kamu punya luka terbuka terus kena genangan air banjir yang udah tercemar kencing tikus, risiko kena leptospirosis jadi tinggi banget.

Gejala leptospirosis mirip flu berat: demam tinggi, sakit kepala, nyeri otot hebat, muntah, mata merah, kulit menguning. Kalau udah parah, bisa menyebabkan meningitis, gagal ginjal, bahkan kematian. Untungnya, leptospirosis bisa diobati dengan antibiotik, asal ditangani sejak dini.

2. Hantavirus (HPS)

Hantavirus lagi viral banget di 2026 setelah wabah di kapal pesiar MV Hondius menewaskan 3 orang. Virus ini menular lewat inhalasi partikel debu yang terkontaminasi urin, kotoran, atau air liur tikus terinfeksi. Begitu masuk ke tubuh, virus ini bisa menyebabkan Hantavirus Pulmonary Syndrome (HPS) dengan gejala awal mirip flu yang berubah jadi gagal napas akut dalam hitungan jam.

ADVERTISEMENT

Tingkat kematian HPS mencapai 12-60% tergantung varian virusnya. Varian Andes yang mewabah di kapal pesiar termasuk yang paling mematikan. Sayangnya, belum ada obat khusus buat HPS - penanganannya hanya bersifat suportif di ICU.

3. Penyakit Pes (Plague)

Penyakit pes atau plague disebabkan oleh bakteri Yersinia pestis. Penyakit ini menular melalui gigitan kutu yang sebelumnya menggigit tikus terinfeksi. Meskipun terdengar kuno, penyakit pes masih ada lho di beberapa daerah di dunia, termasuk Indonesia.

Gejalanya meliputi demam, menggigil, sakit kepala, nyeri otot, dan pembengkakan kelenjar getah bening (bubo) di selangkangan, ketiak, atau leher. Kalau bakterinya menyerang paru-paru (pneumonic plague), penyakit ini bisa menular antar manusia lewat droplet batuk dan sangat mematikan.

4. HFRS (Hemorrhagic Fever with Renal Syndrome)

HFRS adalah penyakit virus yang disebabkan oleh hantavirus tipe Old World. Berbeda dengan HPS yang menyerang paru-paru, HFRS menyerang ginjal. Penyakit ini menyebabkan demam berdarah dengan gagal ginjal akut.

Gejala HFRS meliputi demam tinggi, sakit kepala parah, nyeri pinggang, gangguan penglihatan, dan perdarahan di bawah kulit. Pada kasus berat, bisa terjadi syok dan gagal ginjal permanen. HFRS banyak ditemukan di Asia dan Eropa.

5. Rat-Bite Fever (RBF)

Rat-bite fever adalah penyakit bakteri yang ditularkan melalui gigitan atau cakaran tikus. Penyebabnya adalah bakteri Streptobacillus moniliformis (di Amerika) atau Spirillum minus (di Asia). Gejalanya muncul 3-10 hari setelah digigit.

Tanda-tandanya: demam, ruam merah di kulit, nyeri sendi, dan sakit kepala. Kalau nggak diobati, komplikasinya bisa sampai endokarditis (infeksi katup jantung) dan abses organ dalam. Untungnya, RBF bisa disembuhkan dengan antibiotik.

6. Salmonellosis

Salmonellosis disebabkan oleh bakteri Salmonella yang mengontaminasi makanan dan minuman yang udah terkotorasi kotoran tikus. Tikus sering banget jadi pembawa Salmonella tanpa menunjukkan gejala sakit.

Gejalanya klasik keracunan makanan: diare, kram perut, demam, mual, dan muntah. Pada orang dengan imun rendah, anak-anak, dan lansia, salmonellosis bisa berbahaya dan butuh perawatan rumah sakit.

7. Lymphocytic Choriomeningitis (LCM)

LCM adalah penyakit virus yang ditularkan tikus rumah (Mus musculus). Virus menular melalui inhalasi debu dari kotoran tikus atau kontak langsung dengan hewan terinfeksi. Pada ibu hamil, infeksi LCM bisa menyebabkan cacat lahir pada janin.

Gejala LCM mirip flu: demam, sakit kepala, nyeri otot, mual. Pada kasus berat, virus bisa menyerang sistem saraf pusat dan menyebabkan meningitis atau encephalitis.

8. Tularemia

Tularemia atau rabbit fever disebabkan oleh bakteri Francisella tularensis. Tikus dan hewan pengerat lainnya bisa jadi reservoir bakteri ini. Penularan terjadi melalui gigitan kutu, kontak dengan hewan terinfeksi, atau inhalasi debu terkontaminasi.

Gejalanya bervariasi tergantung cara masuk bakteri: demam mendadak, pembengkakan kelenjar getah bening, luka di kulit, sakit tenggorokan, atau pneumonia.

FAQ Seputar Penyakit dari Tikus

Q: Apa penyakit paling umum dari tikus di Indonesia?

A: Leptospirosis adalah penyakit dari tikus yang paling sering dilaporkan di Indonesia, terutama saat musim hujan dan banjir. Penyakit ini menyebar melalui air yang terkontaminasi urin tikus. Kasus leptospirosis di Indonesia mencapai ribuan setiap tahun dengan angka kematian yang signifikan.

Q: Apakah hantavirus ada di Indonesia?

A: Penelitian menunjukkan hantavirus pernah terdeteksi pada tikus di Indonesia, terutama di daerah pelabuhan dan pasar tradisional. Namun, kasus hantavirus pada manusia di Indonesia masih sangat jarang dilaporkan dibandingkan leptospirosis.

Q: Bagaimana cara mencegah penyakit dari tikus?

A: Cara paling efektif adalah menjaga kebersihan rumah dan lingkungan: tutup rapat makanan, buang sampah secara teratur, gunakan tempat sampah tertutup, tutup lubang-lubang yang bisa jadi akses tikus, dan gunakan perangkap tikus. Saat membersihkan kotoran tikus, selalu pakai masker dan sarung tangan, semprot dengan disinfektan sebelum menyapu dalam keadaan basah agar debu berbahaya tidak terhirup.

Q: Apakah leptospirosis bisa sembuh?

A: Leptospirosis bisa disembuhkan dengan antibiotik seperti doxycycline atau penicillin, terutama jika ditangani pada stadium awal. Namun, jika sudah terjadi komplikasi gagal ginjal atau meningitis, proses penyembuhan jadi lebih sulit dan bisa meninggalkan kerusakan permanen.

Q: Apakah penyakit pes masih ada di Indonesia?

A: Penyakit pes masih ada di beberapa daerah di Indonesia, terutama di wilayah pegunungan seperti Jawa Tengah dan Jawa Timur. Meskipun kasusnya sudah jarang, wabah kecil masih kadang dilaporkan. Vaksinasi dan pengendalian tikus jadi kunci pencegahan.

Q: Bisakah penyakit dari tikus menular antar manusia?

A: Sebagian besar penyakit dari tikus tidak menular antar manusia. Pengecualiannya adalah pneumonic plague (pes paru-paru) yang bisa menular lewat droplet, dan virus Andes (salah satu varian hantavirus) yang dilaporkan bisa menular terbatas antar manusia. Sisanya hanya menular dari tikus ke manusia saja.

Q: Apa yang harus dilakukan jika digigit tikus?

A: Segera cuci luka dengan sabun dan air mengalir selama 5-10 menit, berikan antiseptik, lalu periksakan ke dokter. Dokter akan menilai risiko infeksi dan memberikan antibiotik pencegahan. Jangan sepelekan gigitan tikus karena bisa menyebabkan rat-bite fever atau tetanus.

Q: Apakah tikus peliharaan juga berbahaya?

A: Tikus peliharaan yang dirawat dengan baik dan berasal dari peternakan terpercaya umumnya aman. Namun, tetap ada risiko penularan penyakit jika kebersihan kandang diabaikan. Selalu cuci tangan setelah membersihkan kandang dan pastikan tikus peliharaan dalam kondisi sehat.

Penutup

Penyakit dari tikus bukanlah hal yang bisa dianggap remeh. Dari leptospirosis yang umum di Indonesia, hantavirus yang lagi mewabah di 2026, sampai penyakit pes yang masih ada. Kuncinya ada di kebersihan lingkungan! Dengan menjaga rumah bebas tikus, makanan tertutup rapat, dan selalu pakai alat pelindung saat bersih-bersih, kamu udah mengurangi risiko penularan secara signifikan.

Ingat, mencegah selalu lebih baik daripada mengobati. Jaga kebersihan, jaga kesehatan!

BACA JUGA
  • 15 Film Dewasa Indonesia Seru No Sensor
  • 13 Aplikasi Khusus Dewasa 18+ Nonton Video Viral di Chrome!
  • 9 APK Cuan Gratis Tanpa Deposit Penghasil Uang Nyata, Langsung WD ke Saldo DANA!
  • 232+ Link Grup WA Video Viral Terbaru 2026, Belum Penuh & Langsung Masuk!
  • 12 Aplikasi TV Online Gratis Android dan iOS Terbaik 2026
Kembali Keatas