J

A

L

A

N

T

I

K

U

S

!

!

  • NONTONYUK!
  • Pasang Iklan
  • Hubungi Kami
  • Tentang Kami
  • Kerjasama
No Name
 

Bangkrut! Ini 7 Game yang Menghancurkan Reputasi Perusahaan Pembuatnya

Bangkrut! Ini 7 Game yang Menghancurkan Reputasi Perusahaan Pembuatnya

Senin, 12 Feb 2018, 14:00 WIB
Kali ini Jaka telah menyusun 7 Game Yang Menghancurkan Reputasi Perusahaan Pembuatnya. Berikut ulasannya.

Banyak sudah sejak awal perkembangannya, game demi game bermunculan. Biasanya para game-game ini digawangi oleh developer yang cukup terkenal.

Namun, ada beberapa game yang ternyata kehadirannya justru merusak reputasi dari perusahaan pembuatnya sendiri. Kali ini Jaka telah menyusun 7 Game Yang Menghancurkan Reputasi Perusahaan Pembuatnya. Berikut ulasannya.

BACA JUGA
  • 8 Perusahaan Game Paling Kaya di Dunia
  • 5 Developer Game Indonesia yang Sukses Mendunia

7 Game Yang Menghancurkan Reputasi Perusahaan Pembuatnya

1. ET the Extra-Terrestrial (1982) - Atari

Bagi para generasi terdahulu penggemar game, ini melambangkan kejatuhan dari perusahaan yang jaya saat itu, Atari. ET the Extra-Terrestrial dibuat saat itu dimaksudkan untuk mengadaptasi film karya Steven Spielberg yang tengah booming.

Kemudian Atari menginstruksikan perancang utama Howard Scott Warshaw untuk membuat game tersebut dalam kurun waktu kurang dari dua minggu. Hasilnya adalah malapetaka bagi perusahaan. Permainan terlihat sangat dangkal dan begitu terlihat asal buat. Akhirnya game ini pun tidak laku dan membuat Atari jatuh.

2. Sonic the Hedgehog (2006) - Sega/Sonic Team

Apa yang seharusnya menjadi perayaan ulang tahun ke-15 maskot landak Sega, menjadi bencana saat keluarnya game Sonic the Hedgehog. Yuji Naka yang bertugas sebagai pengembang membawa game yang begitu banyak glitch, desain audio visual yang tidak sesuai, dan beberapa font aneh.

Game ini pun membuat orang banyak beranggapan bahwa Sonic Team telah kehilangan arah dan Sega telah melepaskan perhatian pada kualitas game buatan mereka. Bertahun-tahun kemudian Sega pun mencoba membangkitkan kembali permainan ini dan menutup semua kesalahan yang ada sebelumnya.

3. Too Human (2008) - Silicon Knights

/

Setelah memulai game sejak awal di konsol PlayStation sebelum beralih ke Xbox 360, Too Human memang telah berbakat menjadi game yang buruk. Saat diluncurkan game ini dibanjiri oleh komentar pedas para kritikus. Mereka menganggap proyek ini terlalu ambisius sebagai game Action-RPG yang tidak diimbangi dengan kontrol yang sangat menyebalkan dan lingkungan yang berulang-ulang.

4. Daikatana (2000) - Ion Storm

Ada banyak tanda bahwa Ion Storm, Daikatana benar-benar berantakan, yaitu kenyataan bahwa game ini dirilis saat masih di tengah pengembangannya. Jadi, hasilnya terlihat bahwa game begitu buruk dari segala aspek yang ada.

Hal ini pun membuat Daikatana gagal menutup ongkos produksi dan menaikkan nama perusahaan. Pada akhirnya, akibat yang fatal terjadi, di mana Ion Storm harus menarik diri dari persaingan pasar game dan menutup perusahaannya.

5. Mass Effect: Andromeda (2017) - BioWare

Setelah dianggap sebagai yang terbaik dalam hal pembuatan game RPG berbasis cerita yang mendalam, BioWare harus menatap bencana setelah mereka meluncurkan seri Mass Effect: Andromeda.

Dikembangkan oleh studio BioWare di Montreal, game ini dirilis pada bulan Maret 2017 yang disertai kritik dan kontroversi. Banyak ulasan negatif yang menerpa, mulai dari animasi yang jelek, plot yang terlalu biasa, dan karakter yang kurang menarik, penjualan game ini pun jauh dibawah ekspetasi. Akhirnya proyek kelanjutan ini pun dialihkan ke perusahaan Electronic Arts.

6. SimCity (2013) - Maxis

Electronic Arts awalnya menginginkan SimCity menjadi reboot yang baik, gameplay yang menarik dan keren dengan caya yang baru. Sayangnya Maxis sebagai pengembang menjadi korban, karena game buatannya memiliki banyak kegagalan, apalagi game dituntut untuk selalu online.

Begitu gamer berhasil memainkan SimCity, banyak yang menemukan bahwa pengalaman dan fitur di dalamnya begitu terbatas dibandingkan game pendahulunya. Akibatnya Maxim pun harus diganjar dengan penutupan studio.

7. Haze (2008) - Free Radical Design

Ambisi adalah motivator yang hebat, tapi jika tidak dikontrol ambisi justru melahap seluruh usaha yang sudah dikeluarkan. Free Radical Design sebagai pembuat game TimeSplitters yang terkenal, lambat menyadari hal ini dalam pembuatan game Haze.

Haze muncul sebagai game yang sangat kacau. Kekurangan narasi yang parah dan bug di berbagai lini membuat banyak gamer memberikan review yang negatif terhadap game ini. Jelas saja proyek ini pun membawa kebangkrutan bagi Free Radical Design.

Itulah 7 Game yang Menghancurkan Reputasi Perusahaan Pembuatnya. Jadi apakah kalian pernah memainkan salah satu dari game di atas? Tuliskan di kolom komentar di bawah ini ya!

ARTIKEL TERKAIT

10 Fungsi Tersembunyi dari Berbagai Benda Sepele di Sekitar Kamu, Sampe Enggak Kepikiran!

7 Mitos Internet yang Ternyata Masih Banyak Dipercaya!

Ngilu! Ini 5 Glitch Paling Menyeramkan yang Ada di Video Game

Ada yang Bobol Microsoft! 5 Hacker Cilik Ini Memiliki Temuan yang Menakjubkan

Ada Iron Man! 5 Teknologi HOAX Ini Pernah Menghebohkan Indonesia

Tags Terkait:

APPS TERKAIT
JalanTikus 2.5.2
Apps JalanTikus.com
Babe - Baca Berita 7.6.2
Apps Mainspring
YouTube 15.11.34
Apps Google Inc.
LINE Komputer 4.8.3.1128
Apps Naver
Langganan Artikel
Temukan Tips dan Berita menarik setiap harinya. GRATIS!
Tunggu sebentar...

Keluar dari JalanTikus

Popup External Background JalanTikus

Apakah anda yakin untuk meninggalkan website JalanTikus?

Ya
Batal