Kisah suka duka kehidupan tenaga kerja wanita (TKW) di kapal pesiar kini viral di media sosial, mengungkap kenyataan yang jauh dari bayangan indah banyak orang. Cerita ini dibagikan oleh Dian Tias melalui akun YouTube-nya, membeberkan realitas yang sering tersembunyi.
Dian Tias, yang telah menjadi kru kapal pesiar di Jerman, membagikan pengalamannya dalam video yang diunggah pada 30 Mei 2024. Dalam tayangan tersebut, Dian menjelaskan bahwa jam kerja di kapal pesiar sangat berbeda dari pekerjaan kantoran biasa.
"Di kapal pesiar itu jam kerjanya enggak pasti," ucapnya.
Ia mengungkapkan bahwa minimal jam kerja adalah 10 jam per hari, namun saat ada acara tertentu, jam kerja bisa mencapai lebih dari 13 jam per hari.

Selain jam kerja yang panjang, Dian juga mengungkapkan fakta mencengangkan tentang kehidupan sosial di kapal pesiar. Menurutnya, pergaulan di sana sangat bebas, bahkan berganti pasangan dianggap hal biasa.
"Banyak dari senior menilai jika menjadi pelaut, wanita cepat naik pangkat. Gampang naik kelas karena pelaut cewek biasanya gampang deketin bos, jadi mereka bisa naik cepet, asal mau pacaran sama bos atau atasan," ungkap Dian.
Fakta ini tentu mengejutkan banyak orang awam yang tidak tahu kondisi sebenarnya.

Dian juga menyebutkan bahwa bekerja di kapal pesiar penuh dengan drama. Konflik dan perselisihan di tempat kerja adalah hal yang umum, namun ada satu hal yang membuat orang harus berpikir dua kali sebelum memilih karir ini.
Menurut Dian, tingkat kriminalitas di kapal pesiar cukup tinggi. Ia mengaku pernah mendengar cerita temannya yang kehilangan gaji selama tujuh bulan karena dicuri orang.
"7 bulan gaji hilang semuanya," ujar Dian menirukan cerita temannya.

Saat itu, gaji masih diberikan dalam bentuk uang tunai kepada kru kapal. Kini, gaji para pekerja di kapal pesiar sudah menggunakan ocean pay, semacam kartu ATM, untuk mencegah kejadian serupa.
Pengakuan Dian Tias ini membuka mata banyak orang tentang realitas kehidupan TKW di kapal pesiar. Bekerja di kapal pesiar memang menawarkan kesempatan untuk berkeliling dunia, namun tantangan dan risiko yang dihadapi juga tidak kalah besar.
Kisah ini menjadi pengingat penting bahwa setiap pekerjaan memiliki sisi gelap yang perlu dipertimbangkan dengan matang sebelum memutuskan untuk terjun ke dalamnya.

