Dian Andriani Ratna Dewi menjadi perwira tinggi (pati) Korps Angkatan Darat (Kowad) perempuan pertama yang menyandang pangkat mayor jenderal (mayjen) di matra TNI AD. Kabar ini menjadi sorotan utama dan banyak orang penasaran dengan profil lengkap Dian Andriani Ratna Dewi.
Wanita tangguh tersebut memiliki nama lengkap: Mayjen TNI Dr. dr. Dian Andriani Ratna Dewi, Sp.KK., M.Biomed (AAM)., M.A.R.S., S.H., M.H., FINSDV., FAADV. Saat ini, ia menjabat sebagai Ketua Lembaga Penjamin Mutu dan Pengembangan Pembelajaran Universitas Pertahanan (Unhan).
Selain itu, tidak banyak yang tahu bahwa Mayjen Dian juga memiliki sebuah klinik kecantikan bernama Ratna Dewi Skin Care Klinik yang sudah berdiri sejak 2015.

Lulusan S-1 Kedokteran Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta pada tahun 1992 ini juga mengambil spesialis kulit dan kelamin di Universitas Indonesia (UI) dan lulus pada tahun 2002. Ia melanjutkan studinya ke jenjang S-2 dengan mengambil magister ilmu biomedis di Universitas Udayana (Unud) Bali dan lulus pada tahun 2011 dengan gelar M.Biomed.Sc.
Selanjutnya, ia juga menempuh pendidikan S-2 Administrasi Rumah Sakit di Universitas Respati Indonesia dan mendapat gelar MARS pada tahun 2012. Pada tahun 2020, Dian resmi mendapatkan gelar magister hukum (MH) setelah menempuh studi di Sekolah Tinggi Hukum Militer AHM. Ia pun kemudian melanjutkan S-3 ke Universitas Borobudur dan mendapatkan gelar doktor pada tahun 2022.

Selain menjadi seorang pendidik, Dian juga memiliki pengalaman mengajar berbagai mata kuliah sebagai dosen di Universitas Pertahanan. Ia pernah mengampu mata kuliah gizi dan kesehatan, ilmu kedokteran militer, imunologi, etika kedokteran dan hukum kesehatan, serta dasar kepemimpinan.
Mata kuliah lain yang pernah diampunya adalah kulit jaringan penunjang, muskuloskeletal, kesehatan reproduksi, riset kedokteran, infeksi tropis, dan filsafat ilmu pertahanan nasional.
Kenaikan pangkat yang diterima Dian bersama dengan 45 pati TNI AD lainnya merupakan bentuk apresiasi dari negara atas prestasi dan dedikasi mereka kepada institusi, bangsa, dan negara.
Wakil Kepala Staf Angkatan Darat (Wakasad) Letjen TNI Tandyo Budi Revita mengatakan bahwa para pati tersebut memiliki peranan penting dalam memajukan TNI dan TNI AD serta melayani pasukan dengan kontribusi terbaiknya.
"Kami curahkan pemikiran untuk kemajuan TNI dan TNI AD. Curahkan pemikiran untuk melayani pasukan, berkontribusi terhadap anggota kami, terutama yang bertugas di ujung-ujung negeri," ungkapnya.

