Ada Matahari di Langit Luas, Mengapa Luar Angkasa Tetap Terlihat Gelap?

Ditulis oleh Jaka Gledek - Sunday, 31 March 2024, 10:22
Mengapa luar angkasa terlihat gelap padahal ada matahari? Begini jawabannya, geng.

Dalam dunia astronomi, terdapat satu pertanyaan yang sering kali menimbulkan kebingungan: mengapa luar angkasa terlihat gelap padahal ada matahari? Ini merupakan misteri yang telah menjadi perdebatan di kalangan warganet. Namun, para peneliti memiliki jawaban yang menarik untuk pertanyaan ini.

BACA JUGA
  • 3 Aplikasi Live Streaming Penghasil Uang, Terbukti Cair!
  • 3 Cara Cek Kartu Aktif Sejak Kapan Smartfren Anti Ribet
  • 10 Game Penghasil Uang Tanpa Deposit Langsung Dapat Saldo Gratis dan Bisa Withdraw
  • Membuat Efek Bokeh Full HD yang Mengagumkan dengan After Effects

Tidak Ada Atmosfer

Salah satu alasan mengapa luar angkasa terlihat gelap adalah karena tidak adanya atmosfer di dalamnya. Ketika cahaya matahari masuk ke luar angkasa, cahaya tersebut akan bergerak lurus tanpa hambatan. Atmosfer Bumi biasanya memberikan "hamburan" pada cahaya matahari sehingga menciptakan langit biru dan membuat lingkungan terlihat terang.

Namun, di ruang angkasa yang tidak memiliki atmosfer atau atmosfer yang sangat tipis seperti di Bulan atau Merkurius, langit terlihat hitam pada siang dan malam hari. Hal ini dapat diamati dari foto-foto yang diambil oleh pesawat luar angkasa Apollo di Bulan, dimana langit tampak berwarna hitam meskipun sinar matahari cerah.

Para Dokter Berhasil Cangkok Ginjal Babi ke Manusia, Begini Dampaknya ke Pasien
Siapa sangka ginjal babi ternyata bisa jadi obat buat penyakit gagal ginjal kronis manusia. Tapi aneh nggak, ya, rasanya? 🤔
LIHAT ARTIKEL

Cahaya Bergerak Lurus

Ketika cahaya matahari memasuki luar angkasa, ia akan bergerak lurus hingga mengenai suatu benda. Setelah cahaya tersebut memantulkan objek tersebut, atmosfer lah yang memberikan "hamburan" dalam spektrum yang terlihat oleh mata manusia. Karena tidak adanya atmosfer di ruang angkasa, cahaya matahari tidak bisa disebarkan dan hanya merambat dalam garis lurus.

Akibatnya, ruang angkasa terlihat gelap karena tidak ada cahaya matahari yang disebarkan ke mata manusia. Meskipun demikian, keadaan gelap ini memungkinkan matahari, bulan, dan bintang-bintang untuk tampak berdampingan tanpa gangguan.

Mulai Beroperasi Mei 2024, Inilah Wujud Pabrik Tembaga Terbesar Dunia Milik Indonesia
Cuma Indonesia, nih, yang punya pabrik pengolahan tembaga terbesar di dunia. Penasaran gimana wujudnya? Simak di sini 👇🏻
LIHAT ARTIKEL

Paradoks Olbers

Salah satu teori yang menjelaskan mengapa luar angkasa selalu terlihat gelap adalah Paradoks Olbers yang diambil dari nama astronom Jerman Heinrich Olbers. Teori ini menyatakan bahwa jika luar angkasa tak terbatas dan penuh dengan bintang-bintang seperti yang kita lihat sekarang ini, maka seharusnya langit malam akan tampak sama terangnya seperti siang hari karena cahaya dari semua bintang tersebut akan mencapai kita.

Namun kenyataannya, langit malam tetaplah gelap. Salah satu penjelasan untuk paradoks ini adalah bahwa alam semesta memiliki batas waktu dan usia sehingga tidak semua cahaya dari bintang-bintang dapat mencapai kita.

Dianggap Sudah Punah, Kini Peneliti Ungkap Tanda-tanda Kehidupan Harimau Jawa di Sukabumi
Jika Harimau Jawa benar-benar kembali ditemukan, maka ini bisa jadi kabar baik, guys. Semoga gak diburu oleh orang-orang tak bertanggung jawab deh!
LIHAT ARTIKEL

Jadi, meskipun luar angkasa terlihat gelap padahal ada matahari, hal ini merupakan hasil dari interaksi antara sinar matahari, atmosfer (atau ketiadaannya), dan sifat dasar alam semesta itu sendiri.

ADVERTISEMENT
BACA JUGA
  • Daftar Cheat GTA 5 PS3, PS4, PS5, PC dan Xbox Bahasa Indonesia Lengkap 2024
  • 9 Cara Membobol WiFi dengan HP Tanpa Root & Laptop, Bisa Akses Internet Gratis!
  • 19 Cara Membuka HP yang Lupa Kata Sandi, Praktis dan Pasti Works!
  • 9 APK Cuan Gratis Tanpa Deposit Penghasil Uang Nyata, Langsung WD ke Saldo DANA!
Kembali Keatas