Bahaya yang Mengancam Dibalik Teknologi Facial Recognition FBI

Default

Kamu mungkin sudah tidak asing lagi dengan teknologi "face recognition". Ya, sejumlah film aksi Hollywood memperlihatkan kecanggihan teknologi ini, film Jason Bourne misalnya.

Di mana para pihak berwajib dapat melacak keberadaan penjahat atau seseorang, dengan mengidentifikasi wajah seseorang melalui kamera pengawas. Nah bagaimana jika teknologi ini benar-benar diterapkan di dunia nyata?

BACA JUGA
  • Sistem Biometric Bakal Gantikan Paspor Untuk Verifikasi Identitas?
  • Apple vs FBI: Siapa yang Benar dan Salah?
  • Situs FBI Di-Hack! Data-Data Agen Rahasia Bocor Di Internet

Pro dan Kontra Teknologi Facial Recognition Milik FBI

Apa Itu Face Recognition

Teknologi Facial Recognition Fbi 1

Teknologi pengenal wajah ini memanfaatkan kecocokan tekstur lekuk wajah dengan data wajah yang tersimpan dalam sebuah database.

Teknologi ini memang memiliki sistem yang berbeda dibandingkan sistem biometrik lainnya, karena tidak memerlukan kontak secara fisik dengan alat pendeteksinya.

Selain itu, teknologi ini dapat diintegrasikan ke dalam database akses keamanan. Misalnya, dapat digunakan untuk mencari daftar pencarian orang.

FBI Punya Program Face Recognition

Face Recognition Jason Bourne

Kini teknologi face recognition tak hanya terdapat di film-film saja, tapi sudah benar-benar ada di dunia nyata. Federal Bureau of Investigation (FBI) telah mengembangkan program pengenalan wajah.

Hal ini memungkinkan penegak hukum mengidentifikasi orang-orang di Amerika Serikat tanpa sepengetahuan mereka.

Ini Alat Hacking Yang Digunakan Fbi Untuk Membobol Iphone
Ini Alat Hacking yang Digunakan FBI untuk Membobol iPhone
Singkat cerita, FBI meminta bantuan kepada Apple untuk membuka kunci layar iPhone 5C. Apple menolak dan ini alat hacking yang digunakan FBI untuk membobol iPhone.
LIHAT ARTIKEL

FBI pun diam-diam telah memperluas akses ke database foto dan teknologi pengenalan wajah untuk mendukung penyelidikan mereka. Namun, anggota parlemen telah menyuarakan ketidak percayaan yang mendalam pada kemampuan biro untuk melindungi gambar-gambar dari jutaan warga Amerika.

Anggota parlemen ingin tahu mengapa FBI tidak memberitahu masyarakat mengenai program tersebut. Sidang pun telah diselenggarakan oleh Dewan Komite Pengawasan dan Reformasi Pemerintah pada tanggal 22 Maret lalu.

Menurut laporan dari Government Accountability Office, FBI kini memiliki akses ke lebih dari 411 juta foto, banyak di antaranya tidak pernah melakukan kejahatan.

Teknologi ini sendiri masih belum sempurna, program masih kesulitan mengenali orang-orang dari ras tertentu. Masih kurang akurat ketika mencoba untuk mengidentifikasi orang kulit hitam misalnya.

Akhir Kata

Teknologi ini memang punya banyak manfaat yang sungguh 'luar biasa'. Tanggung jawabnya sangat besar, namun cenderung menyalahi privasi.

Tentu bisa sangat berbahaya jika disalah gunakan, karena itu dibutuhkan pengawasan yang ketat dan keterbukaan agar tidak melampaui batas. Bagaimana pendapat kamu?

Baca juga artikel seputar FBI atau tulisan dari Lukman Azis lainnya.

ARTIKEL TERKAIT
Cara Edit Foto Double Exposure Di Android Dengan Snapseed
Kreatif! Ini Cara Edit Foto Double Exposure di Android dengan Snapseed
5 Game Superhero Marvel Terbaik Di Android Yang Wajib Kamu Mainkan
5 Game Superhero Marvel Terbaik di Android, Nyesel Nggak Install!
Cara Menonaktifkan Layar Sentuh Di Smartphone Android Tanpa Root
Cara Menonaktifkan Layar Sentuh di Smartphone Android Tanpa Root
Fitur Android O
8 Fitur Android O, Picture-in-picture Video hingga Teknologi WiFi Baru
Kenapa Cia Menggunakan Game Untuk Melatih Agennya Ini Alasannya
CIA Gunakan Game untuk Melatih Agennya! Ini Alasannya
APPS TERKAIT
Capsa Royale Icon
Capsa Royale 3.1.1
Games 88 Entertaiment
Jalantikus Icon
JalanTikus 2.5.2
Apps JalanTikus.com
Babe Baca Berita Indonesia Icon
Babe - Baca Berita 7.6.2
Apps Mainspring
Dress Up Diary Icon
Dress Up Diary 1.3.43
Games Maingames
Tautan berhasil disalinX
x

Keluar dari JalanTikus

Popup External Background JalanTikus

Apakah anda yakin untuk meninggalkan website JalanTikus?

Ya
Batal