Manajemen keuangan rumah tangga menjadi topik hangat di media sosial setelah beredarnya video seorang suami yang membatasi anggaran belanja bulanan istrinya. Kejadian ini memicu perdebatan tentang peran dan tanggung jawab dalam pengelolaan keuangan keluarga.
Video yang diunggah akun TikTok @guztatang menampilkan seorang wanita yang sedang berbelanja di sebuah swalayan. Suaminya, yang merekam video tersebut, terlihat memantau setiap barang yang dimasukkan ke dalam keranjang belanja. Sang suami menegaskan bahwa istrinya tidak diperbolehkan membelanjakan lebih dari Rp150.000.
"Istri belanja harus dipantau, jangan lebih dari Rp150 ribu biar gak bangkrut suami," tulis akun tersebut dalam deskripsi video.
Pasangan ini terlihat membeli beberapa kebutuhan pokok seperti mi instan, pasta gigi, dan barang-barang rumah tangga lainnya. Di akhir video, suami menunjukkan struk belanja yang mencapai Rp145.000, membuktikan bahwa ia berhasil menekan pengeluaran sesuai batas yang ditentukan.
Praktik ini memunculkan pertanyaan tentang pembagian peran dalam rumah tangga. Umumnya, istri sering disebut sebagai "Menteri Keuangan" keluarga karena bertanggung jawab mengelola pengeluaran rumah tangga. Namun, dalam kasus ini, suami mengambil alih kontrol keuangan hingga ke level mikro.
Video tersebut memicu reaksi beragam dari netizen. Banyak yang mengkritik tindakan suami, menganggapnya terlalu pelit dan tidak realistis mengingat harga kebutuhan pokok saat ini. Beberapa komentar menyoroti kekhawatiran tentang dinamika hubungan yang tidak sehat.
"Dasar laki-laki miss queen," komentar seorang netizen.
"Kasihan istrinya," tulis yang lain.
Ada pula yang melihat situasi ini sebagai refleksi dari ketakutan akan pernikahan, "Ini yang dimaksud marriage is scary ya teman2 ".
Insiden ini menimbulkan diskusi lebih luas tentang pentingnya komunikasi dan kepercayaan dalam pengelolaan keuangan keluarga. Para ahli hubungan sering menekankan bahwa keputusan finansial sebaiknya diambil bersama, dengan mempertimbangkan kebutuhan dan prioritas kedua belah pihak.
Meskipun penghematan penting dalam manajemen keuangan rumah tangga, pembatasan yang terlalu ketat dapat menimbulkan ketegangan. Diperlukan keseimbangan antara kehati-hatian finansial dan pemenuhan kebutuhan dasar keluarga.