Ini Agama yang Dianut 10 CEO Perusahaan Teknologi, Banyak yang Atheis?

Ditulis oleh Jaka - Selasa, 26 April 2022, 19:00
Apakah para CEO perusahaan teknologi sekaligus orang terkaya di dunia memiliki agama? Apa agama para CEO ini? Berikut ulasannya!

Apa pun agama yang dianut oleh seseorang, pastilah bertujuan untuk mengembangkan diri menjadi lebih baik dengan ajaran-ajaran tertentu. Termasuk para CEO perusahaan yang juga jadi orang terkaya di dunia.

Banyak pemimpin perusahaan penting di dunia menganggap keimanan sebagai hal privat, tapi bukan berarti mereka tak terbuka menunjukkan keyakinan.

Memang, agama menjadi salah satu sisi pribadi dan private dari seseorang, rasanya cukup jauh jika mempertanyakan agama dan keyakinan seseorang terlalu dalam.

Namun, terkadang rasa penasaran pasti muncul, entah itu penasaran dengan kisah hidup, keluarga, hingga agama. Apalagi, jika membahas para CEO perusahaan yang memiliki popularitas dan kekayaan besar.

Dengan catatan, agama yang dianut mereka secara pribadi atau personal bisa jadi berbeda.

Apakah kamu salah satu yang juga kepo dengan agama yang dianut CEO perusahaan teknologi di dunia? Info yang Jaka himpun hanya berdasarkan riset mendalam di internet. Yuk simak selengkapnya berikut ini!

1. Brian K. Bedford, Republic Airways Holdings, Inc.

Sumber foto: ainonline.com

Brian K. Bedford adalah CEO dari Republic Airways Holdings, Inc. Bedford dikenal sebagai pemimpin perusahaan yang membawa ajaran agama Katolik ke ruang kerja. Meski Katolik taat, Bedford tak memaksakan keyakinannya pada orang lain.

ADVERTISEMENT

Menariknya lagi, perusahaan penerbangan regional terbaik di Amerika Serikat ini tak mempersoalkan iman pekerjanya. Bahkan, perusahaan milik Bedford menginginkan keberagaman sebagai salah satu kekuatan perusahaan.

2. Pierre Omidyar, eBay Inc.

Sumber foto: Fortune

Pierre Omidyar adalah salah satu CEO religius yang juga menerapkan ajaran agama dalam perusahaan dan kehidupannya. Omidyar menganut agama Budha dan meyakini bahwa perdamaian adalah kunci kebahagiaan.

Nilai tersebut diterapkan pada keluarga dan perusahaan eBay Inc. Sebagai pengikut Dalai Lama, Omidyar juga termasuk salah satu orang terkaya Amerika yang gemar melakukan kerja filantropi.

3. Indra Nooyi, PepsiCo

Sumber foto: HBR

Indra Nooyi adalah CEO dari PepsiCo yang beragama Hindu. Hebatnya, dia adalah salah satu CEO wanita yang menduduki jabatan puncak di perusahaan penting Amerika.

Sama seperti Omidyar, Nooyi juga menerapkan ajaran agamanya dalam kehidupan, baik di rumah maupun di perusahaannya. Dia dikenal orang yang sungkan mengonsumsi daging dan alkohol sebagai bentuk keimanan.

Bahkan, Nooyi mengaku menyimpan patung Ganesha di kantor. Patung tersebut dianggap sebagai pengingat keimanannya.

4. Sundar Pichai, Alphabet Inc

Alphabet Inc adalah salah satu anak perusahaan Google yang dipimpin oleh Sundar Pichai. Alphabet adalah salah satu dari Lima Besar perusahaan teknologi informasi Amerika , bersama Amazon, Apple, Meta, dan Microsoft.

Sundar Pichai, CEO Alphabet saat ini, dikenal sebagai seorang yang menganut agama Hindu. Setidaknya, ia dibesarkan dengan agama Hindu saat masih berada di India. Kini, ia sudah berpindah kewarganegaraan menjadi warga negara Amerika Serikat.

5. Eddy Kusnadi Sariaatmadja, Elang Mahkota Teknologi (Emtek)

Nah, kalau yang satu ini berasal dari dalam negeri, yaitu Eddy Kusnadi Sariaatmadja. Beliau merupakan pendiri dari Elang Mahkota Teknologi atau EMTEK.

Eddy Kusnadi Sariaatmadja merupakan seorang yang dibesarkan oleh ayah beragama Muslim, yaitu Mohamad Soeboeb Sariaatmadja.

Namun, Eddy Kusnadi Sariaatmadja sendiri diketahui beragama Kristen Protestan. Ia Sukses dalam kariernya terlihat dari bagaimana perusahaan yang didirikannya berkembang hingga saat ini.

EMTEK bergerak pada berbagai bidang, di antaranya adalah media, aplikasi, yayasan, dan konektivitas. Beberapa produk EMTEK, antara lain Vidio, SCTV, dan sebagainya.

6. Mark Zuckerberg, Facebook

Berlanjut ke pendiri Facebook, Mark Zuckerberg, seorang CEO yang dikenal sebagai salah satu orang yang paling kaya di Amerika menurut Forbes.

Mark Zuckerberg sempat digosipkan sebagai seorang atheis, tapi pada 2016 lalu ia menyatakan sedang merayakan Natal melalui unggahannya dalam Facebook.

Dalam unggahannya, ia menyebutkan 'Merry Christmas and Happy Hanukkah' yang merujuk pada agama Kristen.

Dikutip dari Telegraph, Mark Zuckerberg sendiri memang dibesarkan dalam keluarga Yahudi. Dibuktikan dari komentarnya soal atheisme yang dianutnya.

No. I was raised Jewish and then I went through a period where I questioned things, but now I believe religion is very important - Mark Zuckerberg

Di sisi lain, ia juga memuji agama Buddha yang dianut oleh isterinya, Priscilla Chan. Apapun yang dianutnya saat ini, yang pasti itu terbaik untuknya.

7. Nabeel Gareeb, MEMC

Selanjutnya adalah Nabeel Gareeb yang merupakan seorang mantan CEO MEMC atau yang kini berubah menjadi SunEdison.

MEMC bergerak dalam produksi teknologi pembangkit listrik bertenaga matahari. Ia menjabat sebagai CEO sejak 2002 hingga 2008.

Ia merupakan seorang Muslim yang berkebangsaan Amerika, sukses dalam kariernya di MEMC. Ia pernah dinobatkan sebagai seorang CEO dengan pendapatan terbesar ke-24 tahun 2006, menurut CNN Money.

Selain itu juga pernah dinobatkan sebagai CEO dengan pendapatan terbesar keenam di AS pada 2008, menurut Forbes.

Luar biasa ya, geng. Melihat bagaimana seorang Muslim yang berkebangsaan Amerika dapat memiliki prestasi yang begitu luar biasa.

Sebenarnya tidak ada pernyataan langsung dari dirinya yang menyatakan bahwa ia seorang muslim. Mungkin hal ini ia lakukan untuk membuat kehidupan pribadinya untuk diri sendiri.

8. Jack Dorsey, Twitter

Kamu suka main Twitter? Tentu kamu pernah dengar nama Jack Dorsey, CEO Twitter. Ia merupakan seorang berkebangsaan Amerika yang dibesarkan dengan agama Katolik.

Sejak kecil, Jack Dorsey memiliki pendidikan di institut Katolik. Lalu, ia tumbuh dengan agama yang sama sejak kecil.

Jack Dorsey dikenal sebagai seorang pekerja keras dan memfokuskan kehidupannya terhadap karier. Terbukti atas penghargaan 'Innovator of the Year' pada 2012.

9. Jan Koum, WhatsApp

Kali ini adalah Jan Koum dari perusahaan WhatsApp yang bergerak dalam layanan kirim pesan. Jan Koum dilahirkan di Ukraina.

Ia berasal dari keluarga berkebangsaan Yahudi. Tidak diketahui pasti agama apa yang dianutnya saat ini.

Namun, jika mengikuti kepercayaan keluarganya yang berasal dari Yahudi, maka seharusnya juga menganut agama Yahudi.

10. Bill Gates, Windows

Siapa yang tak kenal dengan Windows? Salah satu sistem operasi PC terbesar di dunia yang sudah ada sejak 1985 lalu dengan nama Windows 1.0, dipimpin oleh seorang CEO bernama Bill Gates.

Walau kini sudah digantikan dengan yang baru, tapi nama Bill Gates selalu teringat saat membahas tentang Windows. Ia membesarkan anaknya dalam ajaran Katolik, serta mengajarkannya untuk aktif melayani dalam gereja.

Dalam wawancara bersama Rolling Stone, Bill Gates menyebutkan bahwa agama itu penting.

The moral systems of religion, I think, are super important. We've raised our kids in a religious way; they've gone to the Catholic church that Melinda goes to and I participate in. I've been very lucky, and therefore I owe it to try and reduce the inequity in the world. And that's kind of a religious belief. I mean, it's at least a moral belief - Bill gates

Akhir Kata

Itu dia agama yang dianut oleh berbagai CEO perusahaan teknologi di dunia. Agama memang penting untuk dianut, tapi harus diterapkan juga bagaimana agama mempengaruhi kehidupan, termasuk karier seseorang.

Baca juga artikel seputar CEO Teknologi atau artikel menarik lainnya dari Daniel Cahyadi.

undefined
Kembali Keatas