YouTube Uji Coba Premium Lite, Paket Murah Nonton Hemat Kuota Bisa Bebas Iklan

Ditulis oleh Azhar Ilyas - Friday, 18 October 2024, 15:30
YouTube uji coba paket Premium Lite dengan iklan terbatas yang lebih murah dibanding paket Premium standar. Sudah ada di Indonesia?

Tidak semua pengguna YouTube mau berlangganan paket Premium karena harganya yang dinilai cukup tinggi. Menyadari hal ini, YouTube telah memperkenalkan alternatif yang lebih terjangkau, yaitu Premium Lite.

Dengan harga sekitar setengah dari paket Premium standar, Premium Lite hanya menawarkan satu keuntungan, yaitu bebas dari iklan. Ya, pengguna tidak akan mendapatkan fitur tambahan seperti akses ke YouTube Music, kemampuan mengunduh video untuk ditonton offline, atau memutar video di latar belakang.

Meski demikian, paket ini menarik bagi pengguna yang ingin menonton video tanpa terganggu iklan.

BACA JUGA: 8 Cara Nonton YouTube Dapat Uang Terbaru, Dibayar Rupiah dan Dolar!

YouTube Uji Coba Premium Lite

Premium Lite sebenarnya sudah ada sejak lama, tetapi pada akhir tahun lalu fitur ini mulai ditarik dari beberapa negara. Meski begitu, Google belum sepenuhnya menghapus paket ini dan masih melakukan uji coba di Thailand.

Baru-baru ini, Premium Lite kembali terlihat di beberapa negara. Google telah mengonfirmasi kepada Android Authority bahwa pengujian sedang berlangsung di negara-negara seperti Australia, Jerman, dan Thailand.

Namun, belum ada informasi kapan paket ini akan diperluas ke negara lain atau kapan pengguna bisa berlangganan secara resmi.

Di awal tahun ini, YouTube mengumumkan bahwa pelanggan paket Premium, termasuk Premium untuk YouTube Music, telah mencapai lebih dari 100 juta. Dengan rencana kenaikan harga yang dijadwalkan pada November mendatang, masih belum jelas apakah jumlah pelanggan ini akan bertambah atau berkurang.

ADVERTISEMENT

BACA JUGA: Persis TikTok, YouTube OTW Tambah Durasi Shorts Jadi 3 Menit

Harga YouTube Premium Makin Mahal

YouTube Premium beberapa waktu lalu mengumumkan kenaikan harga langganan yang akan berdampak pada pengguna di berbagai negara, termasuk di Eropa dan Asia. Indonesia jadi salah satu negara yang terpengaruh atas kenaikan harga ini.

Beberapa negara Eropa yang terpengaruh adalah Irlandia, Belanda, Italia, Belgia, Swiss, Denmark, Swedia, Norwegia, dan Republik Ceko. Sementara itu, di Asia, kenaikan ini terjadi di Singapura, Uni Emirat Arab, Malaysia, Arab Saudi, Indonesia, dan Thailand. Bahkan, Kolombia juga mengalami hal yang sama.

Di Indonesia, harga paket individu naik dari Rp59.000 menjadi Rp69.000. Paket keluarga melonjak dari Rp99.000 menjadi Rp139.000. Artinya, ada peningkatan sekitar 17% untuk paket individu dan 40% untuk paket keluarga.

Banyak pengguna yang merasa bahwa harga baru ini sudah terlalu tinggi. Para pengguna mulai mempertanyakan nilai yang ditawarkan oleh layanan tersebut.

Baca artikel dan berita menarik lainnya dari JalanTikus di Google News

Kembali Keatas