Banyak orang meyakini bahwa mobil listrik terbaru tidak mengeluarkan emisi karbon sama sekali. Apakah betul? Kebetulan sekali, Jaka punya info lengkap seputar fakta-fakta emisi karbon mobil listrik buat kamu di sini.
Mobil listrik adalah kendaraan yang menggunakan tenaga listrik sebagai sumber energinya. Sebab tidak memiliki knalpot, alhasil banyak orang menganggap bahwa mobil listrik tidak mengeluarkan emisi karbon dan lebih ramah lingkungan. Padahal, fakta tersebut tidak sepenuhnya benar.
Masih nggak percaya? Daripada bingung, yuk teruskan membaca untuk mengetahui jawabannya!
Apakah Mobil Listrik Bebas Emisi Karbon? Ini Faktanya
Salah satu mitos yang sering beredar tentang emisi karbon mobil listrik adalah mobil listrik tidak mengeluarkan sisa karbon sama sekali. Mitos ini mungkin berasal dari anggapan bahwa mobil listrik tidak memiliki knalpot yang mengeluarkan gas buang seperti mobil konvensional.
Namun, mitos ini tidak benar karena mobil listrik tetap mengeluarkan emisi karbon di tahap-tahap lain dari siklus hidupnya. Mobil listrik hanya tidak mengeluarkan emisi karbon di tahap penggunaan kendaraan karena menggunakan tenaga listrik alih-alih bensin (BBM).
Baca juga: Emisi Pembuatan Baterai EV Dianggap Lebih Tinggi, Ini Kata Kemenperin!
Dampak Emisi Karbon Mobil Listrik
Emisi karbon dari mobil listrik ternyata tetap berdampak bagi lingkungan sekitarnya, geng. Contohnya seperti penggunakan sumber daya alam yang terbatas dan berpotensi berbahaya, seperti litium, kobalt, nikel, dan grafit, untuk membuat baterai.
Baterai mobil listrik juga memiliki masalah dalam hal daur ulang dan pembuangan, karena mengandung bahan kimia yang bisa mencemari tanah dan air. Hal tersebut pernah dibahas dalam laporan International Council on Clean Transportation (ICCT), sebuah organisasi independen yang melakukan penelitian dan analisis tentang transportasi bersih dan efisien.
Laporan ICCT tahun 2018 menyajikan perbandingan emisi karbon mobil listrik vs mobil konvensional di 59 negara dan wilayah di dunia. Laporan ini juga memperkirakan perkembangan emisi karbon mobil listrik hingga tahun 2030.
Dari penelitian yang dilakukan ICCT, ditemukan bahwa rata-rata emisi karbon mobil listrik di dunia adalah sekitar 70 gram CO2 per kilometer (gCO2/km). Memang jauh lebih kecil dari emisi karbon mobil konvensional sekitar 170 gCO2/km. Meski begitu, itu artinya mobil listrik tetap meninggalkan jejak emisi karbon.
Siklus Emisi Karbon Mobil Listrik
Seperti yang dikatakan sebelumnya, emisi karbon mobil listrik datang dari siklus hidupnya secara keseluruhan. Adapun siklus mobil listrik meliputi empat tahap, yakni:
1. Produksi Baterai
Tahap ini melibatkan ekstraksi dan pengolahan bahan baku, seperti litium, kobalt, nikel, dan grafit, yang digunakan untuk membuat baterai mobil listrik. Tahap ini juga melibatkan transportasi dan perakitan baterai di pabrik.
2. Produksi Kendaraan
Tahap ini melibatkan pembuatan komponen-komponen lain dari mobil listrik, seperti bodi, kaca, ban, dan perangkat elektroniknya. Tahap ini juga melibatkan transportasi dan perakitan kendaraan di pabrik.
3. Penggunaan Kendaraan
Tahap ini melibatkan pengisian baterai dan pengoperasian mobil listrik di jalan. Tahap ini juga melibatkan pemeliharaan dan perbaikan kendaraan selama masa pakainya.
4. Pembuangan Kendaraan
Tahap ini melibatkan pembongkaran dan daur ulang atau pembuangan komponen-komponen dari mobil listrik, termasuk baterai, setelah masa pakainya berakhir.
Perlu diperhatikan bahwa setiap tahapan siklus di atas menghasilkan sejumlah emisi karbon mobil listrik, geng. Tentunya pembuangan sisa karbon tersebut bisa dihitung dengan rumus tertentu yang akan kita bahas di bawah.
Baca juga: 4 Komponen Utama pada Mesin Mobil Listrik, Simpel Banget!
Faktor-Faktor Emisi Karbon Mobil Listrik
Selain siklus hidup, ada pula sejumlah faktor yang memengaruhi emisi karbon mobil listrik, antara lain:
Sumber energi: Sumber energi yang digunakan untuk menghasilkan listrik yang digunakan untuk mengisi baterai dan memproduksi komponen-komponen mobil listrik. Sumber energi bisa berasal dari pembangkit listrik tenaga air, angin, surya, nuklir, gas alam, batu bara, atau minyak.
Efisiensi energi: Efisiensi energi yang menunjukkan seberapa banyak energi yang hilang atau terbuang selama proses produksi, pengisian, dan penggunaan mobil listrik. Efisiensi energi bisa dipengaruhi oleh teknologi, infrastruktur, iklim, dan perilaku pengguna.
Jarak tempuh: Jarak tempuh mobil listrik menunjukkan seberapa jauh kendaraan bisa berjalan dengan satu kali pengisian baterai. Jarak tempuh bisa dipengaruhi oleh ukuran dan kapasitas baterai, berat dan aerodinamika kendaraan, kecepatan dan gaya berkendara, serta kondisi jalan dan cuaca.
Baca juga: 10 Mobil Listrik dengan Jarak Tempuh Terbaik di 2023
Rumus Hitungan Emisi Karbon Mobil Listrik
Uniknya, emisi karbon mobil listrik bisa dihitung dengan rumus tertentu, lho. Berikut rinciannya:
| Parameter | Formula |
|---|---|
| Emisi Karbon Mobil Listrik | (Emisi Karbon Produksi Baterai + Emisi Karbon Produksi Kendaraan + Emisi Karbon Penggunaan Kendaraan + Emisi Karbon Pembuangan Kendaraan) / Jumlah Kilometer Selama Masa Pakai |
| Emisi Karbon Produksi Baterai | (Energi yang Digunakan untuk Produksi Baterai x Faktor Emisi Sumber Energi) / Kapasitas Baterai |
| Emisi Karbon Produksi Kendaraan | (Energi yang Digunakan untuk Produksi Kendaraan x Faktor Emisi Sumber Energi) / Berat Kendaraan |
| Emisi Karbon Penggunaan Kendaraan | (Energi yang Digunakan untuk Pengisian Baterai x Faktor Emisi Sumber Energi) / Efisiensi Energi |
| Emisi Karbon Pembuangan Kendaraan | (Energi yang Digunakan untuk Pembuangan Kendaraan x Faktor Emisi Sumber Energi) / Tingkat Daur Ulang |
| Jumlah Kilometer Selama Masa Pakai | Jarak Tempuh x Masa Pakai |
Rumus ini bisa digunakan untuk menghitung emisi karbon mobil listrik secara rata-rata atau spesifik, tergantung pada data yang tersedia. Data-data lebih lanjut sebagai bahan perhitungan bisa kamu dapatkan dari produsen, pemerintah, lembaga penelitian, atau organisasi lingkungan.
Baca juga: Bagaimana Cara Kerja Mobil Listrik dengan Akselerasi Tercepat? Ini Jawabannya
Akhir Kata
Demikianlah penjelasan lengkap terkait fakta-fakta emisi karbon mobil listrik. Jadi, sudah jelas ya kalau kendaraan listrik tetap mengeluarkan sisa-sisa karbon. Hanya saja, angkanya memang lebih kecil ketimbang kendaraan biasa.
Walau begitu, tetap tidak ada salahnya untuk mulai beralih ke mobil dan motor listrik ramah lingkungan demi mengurangi polusi serta menjaga kelestarian lingkungan. Semoga bermanfaat!
Baca artikel dan berita menarik dari JalanTikus lainnya di Google News
Baca juga artikel tentang Mobil Listrik Terbaik untuk Keluarga, Sepeda Listrik Hits Saat Ini, atau artikel EV menarik lainnya dari Kiki.