7 Fakta Virus Hanta (Hantavirus) dari Tikus 2026: Gejala, Penularan & Cara Mencegah

Ditulis oleh Laila - Sunday, 10 May 2026, 08:40
Hantavirus adalah kelompok virus zoonosis yang ditularkan dari hewan pengerat (tikus) ke manusia. Penularan terjadi melalui partikel debu yang terkontaminasi urin, kotoran, atau air liur tikus terinfeksi.
Q: Apa itu virus hanta (hantavirus) yang ditularkan tikus?

A: Hantavirus adalah kelompok virus zoonosis yang ditularkan dari hewan pengerat (tikus) ke manusia. Penularan terjadi melalui partikel debu yang terkontaminasi urin, kotoran, atau air liur tikus terinfeksi. Virus ini bisa menyebabkan demam berat hingga gagal napas akut dengan tingkat kematian mencapai 12 60% pada kasus berat seperti varian Andes.

Belakangan ini jagat kesehatan dunia dihebohkan dengan kemunculan hantavirus di kapal pesiar MV Hondius yang menewaskan tiga orang. Kabar ini sontak bikin publik Indonesia bertanya-tanya: sebenarnya apa sih virus hanta yang ditularkan tikus ini, seberapa bahaya, dan apa sudah ada kasus di Indonesia?

Yang bikin makin merinding, Kementerian Kesehatan RI melaporkan bahwa dalam tiga tahun terakhir (2024 2026) sudah ada 23 kasus hantavirus terkonfirmasi di Indonesia, tersebar di 9 provinsi, dengan 3 kasus kematian! Artinya, virus ini bukan cuma momok di luar negeri tapi udah ada di sekitar kita.

BACA JUGA: Cara Mencegah Penyakit dari Tikus di Musim Banjir

DISCLAIMER:

Artikel ini bersifat informatif dan edukatif berdasarkan data dari Kemenkes RI, WHO, dan sumber terpercaya. Jika kamu mengalami gejala yang mencurigakan, segera periksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat.

1. Apa Itu Virus Hanta (Hantavirus)?

Hantavirus adalah kelompok virus dari genus Orthohantavirus yang secara alami menginfeksi hewan pengerat, terutama tikus. Virus ini bersifat zoonosis, artinya bisa menular dari hewan ke manusia.

Pertama kali ditemukan di Korea Selatan pada tahun 1976, virus ini dinamai berdasarkan Sungai Hantan tempat pertama kali diidentifikasi. Bedanya hantavirus dengan penyakit lain yang juga ditularkan tikus (seperti leptospirosis) adalah cara penularannya.

Kalau leptospirosis menular lewat air atau tanah yang terkontaminasi urin tikus, hantavirus menular lewat udara tepatnya melalui aerosol atau debu yang sudah terkontaminasi partikel kotoran, urin, atau air liur tikus yang terinfeksi. Kamu nggak perlu digigit tikus untuk tertular, Gengs. Cukup menghirup debu kotoran tikus yang sudah mengering, virus bisa masuk ke tubuh.

ADVERTISEMENT
Sumber foto: IST - Ilustrasi virus hanta di bawah mikroskop

2. Sejarah dan Jenis Hantavirus di Dunia

Hantavirus bukanlah virus baru. Sejak ditemukan lima dekade lalu, para ilmuwan sudah mengidentifikasi ratusan jenis hantavirus pada hewan pengerat di berbagai belahan dunia. Tapi nggak semuanya berbahaya buat manusia.

Jenis Hantavirus Utama:

Jenis Virus Wilayah Tingkat Kematian Penularan Manusia ke Manusia
Andes Virus (ANDV) Amerika Selatan 12 60% Terbatas (kontak dekat)
Sin Nombre Virus (SNV) Amerika Utara 30 40% Tidak
Seoul Virus (SEOV) Asia, Eropa, Indonesia 1 15% Tidak
Hantaan Virus (HTNV) Asia Timur 5 15% Tidak
Puumala Virus (PUUV) Eropa 0,1 1% Tidak

Dari tabel di atas, kamu bisa lihat bahwa Seoul Virus (SEOV) adalah jenis yang dominan di Asia termasuk Indonesia, dengan tingkat keganasan yang lebih rendah dibanding varian Andes. Tapi tetap aja nggak bisa dianggap enteng!

3. Kasus Hantavirus di Kapal MV Hondius yang Heboh

Berita yang bikin hantavirus jadi trending adalah wabah di kapal pesiar mewah MV Hondius. Kapal ini berlayar dari Ushuaia, Argentina, pada 1 April 2026, membawa sekitar 150 penumpang dan awak dari 28 negara.

Setelah berlayar selama beberapa hari, virus mulai menyebar. Tiga orang meninggal dunia: - Pria asal Belanda (70 tahun) meninggal 11 April 2026 - Istri pria tersebut (69 tahun) - Seorang perempuan asal Jerman

WHO kemudian mengonfirmasi bahwa lima dari delapan kasus suspek di kapal tersebut positif hantavirus jenis Andes virus (ANDV) varian paling mematikan dengan tingkat kematian hingga 60%!

Negara-negara di seluruh dunia langsung bergerak melacak penumpang yang sudah turun dari kapal. Singapura bahkan mengisolasi dua warganya yang ikut dalam pelayaran tersebut dan menjadi suspek hantavirus.

Sumber foto: IST - Kapal pesiar MV Hondius yang menjadi pusat wabah hantavirus

4. Fakta Hantavirus di Indonesia

Nah, ini yang paling penting buat kamu ketahui, Gengs! Indonesia sudah punya kasus hantavirus sejak lama, bukan cuma karena imbas dari kapal MV Hondius.

Data Kasus Hantavirus di Indonesia (2024 2026):

Detail Angka
Total Kasus Terkonfirmasi 23
Jumlah Kematian 3 (tingkat kematian 13%)
Provinsi Terdampak 9 provinsi
Kasus Terbanyak Jakarta & Yogyakarta (masing-masing 6 kasus)
Jenis Virus Seoul Virus (SEOV)
Tahun Terbanyak 2025 (17 kasus)

Provinsi dengan Kasus Hantavirus: - Jakarta: 6 kasus - Yogyakarta: 6 kasus - Jawa Barat: 5 kasus - Kalimantan Barat: 1 kasus - Sumatera Barat: 1 kasus - Banten: 1 kasus - Sulawesi Utara: 1 kasus - Nusa Tenggara Timur: 1 kasus - Jawa Timur: 1 kasus

Epidemiolog Masdalina Pane menjelaskan bahwa sebenarnya sudah ada lebih dari 250 kasus suspek dalam tiga tahun terakhir, tapi hanya 23 yang terkonfirmasi positif. Ini menunjukkan bahwa hantavirus sering tidak terdeteksi karena gejalanya mirip penyakit lain.

Berita baiknya: Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin memastikan Indonesia sudah punya rapid test dan reagen PCR untuk mendeteksi hantavirus, jadi penanganan bisa lebih cepat.

5. Gejala Hantavirus yang Wajib Kamu Waspadai

Hantavirus punya gejala awal yang sangat mirip dengan penyakit umum seperti DBD, tifoid, atau leptospirosis. Karena itu, banyak kasus yang luput dari deteksi. Kenali gejalanya biar nggak telat!

Gejala Awal (1 5 hari pertama): - Demam tinggi mendadak - Nyeri otot parah - Lemas dan kelelahan ekstrem - Mual dan muntah - Sakit kepala - Pusing - Nyeri perut

Gejala Lanjutan (5 10 hari kemudian): - Batuk kering - Sesak napas berat - Paru-paru terisi cairan (Hantavirus Pulmonary Syndrome) - Tekanan darah turun drastis - Gagal napas akut

Pada kasus berat, pasien bisa mengalami Acute Respiratory Distress Syndrome (ARDS) kondisi di mana paru-paru gagal memasok oksigen ke tubuh. Tanpa penanganan ICU yang cepat, risiko kematian sangat tinggi.

Yang bikin makin serem, pada stadium awal hantavirus susah dibedakan dari flu biasa. Tapi kalau dalam 3 5 hari demam nggak turun dan mulai muncul sesak napas, segera ke dokter!

BACA JUGA: Cara Meningkatkan Daya Tahan Tubuh Secara Alami

6. Cara Penularan Hantavirus

Banyak yang mengira penularan hantavirus sama kayak DBD (lewat gigitan nyamuk) atau COVID-19 (lewat percikan bersin). Padahal, cara penularannya unik dan sering tidak disadari.

Cara Penularan: - Inhalasi aerosol (paling utama) Menghirup debu yang sudah terkontaminasi kotoran, urin, atau air liur tikus yang sudah mengering - Kontak langsung Menyentuh permukaan yang terkontaminasi lalu menyentuh mulut, hidung, atau mata - Gigitan tikus Jarang terjadi, tapi tetap bisa

Yang nggak menularkan hantavirus: - Makanan/minuman (kecuali terkontaminasi langsung) - Nyamuk atau serangga lain - Udara terbuka (tidak ada tikus) - Orang ke orang (untuk sebagian besar varian, kecuali Andes virus)

Faktor risiko tinggi: tinggal di daerah dengan sanitasi buruk, sering banjir, gudang, pelabuhan, area pertanian, dan tempat dengan populasi tikus tinggi.

7. Cara Mencegah Penularan Hantavirus di Rumah

Nggak perlu panik, Gengs! Hantavirus bisa dicegah dengan langkah-langkah sederhana. Ini tips yang wajib kamu terapkan:

Tips Pencegahan: - Jaga kebersihan rumah Bersihkan sudut-sudut rumah, gudang, dan area yang berpotensi jadi sarang tikus - Hindari menyapu kotoran tikus dalam keadaan kering Basahi dulu dengan disinfektan atau air, baru bersihkan. Ini penting banget karena debu kering bisa mengandung virus yang melayang di udara - Pakai masker dan sarung tangan Saat membersihkan area yang ada kotoran tikusnya - Tutup makanan Simpan makanan dalam wadah tertutup biar nggak dihinggapi tikus - Tutup lubang dan celah Tikus bisa masuk lewat celah sekecil 0,5 cm - Pasang perangkap tikus Di area yang sering dilewati tikus - Kelola sampah dengan baik Jangan biarkan sampah menumpuk karena bisa jadi sumber makanan tikus

Ingat: Kuncinya ada di kebersihan lingkungan! Selama kamu menjaga rumah tetap bersih dan bebas tikus, risiko tertular hantavirus sangat kecil.

FAQ

Apakah hantavirus bisa menular dari manusia ke manusia?

Sebagian besar varian hantavirus tidak menular antarmanusia. Pengecualian adalah Andes virus (ANDV) yang terbukti bisa menular lewat kontak langsung sangat dekat. Tapi kemampuan penularannya tetap jauh lebih rendah dibanding COVID-19 atau influenza.

Berapa lama masa inkubasi hantavirus?

Masa inkubasi bervariasi antara 1 5 minggu, dengan rata-rata 2 4 minggu setelah terpapar. Gejala awal biasanya muncul tiba-tiba.

Apakah hantavirus sama dengan leptospirosis?

Tidak sama. Keduanya sama-sama ditularkan tikus, tapi leptospirosis disebabkan bakteri Leptospira dan menular lewat air/ tanah terkontaminasi, sedangkan hantavirus disebabkan virus dan menular lewat aerosol debu kotoran tikus.

Apakah ada vaksin untuk hantavirus?

Saat ini belum ada vaksin yang disetujui secara luas untuk hantavirus. Pencegahan terbaik adalah menghindari paparan dengan tikus dan menjaga kebersihan lingkungan.

Bagaimana cara mendeteksi hantavirus?

Deteksi dilakukan melalui tes laboratorium menggunakan metode PCR atau serologi. Kemenkes RI mengonfirmasi Indonesia sudah memiliki rapid test dan reagen untuk mendeteksi hantavirus.

Seberapa besar risiko hantavirus di Indonesia?

Menurut epidemiolog Dr. Dicky Budiman, risiko penularan di Indonesia masih tergolong rendah. Namun, faktor risiko tetap ada karena tingginya populasi tikus, banjir musiman, dan sanitasi di beberapa daerah.

Apa yang harus dilakukan jika ada tikus di rumah?

Jangan langsung menyapu kotoran tikus dalam keadaan kering bisa membuat partikel virus beterbangan. Basahi area tersebut dengan disinfektan atau campuran pemutih, diamkan 10 15 menit, baru bersihkan sambil pakai masker dan sarung tangan.

Akhir Kata

Virus hanta memang terdengar menakutkan, terutama setelah kasus di kapal MV Hondius yang menewaskan tiga orang. Tapi faktanya, di Indonesia, jenis hantavirus yang beredar (Seoul virus) punya tingkat keganasan lebih rendah. Yang terpenting, penularan bisa dicegah dengan menjaga kebersihan rumah dan lingkungan.

Jangan panik, tapi tetap waspada. Kalau lingkungan rumah kamu bersih dan bebas tikus, risiko tertular nyaris nol. Pastikan juga kamu selalu update informasi dari sumber resmi seperti Kemenkes RI dan WHO.

Ikuti terus JalanTikus di Google News untuk mendapatkan informasi terbaru seputar teknologi, kesehatan, dan aplikasi!

Kembali Keatas