J

A

L

A

N

T

I

K

U

S

!

!

  • HOME
  • Pasang Iklan
  • Hubungi Kami
  • Tentang Kami
  • Kerjasama
 

              Ultrasonic Fingerprint S10 Bisa Dijebol, Katanya Paling Aman?

              Ultrasonic Fingerprint S10 Bisa Dijebol, Katanya Paling Aman?

              00
              Sabtu, 13 Apr 2019, 14:00 WIB
              Sebagai handphone flagship, seharusnya Galaxy S10 sangat aman. Kenyataannya, fitur ultrasonic fingerprint yang dimilikinya bisa dijebol dengan cepat!

              Beberapa tahun terakhir, para manufaktur smartphone berupaya untuk meningkatkan keamanan yang terdapat pada produk-produk mereka.

              Ketika iPhone X pertama kali rilis, mereka memperkenalkan face unlock. Lantas, muncul sensor sidik jari di layar yang dikembangkan oleh beberapa merek.

              Samsung sendiri memperkenalkan ultrasonic fingerprint yang diklaim lebih aman. Tapi, kenapa bisa dijebol dalam waktu yang singkat?

              Apa Itu Ultrasonic Fingerprint?

              Seri Samsung Galaxy S10 memiliki beberapa pilihan keamanan, seperti face unlock dan ultrasonic fingerprint.

              Setelah kemarin terdengar isu bahwa face unlock dari Galaxy S10 bisa dibobol pakai foto, kali ini fitur keamanan yang kedualah yang menjadi permasalahan.

              Sebelumnya, Jaka akan menjelaskan apa itu ultrasonic fingerprint dan apa yang membedakannya dengan sensor sidik jari di layar pada handphone lain.

              Pengertian Ultrasonic Fingerprint

              Ultrasonic Fingeprint Dijebol 1 Ff6de
              Sumber foto: Notebookcheck

              Secara sederhana, ultrasonic fingerprint merupakan sistem keamanan yang berbasis Sense ID.

              Apa itu? Jadi, sensor yang terdapat di layar menggunakan suara ultrasonik dengan frekuensi tingkat tinggi yang tak terdengar manusia.

              Gelombang ini digunakan untuk memetakan detail sidik jari kita. Agar terbaca, kita tetap perlu meletakkan jari kita di layar.

              Tahu bagaimana kelelawar memanfaatkan suara ultrasonik untuk terbang di tempat gelap, bukan? Nah, kurang lebih kerja ultrasonic fingerprint seperti itu.

              Qualcomm, selaku salah satu pihak yang mengembangkan teknologi ini, mengatakan ada latensi sekitar 250 milidetik dan tingkat kesalahan sekitar 1%.

              Ketika perkenalan Galaxy S10, pihak Samsung mengatakan bahwa sensor ini juga mendeteksi aliran darah di jari untuk menghindari peretas yang ingin memalsukan sidik jari.

              Untuk mengaktifkan fitur ini, kamu perlu masuk ke Settings > Biometric and Security > Fingerprints, lalu tambahkan sidik jari kamu.

              Kelebihan Ultrasonic Fingerprint

              Ultrasonic Fingeprint Dijebol 2 6d0a1
              Sumber foto: Engadget

              Karena menggunakan gelombang suara, maka sistem keamanan ini mampu mereproduksi gambar 3D, di mana fingerprint biasa hanya bisa mereproduksi gambar 2D.

              Dengan demikian, maka ultrasonic fingerprint lebih aman karena susah untuk dipalsukan. Hmm, lalu kenapa bisa jebol, ya? Tenang, akan Jaka jelaskan nanti, geng.

              Kelebihan lain dari inovasi ini adalah memungkinkan sidik jari tetap terbaca ketika dihalangi oleh benda-benda tipis seperti kaca, alumunium, hingga plastik.

              Selain itu, sensor ini tidak akan terganggu apabila jari kita sedang berkeringat atau basah karena air.

              Jika demikian canggih, lantas mengapa masih bisa dibobol?

              Bagaimana Ultraprint Fingerprint Dibobol

              Ultrasonic Fingeprint Dijebol 4 7ac76
              Sumber foto: Imgur

              Dalam sebuah postingan di Imgur, ada seseorang yang memberitahu cara bagaimana mengelabuhi sistem keamanan yang dimiliki oleh Galaxy S10.

              Ia memanfaatkan printer 3D untuk mencetak sidik jarinya yang tertinggal di gelas anggur. Dengan sedikit polesan di Photoshop dan 3ds Max Autodex, ia berhasil membuatnya.

              Printer yang ia gunakan adalah Anycubic Photon LCD yang harganya sekitar $460 atau setara dengan Rp6.5 juta.

              Printer 3D tersebut memungkinkan kita untuk mencetak sidik jari lengkap dengan detail garis-garis sidik jari. Tentu, dengan tingkat kedalaman yang menyerupai aslinya.

              Kurang dari 15 menit dan tiga kali penyesuaian, orang yang menggunakan nama alias darkshark tersebut mampu membuat versi sidik jari 3D-nya yang mampu mengelabuhi sensor.

              Video aksinya ini telah diunggah di internet dan menjadi bahan perbincangan orang-orang, geng.

              Ultrasonic Fingerprint Tidak Aman?

              Ultrasonic Fingeprint Dijebol 3 88748
              Sumber foto: Android Authority

              Katanya lebih aman, kok masih bisa dibobol? Padahal, makin ke sini makin banyak transaksi keuangan yang menggunakan sidik jari sebagai pengaman.

              Walaupun ada yang bisa melakukannya, bukan berarti Galaxy S10 tidak aman, geng! Ultrasonic fingerprint termasuk sistem keamanan yang paling aman kok.

              Salah satu alasannya adalah tidak semua orang memiliki printer 3D. Selain harganya yang relatif masih mahal, tidak semua orang butuh printer jenis ini.

              Selain itu, tidak mudah membuat tiruan sidik jari. Kamu harus meninggalkan sidik jarimu dengan jelas di sebuah benda.

              Selama kamu bisa menjaga handphone-mu dengan baik, kamu enggak perlu takut ada orang yang akan membobol handphone-mu!

              Akhir Kata

              Kesimpulannya, meskipun ada yang bisa membobol sistem keamanan Galaxy S10, ultrasonic fingerprint termasuk teknologi keamanan paling canggih yang pernah ada.

              Jadi, kamu enggak perlu khawatir berlebihan, geng!

              Baca juga artikel seputar Samsung atau artikel menarik lainnya dari Fanandi Ratriansyah

              Keluar dari JalanTikus

              Apakah anda yakin untuk meninggalkan website JalanTikus?

              Ya
              Batal