J

A

L

A

N

T

I

K

U

S

!

!

  • NONTONYUK!
  • Pasang Iklan
  • Hubungi Kami
  • Tentang Kami
  • Kerjasama
No Name
 

7 Mantan Petinggi Facebook yang Memberikan Kritik Pedas Kepada Mark Zuckerberg

7 Mantan Petinggi Facebook yang Memberikan Kritik Pedas Kepada Mark Zuckerberg

Rabu, 20 Nov 2019, 18:00 WIB
Bukan cuma Korea yang penuh drama, geng, dunia teknologi juga begitu. Di sini Jaka mau share Mantan Petinggi Facebook yang Memberikan Kritik Pedas Kepada Mark Zuckerberg.

Bukan cuma kehidupan percintaan aja yang penuh drama, geng, sekarang perusahaan teknologi juga lagi banyak menempuh drama di mata publik.

Dunia startup teknologi yang dulu sempat menjadi impian publik sekarang mulai banyak terkena skandal dan menuai kritik pedas dari publik dan kaum intelektual.

Dan kritik ini nggak cuma datang dari luar loh, karena banyak juga figur di dalam dunia teknologi yang mulai menyerang dunia teknologi itu sendiri, seperti yang terjadi kepada Facebook.

7 Mantan Pegawai yang Sekarang Mengkritik Facebook

Jaka berani jamin, banyak dari kalian yang sekarang hidupnya kurang lebih sangat bergantung kepada Facebook meskipun kalian sudah nggak menggunakan Facebook.

Soalnya Facebook memiliki banyak layanan populer, geng, dan aplikasi Instagram dan WhatsApp sekarang sudah berada di bawah naungan Mark Zuckerberg.

Mereka punya pengaruh besar di dunia tapi Facebook nggak selalu menggunakan posisi mereka dengan benar, seperti yang dapat dilihat di skandal Cambridge Analytica yang ramai dibicarakan.

Walhasil, Facebook mulai mendapat kritik pedas dan di sini Jaka mau share 7 mantan pegawai Facebook yang sekarang mengkritik yang dilansir dari berbagai sumber.

1. Chris Hughes

Chris Hughes 2b907

Chris Hughes adalah salah satu figur penting di masa-masa awal Facebook di mana dia merupakan salah satu teman Harvard Zuckerberg yang menjadi juru bicara Facebook.

Di tahun 2008, dia memutuskan untuk meninggalkan Facebook dan di tahun 2019, dia mulai mengeluarkan kritik terhadap perusahaan yang dia bantu dirikan dulu melalui New York Times.

Dia beranggapan bahwa Facebook sudah menjadi terlalu besar dan mendorong pemerintah Amerika untuk memaksa Facebook agar melepaskan Instagram dan WhatsApp dari naungan Facebook.

Dia juga menuduh Zuckerberg yang terlalu mementingkan pertumbuhan Facebook di atas keamanan data pengguna dan juga keputusan Facebook untuk meluncurkan mata uang digital Libra.

2. Brian Acton

Brian Acton Dc6ad

Brian Acton adalah salah satu tokoh pembuat aplikasi WhatsApp yang sempat menjadi pegawai Facebook dari tahun 2014 sampai 2017 setelah WhatsApp dibeli oleh Facebook.

Acton sangat menjunjung tinggi konsep privasi pengguna yang membuat WhatsApp memiliki fitur end-to-end encryption sehingga pesan hanya bisa dibaca oleh pengirim dan penerima.

Setelah meninggalkan Facebook, Acton bergabung di gerakan #deletefacebook dan melalui Forbes, di halaman Twitter pribadinya.

Dia meninggalkan Facebook karena mereka meremehkan keamanan penggunanya dan saat ini dia mendukung Signal, aplikasi chatting kompetitor WhatsApp yang mengutamakan privasi pengguna.

3. Sean Parker

Sean Parker2 9681f

Sean Parker adalah salah satu pendiri Facebook yang mungkin sudah kamu kenal melalui film biografi The Social Network di mana dia diperankan oleh Justin Timberlake.

Meskipun Facebook berhasil membuat Parker menjadi seorang bilyuner, dia sekarang banyak melontarkan beberapa kritik pedas terhadap Facebook.

Dilansir dari The Guardian, Parker pada tahun 2017 mengkritik Facebook karena memanfaatkan sifat dasar manusia untuk menciptakan efek kecanduan pada media sosial.

Parker juga menyorotkan potensi bahaya yang muncul ketika sebuah layanan seperti Facebook digunakan oleh 2 milyar orang. Ia juga mengungapkan penyeselan atas perannya dalam pertumbuhan Facebook.

4. Roger McNamee

Roger McNamee 28f20

Roger McNamee adalah salah satu investor pertama Facebook dan figur yang sering disebut-sebut sebagai mentor Zuckerberg.

Meskipun bangga atas perannya dalam membantu Facebook menjadi perusahaan besar seperti saat ini, McNamee akhirnya muak atas perilaku Facebook.

Di sebuah artikel yang dia tulis di Time, dia menyatakan bahwa dia telah mengungkapkan kekesalannya kepada Zuckerberg dan COO Facebook, Sheryl Sandberg.

Tapi, pesannya tidak digubris dan dia menganggap bahwa Facebook sampai sekarang terlalu menganggap rendah masalah privasi data penggunanya.

5. Chamath Palihapitiya

Chamath B0de4

Chamath Palihapitiya adalah salah satu pegawai senior Facebook yang pertama kali bergabung di tahun 2007 sebelum akhirnya keluar di tahun 2011.

Secara garis besar, Palihapitiya masih beranggapan kalau Facebook membawa banyak manfaat ke dunia tapi media sosial juga memiliki potensi untuk menghancurkan masyarakat.

Dilansir dari The Verge, dia menggunakan kasus penyebaran hoax WhatsApp di India yang berujung ke kematian 7 orang sebagai bahaya manipulasi informasi di abad 21.

Dia menyatakan kalau media sosial seperti Facebook sangat rentan terhadap kasus seperti ini dan ia bahkan melarang anaknya sendiri untuk menggunakan Facebook.

6. Justin Rosenstein

Justin Rosenstein F86b9

Justin Rosenstein adalah salah satu programmer yang bergabung di Facebook pada tahun 2007 dan salah satu figur utama di belakang fitur Like pada Facebook.

Rosenstein sekarang khawatir dengan efek psikologis dari hasil kerja kerasnya di Facebook yang sekarang digunakan di hampir semua media sosial seperti Twitter dan Instagram.

Dilansir dari The Guardian, Rosenstein menganggap bahwa media sosial dapat menyebabkan efek kecanduan pada penggunanya.

Dia sampai melarang penggunaan aplikasi media sosial di HP miliknya dengan bantuan asistennya.

7. Alex Stamos

Alex Stamos Da05e

Alex Stamos adalah mantan Chief Security Officer (CSO) Facebook dari tahun 2015 sampai 2018.

Di masanya bersama Facebook, Stamos pernah menulis tesis tentang potensi media sosial yang bisa digunakan untuk memanipulasi hasil pemilu.

Ternyata skenario ini beneran terjadi, geng, di Amerika Serikat pada tahun 2016 di mana Rusia disinyalir membantu kemenangan Donald Trump.

Stamos akhirnya keluar dari Facebook karena masalah ini dan dilansir dari Vox, dia berpendapat bahwa posisi Zuckerberg sebagai CEO harus diganti.

Akhir Kata

Itulah, geng, daftar 7 mantan pegawai Facebook yang sekarang mengkritik Facebook. Kalau orang dalam saja sudah mulai membelot, masalah ini bisa dianggap sangat serius.

Tapi Jaka akui memang susah banget untuk mengubah kebiasaan kita yang sekarang sudah sangat bergantung kepada layanan yang dimiliki Facebook.

Bagaimana, geng, pendapat kalian mengenai kritik di atas? Apakah menurut kalian berlebihan? Share di kolom komentar ya!

Baca juga artikel seputar Teknologi atau artikel menarik lainnya dari Fikri Harish

ARTIKEL TERKAIT
Banner 32108

7 Kasus Hukum yang Pernah Menjerat Google, No. 3 Sampai Dituntut Triliunan!

Banner 4fa35

7 Bahaya Ketergantungan Terhadap Teknologi yang Tidak Kamu Sadari

Banner 136f7

7 AI yang Lebih Hebat Dibandingkan Gamer Profesional, Dunia Dikuasai Robot?

5 Tuntutan Hukum Menghebohkan Yang Melibatkan Tencent Pernah Menuntut Mobile Legends 5f5ef

5 Tuntutan Hukum Menghebohkan yang Melibatkan Tencent, Pernah Menuntut Mobile Legends!

Kasus Hukum Microsoft Banner 21435

7 Kasus Hukum yang Pernah Dihadapi Microsoft, Windows Cuma Produk Plagiat?

Cc7ceaf0a702c2afba8b5c83a9bc1404

15 Konten Kontroversial yang Pasti Dibanned oleh Apple App Store

Langganan Artikel
Temukan Tips dan Berita menarik setiap harinya. GRATIS!
ARTIKEL REKOMENDASI
7 Produk Facebook yang Paling Sukses, Nggak Cuma WhatsApp dan Instagram!

7 Produk Facebook yang Paling Sukses, Nggak Cuma WhatsApp dan Instagram!

7 Produk Facebook yang Gagal Total | Banyak Produk Tiruan?

7 Produk Facebook yang Gagal Total | Banyak Produk Tiruan?

7 Tuntutan Hukum ke Facebook yang Paling Panas, Ada dari Orang Indonesia!

Pendiri Apple Minta Semua Orang untuk Hapus Akun Facebook, Ada Apa Ya?

Pendiri Apple Minta Semua Orang untuk Hapus Akun Facebook, Ada Apa Ya?

Tags Terkait:

Tunggu sebentar...

Keluar dari JalanTikus

Popup External Background JalanTikus

Apakah anda yakin untuk meninggalkan website JalanTikus?

Ya
Batal