Lukisan Goa Tertua di Dunia Ditemukan di Indonesia, Begini Penampakannya!

Default

Membahas peninggalan zaman purba nggak akan pernah ada habisnya. Apalagi, temuan-temuan baru yang terungkap selama 1 dekade terakhir membuka cakrawala ilmu pengetahuan yang baru mengenai apa dan bagaimana kehidupan purbakala pernah ada.

Salah satunya yang akan Jaka bahas kali ini adalah temuan terbaru tim arkeolog internasional yang mencengangkan, yakni lukisan purba berusia puluhan ribu tahun.

Yang bikin keren, lukisan tersebut ditemukan di Indonesia! Hal tersebut menandakan dimulainya babak baru penelitian mengenai kehidupan purba di Nusantara. Penasaran? Simak info lengkapnya berikut!

Lukisan Goa Tertua Ternyata Ada di Indonesia

Lukisan1 Custom 3a6c3
Sumber foto: La Prensa Latina

Dilansir The Guardian, sebuah lukisan purbakala ditemukan di sebuah goa kapur bernama Leang Tedongnge yang terletak di Sulawesi Selatan.

Temuan ini langsung menarik perhatian para arkeolog karena mampu mengungkapkan jejak manusia modern di Nusantara, yakni Homo Sapiens. Tentu saja spesies tersebut berbeda dengan jenis manusia purba lainnya.

Sebenarnya lukisan tersebut sudah ditemukan sejak tahun 2017 oleh tim mahasiswa Universitas Hassanudin yang dipimpin oleh Dr. Basran Burhan, arkeolog Indonesia asal Sulawesi Selatan.

Akan tetapi, lukisan-lukisan itu masih diteliti lebih lanjut oleh gabungan tim Pusat Penelitian Arkeologi Nasional (Arkenas) dengan Universitas Griffith, Australia.

Baru pada awal Januari 2021, hasil penelitian tersebut dipublikasikan secara resmi dan bisa kamu lihat di situs Science Advances. Kira-kira apa saja temuannya?

Berusia 45 Ribu Tahun

Lukisan2 Custom B7263
Sumber foto: Griffith University

Berdasarkan hasil temuan para arkeolog, lukisan cadas yang ditemukan di goa kapur Leang Tedongnge diyakini merupakan babi kutil (Sus celebensis), hewan endemik yang hanya bisa ditemukan di Sulawesi.

Kepada The Guardian, Profesor Adam Brumm dari Australian Research Centre for Human Evolution (ARCHE), salah satu pemimpin peneliti tim Arkenas-Griffith, mengatakan bahwa lukisan tersebut menjadi karya seni paling awal di dunia dengan kondisi yang masih terjaga dengan baik.

Bahkan, berdasar pemeriksaan lebih lanjut, ditemukan bahwa lukisan babi tersebut berusia sekitar 45.500 tahun, jauh lebih tua dibandingkan lukisan cadas purba di manapun.

Tentu saja temuan ini bisa jadi inspirasi bagi pembuatan film-film sejarah terbaik yang harapannya bisa mempromosikan nama Indonesia di kancah internasional.

"Rahasia" di Balik Lukisan Babi

Lukisan3 Custom C7e0c
Sumber foto: The Guardian/Getty Images

Lukisan babi kutil Leang Tedongnge memiliki ukuran 136x54 cm. Uniknya, di atas pantat babi ditemukan garis besar 2 tangan manusia.

Babi tersebut digambarkan dengan jambul pendek dan rambut tegak, lengkap dengan sepasang kutil wajah seperti tanduk di depan mata, persis seperti babi kutil Sulawesi jantan dewasa.

Profesor Brumm mengungkapkan bahwa temuan ini membuka banyak rahasia baru mengenai kehidupan manusia awal di tanah Sulawesi.

Salah satunya, bukti arkeologis tersebut menunjukkan keterkaitan yang erat antara manusia dengan babi kutil, mengingat spesies babi ini hanya ada di Sulawesi saja.

Menurut sang profesor, manusia tersebut memburu dan bahkan memelihara babi-babi ini untuk tujuan tertentu, seperti misalnya kepentingan ekonomi.

Temuan ini bisa melengkapi deretan film-film dengan teori Sains terbaik yang mampu memberikan konten edukasi bagi masyarakat, khususnya bagi pecinta dunia arkeologi.

Akhir Kata

Itulah tadi pembahasan khusus Jaka mengenai fakta di balik temuan lukisan goa tertua di dunia yang berada di Indonesia. Gimana menurutmu, geng?

Jangan lupa tuliskan pendapat kamu pada kolom komentar di bawah. Sampai jumpa di artikel Jaka yang selanjutnya!

Baca juga artikel seputar Sains atau artikel menarik lainnya dari Diptya.

ARTIKEL TERKAIT
Sin133 F56ff
Vaksin COVID-19 Bisa Memperbesar Penis, Hoaks atau Bukan?
Pageooo 8086d
8 Gorila di Kebun Binatang Ternyata Positif COVID-19, Kok Bisa?
Tautan berhasil disalinX
x

Keluar dari JalanTikus

Popup External Background JalanTikus

Apakah anda yakin untuk meninggalkan website JalanTikus?

Ya
Batal