J

A

L

A

N

T

I

K

U

S

!

!

  • NONTONYUK!
  • Pasang Iklan
  • Hubungi Kami
  • Tentang Kami
  • Kerjasama
No Name
 

7 Hewan Endemik Indonesia yang Paling Misterius, Terancam Punah!

Senin, 1 Feb 2021, 13:00 WIB
Hewan endemik khas Indonesia ini selain misterius, keberadaan mereka terancam tergerus zaman!

Indonesia dianugerahi kondisi geografis yang unik, yakni negara kepulauan yang jumlahnya mencapai 16 ribu buah. Hal tersebut membuat binatang yang hidup di dalamnya bisa berbeda satu sama lain dan memiliki kekhasannya sendiri.

Hal inilah yang menyebabkan Indonesia jadi salah satu negara dengan hewan endemik paling banyak di dunia. Hewan endemik merupakan sebutan bagi hewan khas daerah tersebut dan nggak bakal ditemukan di daerah atau negara lain.

Nah, jika kemarin Jaka sudah membahas deretan hewan paling mengerikan yang hidup di laut, kali ini Jaka bakal mengulas hewan endemik khas Indonesia.

Semoga dengan wawasan ini, kamu jadi tergerak untuk menggaungkan pelestariannya, mengingat keberadaan mereka yang makin langka dan terancam.

1. Beruk Mentawai (Macaca pagensis)

Hewan1 Custom 00336

Hewan endemik Indonesia pertama yang bakal kita bahas adalah beruk mentawai atau yang memiliki nama latin Macaca pagensis.

Masih tergolong dalam spesies primata, beruk endemik ini juga biasa disebut sebagai beruk pagai karena tempat bersarangnya ada di Pulau Pagai Utara dan Pagai Selatan, Kepulauan Mentawai.

Hewan pemakan buah-buahan ini memiliki ciri khas unik yakni kantong di pipi tempat menyimpan makanan. Kini hanya tersisa 2 subspesies, yakni Macaca pagensis pagensis yang berwarna cokelat dan Macaca pagensis siberu yang warnanya lebih gelap.

2. Kucing Merah (Catopuma badia)

Hewan2 Custom E7b6d

Hewan endemik khas Kalimantan ini memang terbilang misterius dan pemalu karena jarang menampakkan diri di hadapan manusia. Alhasil, para ilmuwan mengaku kesulitan meneliti mereka.

Ciri khas dari kucing tersebut adalah warnanya yang merah khas dan postur tubuhnya yang lebih kecil dibandingkan spesies kucing lainnya.

Sayangnya, seiring makin berkurangnya hutan di Kalimantan, populasi mereka terancam. Bahkan, IUCN memperkirakan jumlah kucing merah di alam bebas tinggal sekitar 2.200 ekor saja.

3. Biawak Tak Bertelinga (Lanthanotus borneensis)

Hewan3 Custom Aecf8

Memiliki nama Latin Lanthanotus borneensis, hewan ini awalnya dianggap nggak ada oleh para ilmuan dan dianggap sama dengan biawak lainnya.

Namun, saat benar-benar diteliti tahun 2008, para ilmuan menemukan bahwa biawak endemik Kalimantan ini memiliki ciri khas yang berbeda dengan biawak pada umumnya. Salah satunya, mereka nggak memiliki lubang telinga.

Mereka menggunakan getaran di tanah sebagai ganti indra pendengaran. Kerennya, hewan ini pantas disebut fosil hidup karena masih berkerabat dengan Cherminotus, biawak purba yang hidup 70 juta tahun lalu!

4. Kura-Kura Leher Ular (Chelonida mccordi)

Hewan4 Custom E1edc

Termasuk dalam keluarga Cheloniidae, kura-kura berleher ular ini hidup dan berkembang biak di perairan dekat Pulau Rote, Nusa Tenggara Timur.

Seperti namanya, hewan endemik ini memiliki keunikan yang khas, yakni leher mereka yang panjang menyerupai tubuh ular. Mereka pun mampu hidup di 2 habitat sekaligus, yakni rawa dan danau.

Sayangnya, saat ini keberadaan mereka sudah sangat kritis di lingkungan. Gara-gara bentuk leher mereka yang unik itu menyebabkan kura-kura leher ular banyak diburu.

5. Lebah Raksasa Wallace (Megachile pluto)

Hewan5 Custom 828b5

Bernama Latin Megachile pluto, hewan endemik khas Kepulauan Maluku Utara ini awalnya diduga punah. Hal tersebut diakibatkan keberadaannya yang menghilang sejak tahun 1981.

Lebah raksasa ini memang berukuran jumbo, apalagi dengan panjang mencapai 3,8 cm dan lebar sayap 6,4 cm, jauh dibanding lebah biasa.

Keunikan lebah raksasa wallace adalah lebah betinanya yang menggunakan resin atau getah tanaman untuk membuat sarang di dalam sarang rayap, berbeda dengan lebah biasa yang menggunakan air liurnya sendiri.

6. Burung Bidadari Halmahera (Semioptera wallacii)

Hewan6 Custom 6bd60

Siapa sangka bahwa burung endemik khas Pulau Halmahera, Kepulauan Maluku ini masih merupakan satu kerabat dengan burung cenderawasih yang berhabitat di Papua?

Burung bidadari halmahera memiliki keunikan dibanding burung-burung lainnya. Selain memiliki bulu yang indah, mereka memiliki semacam penutup dada berwarna hijau zamrud.

Penutup dada tersebut itu biasanya dilebarkan oleh burung jantan sebagai pertunjukan untuk menarik perhatian burung betina. Keren banget, bisa jadi inspirasi buat film-film bertemakan Sains, loh!

7. Cenderawasih Botak (Cicinnurus respublica)

Hewan7 Custom 2ad3f

Familiar dengan burung cenderawasih? Burung endemik khas Pulau Papua ini terkenal karena kecantikannya, apalagi bulu-bulunya yang berwarna-warni khas.

Nah, cenderawasih botak sendiri merupakan jenis burung dari famili yang sama, yaitu Paradisaeidae. Bulu mereka pun nggak kalah indahnya dengan sesama cenderawasih lainnya.

Sama juga seperti burung cenderawasih pada umumnya, cenderawasih botak jantan menggunakan keindahan bulunya itu untuk memikat cenderawasih betina. Burung ini merupakan hewan endemik Pulau Batanta dan Waigeo di Papua Barat yang terancam punah.

Akhir Kata

Itulah tadi pembahasan khusus Jaka mengenai hewan endemik paling misterius di Indonesia. Gimana menurutmu, geng?

Jangan lupa tuliskan pendapat kamu pada kolom komentar di bawah. Sampai jumpa di artikel Jaka yang selanjutnya!

Baca juga artikel seputar Sains atau artikel menarik lainnya dari Diptya.

ARTIKEL TERKAIT
Sin133 F56ff
Vaksin COVID-19 Bisa Memperbesar Penis, Hoaks atau Bukan?
Page C784e
Viral Ikan Penis yang Sempat Bikin Geger Media Sosial, Ini 5 Fakta di Baliknya!
Page 92745
Percaya atau Tidak, 5 Hal Mengerikan Ini Bisa Kamu Alami saat Tidur!
4444 2a05c
5 Misteri Terbesar Alam Semesta yang Tak Terjawab, Hanya Tuhan yang Tahu!
Pageooo 8086d
8 Gorila di Kebun Binatang Ternyata Positif COVID-19, Kok Bisa?
Banner Jadi B4d0a
7 Film Science Fiction yang Dibenci oleh Ilmuwan, Ngawur Parah?
Langganan Artikel
Temukan Tips dan Berita menarik setiap harinya. GRATIS!

Tags Terkait:

Keluar dari JalanTikus

Popup External Background JalanTikus

Apakah anda yakin untuk meninggalkan website JalanTikus?

Ya
Batal