5 Ilmuwan Ini Dianggap Gila Padahal Temuannya Benar | Tak Dihargai Hingga Wafat?

Sejarah mencatat banyaknya penemuan-penemuan yang dianggap 'gila' malah menjadi cikal bakal dunia yang lebih modern, misalnya saja penemuan bola lampu, komputer, dan televisi.

Tak mudah untuk mengubah pola pikir dan kepercayaan berbagai kalangan mengenai suatu teori, hingga terkadang sang penemu harus menerima perlakuan tak menyenangkan hingga ide-ide brilian tersebut akhirnya diakui.

Bukannya terbuka pada teori dan penemuan baru yang dapat membantu hidup mereka, masyarakat malah mengolok-olok dan menghina para ilmuan karena dianggap gila dan mengada-ada.

Seandainya para ahli dan masyarakat yang mengenal mereka tahu betapa salahnya mereka saat itu, pasti mereka akan menyesal karena temuan-temuan berikut malah disia-siakan dan membuat penemunya nyaris putus asa bahkan gila beneran.

Yuk, simak kisah ilmuwan-ilmuwan berikut dan sepak terjangnya dalam menemukan berbagai teori penting dalam sains!

1. William Harvey

William Harvey 8b659

William Harvey adalah seorang dokter Inggris pengembang gagasan mengenai sirkulasi darah ke jantung, otak, dan tubuh yang digagas oleh Ibnu al-Nafis, seorang ilmuwan Suriah yang hidup di abad ke-13.

Meski mampu menjelaskan sistem sirkulasi darah serta struktur jantung dan arteri secara lengkap, Harvey dianggap gila oleh orang-orang di abad ke-17.

Harvey yang mengemukakan bahwa darah melewati jantung, bukannya hati - seperti yang diyakini sebelumnya - menerima cemoohan akibat hal tersebut bertentangan dengan kepercayaan masyarakat di era itu.

Penemuan William Harvey Fbd44

Orang-orang bahkan kalangan medis lebih percaya penemuan Galen, filsuf dan dokter abad ke-2 yang mengatakan bahwa hati menghasilkan darah dari makanan, kemudian mengirimkannya melalui sisi kiri jantung dan paru-paru - meskipun itu salah!

Setelah melalui berbagai olok-olok, penemuan Harvey akhirnya diterima secara perlahan oleh publik.

Bahkan, dokter gemilang itu sempat menjadi dokter pribadi raja Skotlandia, James I dan raja Inggris, Charles I.

2. Gregor Johann Mendel

Gregor Mendel 1d5cf

Masih ingat Hukum Mendel yang menjelaskan tentang pewarisan sifat pada makhluk hidup? Ternyata temuan yang menjadikannya bapak genetika modern tersebut sempat tidak diakui berabad-abad lalu, loh!

Ahli botani dan biarawan berkebangsaan Austria, Gregor Johann Mendel, yang menemukan adanya konsep pemisahan dari gen induk melalui eksperimen pada kacang polong dan lebah madu pada abad ke-19.

Dari hasil yang ia peroleh, muncullah istilah 'resesif' dan 'dominan' dalam kaitannya dengan gen yang mampu memberi petunjuk soal pewarisan sifat.

Penemuan Gregor Mendel 3270a

Para ilmuwan yang saat itu mempercayai pewarisan campur tak setuju dengan pandangan Mendel bahwa karakteristik makhluk hidup tidak diturunkan secara sama rata.

Mendel tak dianggap, tak dihormati, dan tak didengarkan hingga akhir hayatnya.

Namun, semuanya berubah di awal abad ke-20 ketika temuannya itu diterima karena kebenarannya, menjadikan idenya sebagai bagian penting dari genetika modern.

3. Ignaz Semmelweis

Ignaz Semmelweis 2e86f

Semenjak pandemi COVID-19 merebak, kita semua dihimbau untuk rajin cuci tangan demi menghindari penyebaran penyakit.

Apakah kamu tahu siapa bapak cuci tangan yang pertama kali menemukan manfaat cuci tangan? Ia adalah Ignaz Semmelweis, seorang dokter Hungaria.

Semmelweis adalah sosok yang pertama kali menyadari pentingnya sanitasi, khususnya bagi dokter pada abad ke-19.

Penemuan Ignaz Semmelweis E5309

Kala itu, dokter-dokter tidak terbiasa untuk mencuci tangan sebelum operasi, bahkan tak jarang ada yang langsung membantu ibu melahirkan bayi setelah kontak dengan mayat yang terkontaminasi!

Gara-gara kecerobohan ini, tingkat kematian ibu melahirkan mencapai hingga 10% hingga Semmelweis menemukan bahwa fenomena tersebut disebabkan oleh higienitas yang kurang.

Ketika ia mengemukakan temuannya, para dokter malah tersinggung dan mencaci makinya meski - menyebabkan Semmelweis depresi.

Di tahun-tahun terakhir hidupnya, dia menjadi pecandu alkohol, dimasukkan ke rumah sakit jiwa, sampai akahirnya mati dipukuli.

Padahal ada banyak sekali nyawa yang bisa terselamatkan karena gerakan cuci tangan yang berusaha digadang Semmelweis. Miris, ya?

4. Francis Peyton Rous

Francis Peyton Rous 7ed7e

Pada tahun 1911, Francis Peyton Rous adalah seorang ahli patologi menemukan adanya peran virus terhadap transmisi jenis kanker tertentu.

Awalnya ia mencatat bahwa sarkoma yang tumbuh pada ayam dapat ditularkan ke ayam yang sehat melalui injeksi ekstrak tumor ayam tanpa sel.

Sayangnya, temuannya ini sebagian besar didiskreditkan oleh sebagian besar ahli pada saat itu karena ia masih muda dan merupakan seorang pendatang.

Penemuan Francis Peyton Rous 149b7

Untung saja beberapa peneliti berpengaruh terkesan dengan karyanya hingga Rous dinominasikan ke Komite Nobel pada tahun 1926.

Akhirnya, Rous menerima Hadiah Nobel dalam Fisiologi atau Kedokteran pada tahun 1966.

Bayangkan saja, geng, dirinya mengungkapkan temuannya itu pada umur 32 tahun dan baru menerima nobel saat usianya 87 tahun setelah diremehkan sana-sini.

5. Barry Marshall

Barry Marshall Bc124

Anggapan gila dan hinaan tidak hanya diterima oleh para ilmuwan dari berabad-abad lalu, bahkan hal tersebut juga terjadi pada Barry J. Marshall, seorang dokter Australia dan profesor mikrobiologi klinis.

Ia kini dikenal sebagai ilmuwan yang mampu membuktikan bahwa bakteri Helicobacter pylori adalah penyebab tukak lambung dan kanker perut.

Namun, untuk sampai ke tahap ini Marshall harus melewati berbagai penolakan dan anggapan miring karena dokter-dokter di tahun 1980-an meyakini bahwa tukak lambung disebabkan oleh stres.

Ketika Marshall berpendapat bahwa antibiotik harus digunakan untuk mengobati tukak lambung, rekan dokternya memecatnya begitu saja.

Penemuan Barry Marshall 2d452

Saat itu, penemuannya memang baru dapat diuji pada primata karena bakteri H. pylori tak boleh diuji coba pada manusia sehingga orang-orang sulit menerimanya.

Untuk membuktikannya, ia melakukan hal gila, yaitu mengambil bakteri tersebut dari perut seorang pasien yang terinfeksi dan meminumnya sendiri.

Marshall pun jatuh sakit dan ia bahkan membiopsi ususnya sendiri dan benar-benar membuktikan bahwa bakteri itulah yang menyebabkan tukak lambung.

Karena aksi nekatnya ini, ia dijuluki sebagai dokter kelinci percobaan dan mendapat penghargaan Nobel pada tahun 2005.

Akhir Kata

Itulah kisah-kisah ilmuwan yang dianggap gila dan dicemooh meski penemuannya sangat bermanfaat dan bahkan menerima Hadiah Nobel.

Memang sulit untuk mengubah sesuatu yang sudah ada di masyarakat sejak lama, tetapi untungnya penemuan ilmuwan-ilmuwan di atas mendapat pengakuan yang layak.

Jadi, kalau kamu punya ide cemerlang, jangan pernah putus asa dan terus maju ya, geng! Akan ada saatnya kerja kerasmu diakui oleh sekitarmu, atau bahkan dunia.

Baca juga artikel seputar Ilmuwan atau artikel menarik lainnya dari Ayu Kusumaning Dewi.

ARTIKEL TERKAIT
Ilmuwan Yang Ternyata Atheis Banner Dcf64
5 Ilmuwan Jenius yang Mengaku Atheis, Stephen Hawking Termasuk!
Ilmuwan Muslim Yang Tak Banyak Diketahui Orang Banner F12a0 4e45e
5 Ilmuwan Muslim yang Tak Banyak Diketahui Orang, Penemuannya Memajukan Dunia!
Ilmuwan Yang Menyesali Hasil Temuannya Bde25
5 Ilmuwan yang Menyesali Hasil Temuannya Sendiri | Einstein Menyesali Bom Atom!
Penemuan Penting Ilmuwan Indonesia Yang Diakui Dunia Banner 0b00b
5 Penemuan Penting Ilmuwan Indonesia yang Diakui Dunia, Canggih Semua!
Teknologi Ilmuwan Muslim Yang Diklaim Barat 7c4d3
5 Teknologi yang Ditemukan oleh Ilmuwan Islam Tetapi Diklaim Milik Barat, Apa Saja?
Aur
6 Fenomena Unik Ini Bikin Ilmuwan Nyerah karena Gak Masuk Akal
Tautan berhasil disalinX
x

Keluar dari JalanTikus

Popup External Background JalanTikus

Apakah anda yakin untuk meninggalkan website JalanTikus?

Ya
Batal