J

A

L

A

N

T

I

K

U

S

!

!

  • NONTONYUK!
  • Pasang Iklan
  • Hubungi Kami
  • Tentang Kami
  • Kerjasama
No Name
 

7 Cara Licik Terhindar Sensor Ala Film & Series Hollywood | Nekat Abis!

7 Cara Licik Terhindar Sensor Ala Film & Series Hollywood | Nekat Abis!

Kamis, 6 Agt 2020, 18:30 WIB
Tahu nggak sih ada film yang sampe nuntut lembaga siar supaya nggak kena sensor? Yuk cari tahu apa saja cara licik film agar terhindar dari sensor.

Media sensor dihadirkan untuk memastikan bahwa setiap tayangan yang disajikan kepada khalayak umum masih berada di koridor yang wajar dan sesuai dengan norma yang berlaku kala itu.

Lembaga yang sebetulnya mengemban tugas mulia ini sering kali dianggap sebagai pagar pembatas oleh para sineas film, menghalangi mereka dari memproduksi karya yang optimal.

Banyak kasus di mana sineas film komplain karena karya mereka seolah diubah karena banyaknya larangan yang diterapkan lembaga sensor, dan hal ini terkadang bisa menjadi penyulut pertengkaran.

Maka dari itu, beberapa sineas film menggunakan siasat yang bisa dibilang licik untuk bisa terhindar dari sensor ini dan bisa membawa pesan yang hendak mereka sampaikan dengan utuh di dalam filmnya.

7 Cara Paling Licik yang Dilakukan Sineas Film Untuk Menghindari Sensor

Beraneka ragam siasat ternyata pernah dilakukan oleh beberapa sineas film untuk membuat materi eksplisit di dalam film mereka bebas dari sensor.

Beberapa metode ini bahkan terbilang sebagai perbuatan nekat, tetapi untungnya kenekatan ini berbuah manis dan film R-rated yang mereka buat terbebas dari sensor.

Apa saja sih tindakan nekat dan terkesan licik yang dilakukan oleh para sineas film ini untuk menghindari sensor? Berikut informasi selengkapnya.

1. Mengirimkan Versi yang Jauh Lebih Sadis, Psycho (1960)

Pinterest E8f8e
Sumber foto: pinterest.com

Film ber-genre thriller memang dikenal sebagai film yang sering kali kesulitan menembus lembaga sensor tanpa adanya pemotongan sama sekali, dan film Psycho pun tidak terkecuali.

Sadar filmnya akan ditimpa kesulitan ketika melalui proses screening yang dilakukan oleh lembaga sensor, Alfred Hitchcook sengaja mengirimkan versi film yang jauh lebih brutal ketimbang versi aslinya.

Dari sini Alfred berniat untuk mendapatkan keuntungan ketika bernegosiasi, mengecoh lembaga sensor dengan mengatakan bahwa terlalu banyak materi yang sudah dipotong dari filmnya.

Strategi ini berhasil membuat visi dari Alfred Hitchcock tersampaikan sepenuhnya pada film thriller yang dibuatnya ini.

2. Menuntut Lembaga Sensor, Blue Valentine (2010)

Film Chools Reject 8c664
Sumber foto: filmschoolrejects.com

Ketika mendapatkan teguran dari lembaga sensor, biasanya sutradar atau produser film akan melunak dan sebisa mungkin bernegosiasi dengan lembaga tersebut agar tidak terlalu banyak bagian yang dipotong.

Namun, hal ini tidak dilakukan oleh orang-orang di balik film romantis Blue Moon. Bukannya mengajukan negosiasi, mereka malah mengajukan tuntutan agar sensor yang dikenakan terhadap mereka dicabut.

Mereka mengumpulkan tim pengacara terbaik versi mereka dan menggugat keputusan ini. Alhasil, sensor yang tadinya dikenakan pada adegan yang terkesan eksplisit akhirnya dicabut.

3. Menggunakan Gambar Hitam Putih, Kill Bill (2003)

Filmstudies2270wordpress 83569
Sumber foto: filmstudies2270.wordpress.com

Kill Bill merupakan salah satu film aksi terbaik yang dibuat oleh Quentin Tarantino. Film yang satu ini bukan hanya berisi berbagai adegan perkelahian, tetapi juga banyak membubuhkan unsur estetis ke dalamnya.

Ada salah satu scene di film ini yang sengaja dibuat menjadi hitam putih dan transisi ini terasa normal bagi para penonton karena kentalnya unsur estetis di film ini.

Selain sebagai bumbu estetika, ternyata adegan hitam putih ini juga merupakan upaya untuk menghindari sensor yang dilakukan oleh sang sutradara.

Dengan adegan hitam putih ini, warna darah yang tercecer di pertarungan tidak begitu terlihat jelas, sehingga adegan pertarungan bisa dibuat dengan lebih leluasa.

4. Mengurangi Kejernihan Warna Darah, Taxi Driver (1976)

Medium Com 108d8
Sumber foto: medium.com

Taxi Driver merupakan sebuah film horor psikologis yang terkenal karena adegan sadis yang ada di dalamnya.

Meskipun mengetahui bahwa film mereka akan sulit untuk lulus sensor, orang-orang dibalik film ini tidak mau memotong adegan brutal yang ada di film ini.

Ketika mendapatkan peringatan untuk menurunkan tingkat kekerasan di film mereka, pembuat film hanya mengurangi kecerahan warna darah di film ini.

Hal ini dilakukan berkali-kali hingga akhirnya adegan brutal yang ada di dalam film ini bisa ditayangkan hanya dengan mengurangi tingkat kecerahan warna darah saja.

5. Membuat Scene yang Tidak Masuk Akal, Happy Days (1974)

Thedrive Com B5c07
Sumber foto: thedrive.com

Untuk sebuah serial televisi keluarga yang dirilis tahun 70an, banyak hal yang perlu dihindari oleh pembuat serial televisi ini untuk memastikan apa yang mereka produksi layak tayang.

Di film Happy Days, salah satu aktornya memiliki ciri khas selalu menggunakan jaket kulit dan kaos putih polos, dan hal ini menjadi kekhawatiran tersendiri karena karakter tersebut terlihat seperti seorang gangster.

Untuk mengurangi sensitifitas seperti ini, pihak sensor pun memperbolehkan sang karakter berpakaian seperti itu hanya ketika berada di dekat motornya.

Hal ini membuat pihak pembuat film selalu menempatkan sang karakter bersamaan dengan motornya di setiap adegan, termasuk di tempat-tempat yang tidak masuk akal seperti di ruang tamu dan tempat lain sejenis.

6. Sengaja Tidak Disensor? The Last House on The Left (1972)

Spool Ie J A33ba
Sumber foto: spooool.ie

The Last House on The Left dikenal sebagai salah satu film horor paling sadis yang pernah dibuat. Banyak adegan di film ini yang menunjukkan tindak kekerasan juga dipenuhi dengan darah.

Anehnya film ini seolah tidak mendapatkan sensor sama sekali. Proses pengajuan yang berkali-kali kemungkinan membuat lembaga sensor terkecoh dan malah meloloskan versi asli film ini.

Jadi film yang satu ini bisa dibilang tidak mendapatkan proses sensor sama sekali.

7. Sengaja Tidak Mengirimkan Script, Some Like It Hot (1959)

Hollywoodreporter Com A5619
Sumber foto: hollywoodreporter.com

Memasukkan unsur berbau LGBT bukan suatu hal yang mudah untuk diterima pada tahun 50an, bahkan untuk negara seperti Amerika sekalipun.

Selain mencoba untuk memasukkan elemen ini, Some Like It Hot juga banyak memasukkan adegan dengan busana yang sedikit terbuka di dalamnya. Sesuatu yang kontroversial di zaman itu.

Sadar bahwa filmnya akan mengalami kesulitan di lembaga sensor, pembuat film ini sengaja tidak mengirimkan script pada lembaga sensor dan malah melakukan media screening lebih dulu.

Setelah film ini menerima banyak pujian, mau tidak mau lembaga sensor harus meloloskan film ini untuk menghindari reaksi buruk dari khalayak umum.

Akhir Kata

Itu dia beberapa trik yang terbilang licik yang pernah dilakukan oleh pembuat film untuk meloloskan karya mereka dari lembaga sensor.

Meskipun terbilang sedikit kontroversial, cara ini ternyata cukup ampuh untuk meloloskan karya mereka ke khalayak umum tanpa harus melakukan penyesuaian berlebih.

Semoga informasi yang Jaka bagikan kali ini bermanfaat untuk kalian semuanya, dan sampai jumpa lagi di artikel-artikel selanjutnya.

Baca juga artikel seputar Film atau artikel menarik lainnya dari Restu Wibowo.

ARTIKEL TERKAIT
10 Film Action Terbaru Dan Terbaik Di Tahun 2020 Penuh Aksi Mendebarkan D315f

10 Film Action Terbaru dan Terbaik di Tahun 2020, Penuh Aksi Gila!

29 Film Action Terbaik Sepanjang Masa Penuh Adegan Mendebarkan Bb449

29 Film Action Terbaik Sepanjang Masa | Penuh Adegan Mendebarkan!

Film Romantis Indonesia 0c9c0

20 Daftar Film Romantis Indonesia Terbaik & Terbaru 2020, Awas Baper!

Film Barat Terbaru C7e42

17 Film Barat Terbaru dan Terbaik di Tahun 2020, Wajib Nonton!

Cameo Paling Mengejutkan Banner 434ca

7 Cameo Paling Mengejutkan di Film Hollywood, No. 6 Gak Nyangka Banget!

Banner C7b97

7 Artis Hollywood yang Merendahkan Film Marvel, Kesal Karena Gak Diajak Main?

Langganan Artikel
Temukan Tips dan Berita menarik setiap harinya. GRATIS!
ARTIKEL REKOMENDASI
7 Film yang Hanya Terdiri Dari 1 Adegan Panjang, Harus Fokus Nontonnya!

7 Film yang Hanya Terdiri Dari 1 Adegan Panjang, Harus Fokus Nontonnya!

7 Film Terkenal yang Orang Gak Peduli Sama Sekali, Gak Penting!

7 Film Terkenal yang Orang Gak Peduli Sama Sekali, Gak Penting!

7 Film Indonesia yang Diduga Plagiat | No. 4 Paling Parah!

7 Film Indonesia yang Diduga Plagiat | No. 4 Paling Parah!

7 Istilah Film yang Harus Kamu Tahu! Ini Bedanya Sekuel, Prekuel, Spin-Off, dll

7 Istilah Film yang Harus Kamu Tahu! Ini Bedanya Sekuel, Prekuel, Spin-Off, dll

Tags Terkait:

Tunggu sebentar...

Keluar dari JalanTikus

Popup External Background JalanTikus

Apakah anda yakin untuk meninggalkan website JalanTikus?

Ya
Batal