J

A

L

A

N

T

I

K

U

S

!

!

  • NONTONYUK!
  • Pasang Iklan
  • Hubungi Kami
  • Tentang Kami
  • Kerjasama
No Name
 

5 Film Luar Angkasa Ini Paling Tidak Akurat | Gravity Paling Parah?

Selasa, 11 Agt 2020, 19:00 WIB
Film luar angkasa memiliki beberapa adegan yang tidak akurat secara sains. Berikut ini daftar film luar angkasa berdasarkan tingkat akurasinya.

Luar angkasa menjadi salah satu bagian dunia yang selalu menarik untuk dibahas, diteliti, dan dijadikan tema utama dalam sebuah film.

Menyimpan misteri yang sangat luas, luar angkasa menunggu umat manusia untuk mengeksplorasinya demi kemajuan sains. Banyak ilmuwan yang ingin mengungkap asal-usul kehidupan dengan meneliti luar angkasa.

Sayangnya, tidak semua orang berkesempatan untuk menjadi astronaut dan melihat langsung luar angkasa. Melalui film-film bertema luar angkasa, kita bisa membayangkan apa yang sekiranya ada di atas sana.

Tapi, apakah film-film luar angkasa yang selama ini dibuat sudah sesuai secara sains? Jangan-jangan, semua yang ditampilkan di film hanyalah fiksi? Kalau kamu ingin tahu jawabannya, simak penjelasan Jaka berikut ini untuk 5 film luar angkasa dan tingkat akurasinya.

5 Film Luar Angkasa dan Tingkat Akurasi Mereka

Hollywood sudah banyak memproduksi film-film science fiction yang mengangkat tema luar angkasa. Seringnya, film sejenis ini diminati oleh banyak penonton karena didorong oleh rasa penasaran terhadap luar angkasa.

Tentunya, sebelum memulai proses produksi, seluruh kru yang terlibat sudah melakukan riset agar dapat merepresentasikan keadaan di luar angkasa semirip mungkin melalui film yang mereka buat.

Berikut Jaka jelaskan film-film bertema luar angkasa sesuai tingkat akurasi secara sains menurut Garrett Reismann, mantan astronaut NASA dan Direktur Operasi Luar Angkasa di SpaceX.

1. Gravity (2013)

Gravity 00f7d

Film ini bercerita tentang perjalanan Ryan Stone (Sandra Bullock) dan Matt Kowalski (George Clooney) dalam menjalani misi di luar angkasa. Ketika pesawat yang mereka tumpangi dihantam oleh sampah antariksa berkecepatan tinggi, mereka harus menemukan jalan pulang ke Bumi.

Sayangnya, penggambaran mengenai sampah antariksa tersebut nggak akurat, geng. Di film, kamu bisa melihat kumpulan sampah tersebut mendekat dari jarak ribuan kilometer. Kenyataannya, benda-benda tersebut bergerak 10 kali lebih cepat dibanding peluru, sehingga pergerakannya tidak bisa dilihat oleh mata manusia.

Selain itu, permasalahan yang paling dramatis dalam film ini adalah Kowalski harus melayang-layang di luar angkasa setelah tether (tali penahan) yang ia dan Stone kenakan tidak mampu menahan beban mereka berdua.

Faktanya, Stone hanya perlu menarik kembali Kowalski secara perlahan agar bisa kembali ke pesawat luar angkasa bersama-sama. Hal ini dikarenakan tidak ada gravitasi yang menarik Kowalski semakin menjauh dari Stone. Kalau begitu, judul film ini agak salah, dong, geng?

2. Guardians of the Galaxy (2014)

Guardians Of The Galaxy F5aae

Dalam salah satu scene di film superhero Marvel ini, Peter Quill (Chris Pratt) melepaskan helmnya untuk menyelamatkan Gamora (Zoe Saldana) yang terapung di luar angkasa.

Meskipun tubuh manusia bisa bertahan secara singkat dalam ruang vakum, namun ada efek buruk yang bisa terjadi. Pertama adalah barotrauma, yaitu cedera yang terjadi akibat perubahan tekanan udara secara mendadak. Selain itu adalah decompression sickness, yaitu ketika nitrogen keluar dari dalam darah.

Bahkan sebelum Quill melepas helmnya, tubuhnya pun telah terekspos dengan ruang vakum karena tidak menggunakan space suit. Keadaan ini dapat menyebabkan air dalam tubuh manusia menguap, sehingga darah akan menjadi sangat panas. Seharusnya, Quill tidak mampu bertahan dalam keadaan ini.

3. The Martian (2015)

The Martian 6e3a7

Mark Watney (Matt Damon) harus menemukan cara bertahan hidup di Planet Mars setelah ditinggal oleh para kru yang lain karena mereka mengira Watney tidak selamat setelah diterjang badai.

Setelah menjalani hidup sendirian di Mars selama 560 sol (istilah untuk hari di Mars yang 40 menit lebih lama dari hari di Bumi), Watney akhirnya bisa bersatu dengan teman-teman krunya yang memutuskan untuk kembali demi menyelamatkannya.

Kalau kamu perhatikan, proses penyelamatan Watney juga tidak sesuai sains, geng. Watney memutuskan untuk melubangi sarung tangan di baju ruang angkasanya agar angin yang keluar dari lubang dapat ia gunakan untuk mengarahkan dirinya ke Melissa Lewis (Jessica Chastain) karena tether Lewis tidak cukup panjang untuk menjangkau Watney.

Hal ini berarti Watney harus mengarahkan angin dari sarung tangannya yang berlubang dengan sangat presisi, karena sedikit saja arahnya salah, maka ia akan lepas kendali. Kamu pasti tahu balon yang telah ditiup, kemudian dilepaskan begitu saja, maka arah terbangnya tidak terkontrol, kan? Nah, seperti itulah yang kira-kira akan terjadi.

4. Star Wars: Episode IV - A New Hope (1977)

Star Wars Fca2f

Dalam film pertama dari serial Star Wars ini, Luke Skywalker menggunakan kekuatan The Force untuk menghancurkan Death Star dengan menyerang titik kelemahannya.

Ketika Death Star hancur, penonton bisa mendengar suara ledakannya yang cukup keras. Padahal, suara membutuhkan medium untuk merambat, seperti udara atau air. Sementara itu, tidak ada udara atau air di luar angkasa, sehingga suara ledakan Death Star seharusnya tidak terdengar.

Meskipun demikian, api akibat ledakan tersebut memang benar bisa terlihat, geng. Selama ada percikan, bahan bakar, dan oksigen, kebakaran tetap dapat terjadi sekalipun di ruang vakum seperti luar angkasa. Jadi, tidak semua sains dalam film Star Wars itu fiksi, ya.

5. Interstellar (2014)

Interstellar 7a6dd

Berbeda dengan film-film sebelumnya yang masih memiliki beberapa hal yang tidak akurat secara sains, Insterstellar menjadi film dengan tingkat akurasi tertinggi di daftar Jaka kali ini.

Christopher Nolan sebagai sutradara Interstellar berusaha membuat film ini serealistis mungkin, salah satunya mengenai lubang hitam Gargantua tempat Cooper (Matthew McConaughey) terjatuh. Gargantua menjadi representasi yang sangat mirip dengan lubang hitam M87 di pusat galaksi Bima Sakti tempat Bumi berada.

Selain itu, kita juga bisa melihat bengkokan cahaya di sekitar Gargantua pada film Interstellar. Fenomena ini sesuai secara sains, karena gravitasi di lubang hitam sangat kuat, sehingga cahaya akan bengkok ketika terekspos dengan area yang memiliki gravitasi sangat kuat.

Akhir Kata

Itu dia 5 film bertema luar angkasa dari yang paling tidak akurat secara sains ke yang paling akurat. Meskipun tidak semua hal di film-film tersebut sesuai dengan kenyataan, namun setidaknya kita bisa turut merasakan berada di luar angkasa ketika menontonnya. Semoga kamu terhibur, ya, geng!

Baca juga artikel seputar Out Of Tech atau artikel menarik lainnya dari Sheila Aisya Firdausy.

ARTIKEL TERKAIT
Benda Luar Angkasa Siap Hancurkan Bumi 4cdaa
5 Benda Luar Angkasa yang Siap Hancurkan Bumi Kapan Saja
Banner 26ac3
Gargantua?! Inilah 5 Dunia Luar Angkasa yang Bikin Manusia Bertanya-tanya
Banner Astro
Kamu Kini Bisa Jelajahi Luar Angkasa dengan Google Street View!
5b242ae9ec116124d34c85666778f9ce
7 Gadget Fiksi Ilmiah yang Sudah Terwujud di Dunia Nyata
1de38743b02955b0e550da22c7b721b8
5 Film Ini Dipenuhi Efek Visual Paling Menakjubkan! Ada yang Pernah Kamu Tonton?
Banner Fb 8 79465
7 Film Animasi Paling Aneh yang Bikin Pusing, Ada yang Dijiplak Nolan?
Langganan Artikel
Temukan Tips dan Berita menarik setiap harinya. GRATIS!
ARTIKEL REKOMENDASI
7 Istilah Film yang Harus Kamu Tahu! Ini Bedanya Sekuel, Prekuel, Spin-Off, dll
7 Istilah Film yang Harus Kamu Tahu! Ini Bedanya Sekuel, Prekuel, Spin-Off, dll
7 Film dengan Efek 3D Memukau & Mencengangkan, Malah Gak Laku?
7 Film dengan Efek 3D Memukau & Mencengangkan, Malah Gak Laku?
7 Film Terkenal yang Orang Gak Peduli Sama Sekali, Gak Penting!
7 Film Terkenal yang Orang Gak Peduli Sama Sekali, Gak Penting!
7 Film Indonesia yang Diduga Plagiat | No. 4 Paling Parah!
7 Film Indonesia yang Diduga Plagiat | No. 4 Paling Parah!

Tags Terkait:

Keluar dari JalanTikus

Popup External Background JalanTikus

Apakah anda yakin untuk meninggalkan website JalanTikus?

Ya
Batal