J

A

L

A

N

T

I

K

U

S

!

!

  • NONTONYUK!
  • Pasang Iklan
  • Hubungi Kami
  • Tentang Kami
  • Kerjasama
No Name
 

Jangan Install Extension Antivirus Ini Di Browser Jika Gak Mau Kena Virus!

Jangan Install Extension Antivirus Ini Di Browser Jika Gak Mau Kena Virus!

Jumat, 2 Sep 2016, 14:00 WIB
Perusahaan-perusahaan antivirus berlomba-lomba untuk membuat fitur yang selain dapat menolong user, juga dapat meraup untung dari extension-extension yang mereka sediakan? Merugikan bagi pengguna? Tentu saja, karena beberapa extension/add-o

Jangan Install Extension Antivirus Ini Di Browser Jika Gak Mau Kena Virus! - Di kebanyakan antivirus untuk komputer yang beredar saat ini, pasti memberikan berbagai perlindungan yang tidak hanya sebatas scan terhadap file saja. Mereka kini semakin lengkap dengan mengandalkan fitur yang juga merambah lini browser, seperti toolbar maupun link checker yang dapat memberitahu kamu apakah sebuah website mangandung konten berbahaya maupun tidak.

Tapi, hal yang tidak diingikan pun terjadi. Melihat potensi dari internet dan browser yang sangat besar, perusahaan-perusahaan antivirus berlomba-lomba untuk membuat fitur yang selain dapat menolong user, juga dapat meraup untung dari extension-extension yang mereka sediakan? Merugikan bagi pengguna? Tentu saja, karena beberapa extension/add-on tersebut mengandung bug yang berbahaya. Maka dari itu, melalui artikel berikut, akan kami jelaskan mengenai extension antivirus apa saja yang harus kamu hindari agar tetap terlindung dari virus-virus yang membandel di luar sana.

BACA JUGA
  • Perlu Gak Sih Pakai Antivirus di Android?
  • Waduh, Antivirus Ini Malah Bikin Password Kamu Gampang Dibobol HACKER!
  • Cara Menggunakan 68 Antivirus Secara Bersamaan dalam Satu Komputer

Jangan Install Extension Antivirus Ini Di Browser Jika Gak Mau Kena Virus!

1. AVG Web TuneUp Si Pembawa Masalah Bagi Google Chrome

Antivirus Browser Extension 1
Tahukah kamu bahwa AVG memiliki extension untuk Google Chrome bernama AVG Web TuneUp? Extension yang sebenarnya berguna untuk melindungi penggunanya dari website-website berbahaya tersebut rupanya diketahui malah menggiring data pribadi kamu kepada hacker-hacker jahat di luar sana. Pada Desember tahun lalu, seorang karyawan Google yaitu Tavis Ormandy menemukan celah keamanan fatal di tubuh AVG Web TuneUp setelah extension tersebut menambahkan banyak sekali API JavaScript ke Chrome.

Sayangnya, sebagian besar API itu rusak dan rentan untuk mengekspos history dari browser pengguna ke setiap website yang dikunjungi. Selain itu, celah keamanan tersebut berisiko pula untuk dimanfaatkan oleh pihak tidak bertanggungjawab untuk membajak hasil pencarian dan juga new tab dari browser.

2. McAfee dan Norton Menilai Bahwa Microsoft Edge Tidak Aman Karena Browser Tersebut Tidak Dapat Dipasang Add-On)

Antivirus Browser Extension 2
Microsoft Edge, sebuah browser terbaru yang digarap oleh Microsoft digadang-gadangkan sebagai browser penyempurnaan dari Internet Explorer. Keamanan yang dijanjikan oleh browser tersebut meliputi kesedian sandbox dan meninggalkan kompatibiltas bagi beberapa plug-in rentan seperti ActiveX. Langkah tersebut bagus bagi pengguna karena dapat menghindari celah keamanan yang mungkin timbul akibat aktivitas browsing.

Akan tetapi, McAfee dan Norton punya pendapat yang berbeda. mereka merasa bahwa Microsoft Edge adalah browser yang tidak aman karena tidak dapat dipasang plug-in milik perusahaan antivirus tersebut. Mereka bahkan memberikan pesan dalam bentuk pop-up agar pengguna Windows lebih baik hijrah kembali ke Internet Explorer daripada harus menggunakan Edge. Sebuah anjuran yang tidak masuk akal hanya dikarenakan kasus plug-in.

3. Extension Avast Online Security Menampilkan Iklan dan Merekam Aktivitas Penggunanya

Antivirus Browser Extension 3
Apabila kamu merupakan pengguna dari antivirus Avast, maka kamu akan menyadari bahwa software keamanan tersebut juga memasang extension bernama Avast! Online Security ke Google Chrome. Extension tersebut memiliki sebuah fitur bernama SafePrice yang dapat memberikan rekomendasi harga termurah dari website online shop lainnya ketika kamu sedang berbelanja online. Bagus memang, namun itu rupanya adalah iklan yang terselubung. Apabila kamu mengklik rekomendasi dari apa yang ditawarkan oleh Avast, maka perusahaan tersebut akan mendapatkan keuntungan setiap klik yang dilakukan.

Itulah cara kerja dari iklan di internet. Namun hal yang lebih mengerikan adalah, SafePrice juga merekam perilaku pengguna ketika berpetualang di internet. melalui perilaku tersebut, SafePrice dapat mengetahui selera dari pengguna dan bisa menampilkan iklan yang sesuai. Bayangkan, aktivitas browsing kamu justru direkam oleh lain. Sangat tidak nyaman sekali.

Itu dia 3 ancaman yang bisa kamu dapatkan apabila memasang extension dari antivirus-antivirus ternama. Niat mereka memang baik dengan menyediakan berbagai macam fitur keamanan, namun bug yang muncul kemudian dan taktik keliru dalam mencari uang membuat extension tersebut justru berbahaya bagi pengguna.

ARTIKEL TERKAIT
Laptop Gaming Harga 4 Jutaan Banner 7a333

10 Laptop Gaming Terbaik dan Murah, Harga 4 Jutaan! (Update 2020)

Antivirus Gratis Terbaik Banner

5 Antivirus Komputer Terbaik dan Gratis Januari 2016

5 Software Mantap Untuk Menghindari Link Jebakan Virus Di Internet

Spek Dewa Lemot Banner

Ini 3 Alasan Kenapa Komputer Spek 'DEWA' Masih Sering Terasa Lemot!

Antivirus Palsu Banner

BAHAYA! Inilah 3 Tanda Komputer Kamu Terinfeksi Antivirus Palsu

Tags Terkait:

APPS TERKAIT
20121226054223_267
Smadav 2016 Rev 10.4
Apps Smadav.net
20121226094414_37
AVG Free Edition (x86) 2015.0.5751 (32-bit)
Apps AVG Technologies
Avira Icon
AntiVir Personal 15.0.10.434
Apps Avira GmbH
Eset Logo Icon
ESET Smart Security (32bit) 9.0.377.0
Apps ESET
Tunggu sebentar...

Keluar dari JalanTikus

Popup External Background JalanTikus

Apakah anda yakin untuk meninggalkan website JalanTikus?

Ya
Batal