J

A

L

A

N

T

I

K

U

S

!

!

  • HOME
  • Pasang Iklan
  • Hubungi Kami
  • Tentang Kami
  • Kerjasama
 

              Cara Investasi Reksa Dana Online | Dijamin Cuan!

              Cara Investasi Reksa Dana Online | Dijamin Cuan!

              00
              Senin, 29 Apr 2019, 19:00 WIB
              Mau memulai investasi tapi bingung harus mulai dari mana? Kamu bisa mulai dari reksa dana. Instrumen investasi yang satu ini cocok untuk pemula.

              Reksa dana adalah salah satu instrumen yang paling diminati terutama di kalangan investor pemula.

              Pasalnya, investasi reksa dana memiliki risiko yang lebih minim dibanding saham dan valas.

              Dulu kalau kita ingin berinvestasi reksa dana kita harus pergi mengunjungi perusahaan manajer investasi.

              Nah, dijaman digital ini sekarang kita bisa berinvestasi reksa dana secara online yang lebih cepat dan mudah.

              Bagaimana caranya?

              Cara Investasi Reksa Dana Online

              cara reksadana online

              Sumber foto: mandiri-investasi

              Ada beberapa macam jenis produk reksa dana yang harus kamu ketahui, yaitu:

              • Pasar saham atau ekuitas

              • Campuran

              • Pendapatan tetap

              • Pasar uang

              Urutan di atas Jaka buat berdasarkan tingkat risiko tertinggi hingga terendah. Meski memiliki risiko yang tinggi, jenis reksa dana pasar saham bisa menghasilkan cuan yang lebih besar dibanding jenis produk reksa dana lainnya.

              Reksa dana campuran dan pendapatan tetap memiliki risiko yang rendah, namun imbal hasil atau return-nya tidak terlalu besar.

              Untuk kamu yang berada di usia 21 tahun - 30 tahun, disarankan untuk memilih jenis reksa dana pasar saham atau ekuitas karena imbal hasil yang lebih besar. Kamu juga jangan khawatir karena ini berbeda dari main saham. Apa bedanya?

              Beda Investasi Reksa Dana dan Investasi Saham

              Reksa-Dana-Saham-Investasi-Saham-mana-lebij-baik
              Sumber foto: Rivan Kurniawan

              Perbedaan investasi reksa dana dan trading saham adalah pada siapa yang mengelola uang kamu.

              Jika kamu trading saham, kamu sendiri yang mengelola dana kamu. Maksudnya adalah kamu sendiri yang menentukan kamu mau beli saham dari emiten mana.

              Sedangkan, kalau reksa dana pasar saham atau ekuitas, dana kamu dikelola oleh manajer investasi. Jadi, kamu seperti nabung di bank tapi tidak dipotong bunga atau biaya administrasi bulanan.

              Kamu cuma perlu setor uang kamu minimal Rp100 ribu - Rp150 ribu setiap bulannya, dan nanti manajer investasi yang menentukan uang kamu mau diinvestasikan ke mana.

              Tapi ini tergantung kamu memilih di mana atau platform apa yang kamu pilih untuk transaksi reksa dana kamu ya, geng. Ada juga yang menggunakan sistem autoinvest dari rekening kamu.

              Meski kamu memilih reksa dana ekuitas atau saham, tidak semua uang kamu diinvestasikan ke saham, ada juga beberapa persennya yang diinvestasikan ke pasar uang dan pendapatan tetap. Jadi, risiko merugi tidak terlalu besar.

              Sebagai contoh, saat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) beberapa waktu lalu masuk ke zona merah atau sedang menurun. Ada beberapa produk reksa dana ekuitas yang tetap cuan. Ini karena ada manajer investasi yang membantu kamu mengelola dana kamu.

              Sekarang kamu pasti bertanya bagaimana cara memilih produk reksa dana yang tepat buat kamu?

              Cara Memilih Produk Reksa Dana yang Tepat

              Cara berinvestasi reksa dana sangat mudah. Tapi sebelumnya ini yang harus kamu perhatikan:

              1. Pilih Perusahaan Manajer Investasi yang Memiliki Total Dana Kelolaan yang Besar

              Manajer investasi adalah perusahaan yang telah mendapatkan izin dari pemerintah Indonesia untuk mengelola dana melalui investasi portofolio efek. Portofolio efek maksudnya adalah produk-produk pasar uang dan pasar modal.

              Memilih perusahaan manajer investasi yang memiliki total dana kelolaan yang besar, artinya perusahaan tersebut telah dipercaya oleh para investor-investor. Total dana kelolaan adalah total dana yang dikelola perusahaan manajer investasi tersebut.

              2. Imbal Hasil Harus Melebihi Bunga Deposito Bank

              Bunga deposito bank saat ini rata-rata 6 persen per tahun. Imbal hasil reksa dana kamu harus lebih dari itu pertahun. Untuk mengeceknya kamu bisa membuka situs seperti Bareksa atau melihatnya di koran-koran ekonomi.

              3. Imbal Hasil 1 tahun, 3 Tahun, 5 Tahun, dan 10 Tahun Setidaknya Dua Kali Lipat

              Saat kamu memilih produk reksa dana, kamu harus lihat berapa imbal hasil 1 tahun, 3 tahun, 5 tahun, dan 10 tahunnya. Jangan sampai 1 tahun positif terus pas 3 tahun malah menurun. Contohnya:

              cara-investasi-reksa-dana-online-1

              Produk reksa dana seperti di atas sebaiknya dihindari. Lebih baik kamu pilih produk seperti ini.

              cara-investasi-reksa-dana-online-2

              Situs dan Aplikasi Investasi Reksa Dana Online

              Untuk memulai investasi reksa dana dengan uang Rp100 ribu kamu bisa menggunakan situs dan aplikasi reksa dana online berikut ini.

              Pada dua aplikasi di bawah ini ada banyak perusahaan manajer investasi dan kamu bisa tentukan kamu mau pilih perusahaan manajer investasi mana untuk mengelola dana kamu.

              Kamu juga tidak perlu pusing. Kamu cuma perlu setor uang kamu dan biarkan layaknya nabung di bank. Imbal hasil bisa kamu cek setahun sekali. Kalau kamu memilih produk yang benar pasti untung.

              1. Bareksa

              cara-investasi-reksa-dana-online-bareksa

              Bareksa adalah salah satu tempat beli reksadana online yang bisa kamu pilih dan terpercaya. Selain lewat website, Bareksa juga bisa diakses melalui aplikasi baik itu Android maupun iOS.

              Bareksa menjual beragam jenis reksa dana. Mulai dari reksadana konvensional sampai syariah. Adapun untuk produknya yakni ada reksa dana pasar uang, reksa dana saham, reksa dana pendapatan tetap, campuran, dan reksadana indeks/ETF (biasanya untuk perusahaan).

              Untuk proses pembeliannya pun sangat mudah. Kamu hanya perlu mengisi profil risiko investasi dan biodata diri seperti scan KTP dan scan Rekening Buku Tabungan.

              Setelah data lengkap, kamu tinggal menunggu persetujuan untuk proses transaksi. Biasanya proses persetujuan atau approval memakan waktu 1x24 jam.

              Di Bareksa kamu bisa melakukan investasi dengan nominal yang kecil mulai dari Rp100 ribu. Tetapi beberapa produk ada yang minimalnya Rp150 ribu. Nantinya setiap bulannya kamu bisa top-up.

              2. IPOT Fund

              cara-investasi-reksa-dana-online-ipot

              Berikutnya ada IPOT Fund. IPOT Fund saat ini sudah menggandeng sekitar 80 manajer investasi.

              Sama seperti bareksa, di sini tersedia empat jenis produk reksa dana, yaitu reksa dana saham, reksa dana campuran, reksa dana pendapatan tetap, dan reksadana pasar uang.

              Untuk pendaftarannya pun cukup mudah, kamu bisa membuka situs resmi Indo Premier lalu mengisi formulir pendaftaran.

              Di IPOT FUND kamu juga sudah bisa memulai investasi dengan uang yang kecil, yaitu Rp100 ribu (tergantung produk).

              Akhir Kata

              Itulah dia beberapa cara investasi reksa dana online untuk pemula. Selamat berinvestasi!

              Baca juga artikel seputar Fintech atau artikel menarik lainnya dari Andini Anissa.

              Komentar
              BERIKAN KOMENTAR
              Langganan Artikel
              Temukan Tips dan Berita menarik setiap harinya. GRATIS!

              Keluar dari JalanTikus

              Apakah anda yakin untuk meninggalkan website JalanTikus?

              Ya
              Batal