J

A

L

A

N

T

I

K

U

S

!

!

  • NONTONYUK!
  • Pasang Iklan
  • Hubungi Kami
  • Tentang Kami
  • Kerjasama
No Name
 

Seorang Bayi Lahir dari Embrio Beku Berusia 27 Tahun, Hanya Beda 2 Tahun dari Ibu!

Jumat, 19 Feb 2021, 14:00 WIB
Kecanggihan teknologi membuktikan embrio berusia puluhan tahun masih dapat lahir menjadi bayi yang sehat. Seperti apa kisah Molly dan keluarganya?

Sebuah embrio yang dibekukan pada tahun 1992 ditanamkan ke rahim seorang wanita di awal tahun 2020 berhasil lahir sebagai bayi perempuan yang sehat bernama Molly Gibson.

Kelahiran Molly ini diyakini mencetak rekor dunia untuk embrio tertua yang lahir dengan selamat dan sehat, yaitu 27 tahun.

Keluarga Molly mendapat embrio tersebut melalui layanan dari National Embryo Donation Center, sebuah organisasi nirlaba berbasis agama di Knoxville, Tennessee, Amerika.

Molly Lahir Dari Embrio Beku 27 Tahun E6628

Organisasi tersebut menyimpan embrio beku yang kemudian didonasikan kepada pasien yang ingin melakukan prosedur kehamilan melalui prosedur IVF (In-Vitro Fertilization).

Jadi, pasangan yang tidak dapat memiliki anak dengan cara konvensional seperti orang tua Molly, Tina dan Ben Gibson, dapat mengadopsi embrio yang tersedia dan menanamkannya ke dalam rahim seorang ibu angkat.

Dalam kasus ini, Tina adalah wanita yang ditanamkan embrio asal Molly, sehingga meski ia melahirkan bayi cantik itu, secara teknis ia dan Ben bukanlah orang tua kandung Molly.

Hal ini dikarenakan baik sel telur maupun sperma bukanlah dari pasangan tersebut.

Embrio Tertua Yang Berhasil Lahir Molly Dan Emma 11463

Luar biasanya, Molly bukanlah 'anak' pertama keluarga Gibson yang lahir dengan prosedur IVF karena paada 2017 Tina pernah melahirkan seorang bayi perempuan bernama Emma.

Selain lahir dengan mekanisme yang sama, embrio Emma juga berasal dari pendonor anonim yang sama di tahun 1992 sehingga Emma dan Molly adalah saudara kandung.

Hal unik lainnya adalah Tina, sang ibu, lahir pada tahun 1990, hanya selisih 2 tahun dengan embrio putri-putrinya yang disetorkan ke National Embryo Donation Center pada tahun 1992.

Keluarga Tina Dan Ben Gibson Bf626

Tina dan Ben memutuskan untuk mencoba prosedur IVF setelah Ben didiagnosis menderita cysic fibrosis yang dapat menyebabkan kemandulan.

Sebelumnya, mereka sudah pernah mengasuh banyak anak dan mencoba memiliki anak kandung dengan cara tradisional selama lima tahun.

Tina bisa dikatakan beruntung karena umumnya kelahiran dari embrio beku masih cukup rumit dan belum tentu menjamin kesuksesan.

Dikutip dari All That's Interesting, hanya 25-30 persen embrio yang ditanamkan dapat berhasil dilahirkan melalui mekanisme IVF.

Baca juga artikel seputar Out of Tech atau artikel menarik lainnya dari Ayu Kusumaning Dewi.

Langganan Artikel
Temukan Tips dan Berita menarik setiap harinya. GRATIS!

Tags Terkait:

Keluar dari JalanTikus

Popup External Background JalanTikus

Apakah anda yakin untuk meninggalkan website JalanTikus?

Ya
Batal