J

A

L

A

N

T

I

K

U

S

!

!

  • HOME
  • Pasang Iklan
  • Hubungi Kami
  • Tentang Kami
  • Kerjasama
 

              7 Aplikasi dan Game Android Paling Kontroversial Sepanjang 2016

              7 Aplikasi dan Game Android Paling Kontroversial Sepanjang 2016

              00
              Sabtu, 31 Des 2016, 21:00 WIB
              Berikut adalah 7 aplikasi dan game yang paling kontroversial sepanjang tahun 2016. Tidak semua aplikasi atau game-nya jelek ya. Penasaran? Simak deh!

              Setiap aplikasi dan game pasti punya kebijakan privasi yang bisa berubah sewaktu-waktu. Namun, kadang perubahan kebijakan tersebut sering kali menuai kontroversi.

              Berikut adalah 7 aplikasi dan game yang paling kontroversial sepanjang tahun 2016. Tidak semua aplikasi atau game-nya jelek. Tapi kontroversi ini muncul karena kebijakan atau dampak yang ditimbulkannya. Inilah daftarnya!

              BACA JUGA
              • 9 Aplikasi dan Game Kontroversial yang Diblokir Oleh Play Store (18+)
              • 7 Game Android Paling Kontroversial yang Diblokir Google Play Store

              Aplikasi dan Game yang Paling Kontroversial 2016

              1. Beme

              Beme adalah aplikasi media sosial buatan YouTuber ternama yakni Casey Neistat. Beme memungkinkan pengguna menangkap dan menyiarkan video singkat secara langsung.

              Belum lama ini Beme diakusisi oleh CNN dengan harga yang fantastis yakni US$25 juta atau sekitar Rp 337 miliar. Banyak orang yang bertanya-tanya, bagaimana mungkin Beme bernilai sebesar itu?

              Yang lebih mengherankan lagi, setelah akuisisi CNN bermaksud untuk menutup Beme. Sedangkan tim di balik Beme termasuk Casey Neistat disebut bergabung ke CCN, di mana mereka akan mengerjakan sebuah proyek yang dirahasiakan.

              2. ES File Explorer

              Bagi pengguna Android, ES File Explorer merupakan aplikasi manajer file yang populer dalam beberapa tahun. Namun, hal ini tak terjadi jika pengguna memakai versi gratis aplikasi tersebut.

              Beragam bloatware dan ad-ware muncul setiap saat. Tak hanya itu, notifikasi pop-up berisi ajakan untuk mengunduh aplikasi tambahan sering kali tiba-tiba muncul dan aplikasi jadi tak dapat dinonaktifkan.

              3. Evernote

              Evernote telah mengumumkan bahwa mereka akan menerapkan kebijakan privasi baru pada 23 Januari 2017 mendatang. Kemungkinan perubahan tersebut bakal membuat banyak pengguna layanan Evernote ini meninggalkannya.

              Pasalnya, dalam upaya Evernote meningkatkan layanannya, mereka akan mengakses dan membaca semua catatan pengguna Evernote. Para karyawan Evernote diberi akses untuk membaca catatan pengguna ini demi meningkatkan teknologi machine learning.

              4. Pokemon GO

              Pokemon GO dirilis pada pertengahan 2016, hampir semua orang demam Pokemon GO. Demi menangkap Pokemon GO, banyak kasus yang terjadi. Orang-orang masuk rumah atau tempat ibadah tanpa izin, dan banyak lagi.

              Ya, walaupun tren Pokemon GO tersebut sudah turun, game berbasis augmented reality itu memang sangat berkesan.

              5. UC Browser

              Uc Browser Download For Android

              Browser ini disebut begitu populer di Tiongkok dan India. Aplikasi ini punya fitur 'fast mode' yang mampu memuat situs lebih cepat dan mampu mengompres situs sehingga konsumsi data lebih sedikit.

              Namun, browser ini memiliki masalah keamanan terkait pelacakan. Hal itu disebabkan daftar pencarian dikirim langsung tanpa enkripsi ke Yahoo India dan Google. Daftar itu memuat nomor IMSI, nomor IMEI, ID Android, termasuk alamat Wi-Fi Mac.

              6. CLEAN it

              Clean It

              Aplikasi ini memiliki fungsi untuk membersihkan file-file sampah yang ada di smartphone. Namun, sejatinya aplikasi ini tak begitu berguna sebab membersihkan cache memori tak berpengaruh pada kinerja kecepatan smartphone.

              Selain itu, membersihkan RAM hanya berakibat pada penggunaan daya baterai yang lebih besar.

              6. DU Battery Saver & Fast Charge

              Aplikasi ini memiliki fungsi yang hampir mirip dengan CLEAN it. Namun dengan tambahan fitur untuk mempercepat pengisian daya baterai.

              Meskipun terlihat mampu mempercepat pengisian daya baterai, ternyata aplikasi ini sebenarnya tak memiliki kemampuan tersebut. Belum lagi aplikasi ini begitu banyak menampilkan iklan yang mungkin mengganggu bagi sebagian besar pengguna.

              7. Aplikasi Anti-Virus

              Best Antivirus Apps For Android Wwwthebitbagcom

              Ada banyak aplikasi antivirus yang dapat kamu ditemukan di Google Play Store. Bahkan, di antaranya merupakan pengembang yang juga memiliki software antivirus untuk PC. Tapi menurut Google, Android sama sekali tidak butuh antivirus.

              Faktanya Android memang masih banyaknya lubang keamanan yang kadang dibuka oleh pengguna, seperti me-root perangkat atau memasang aplikasi tak resmi. Dan kebanyakan perangkat saat ini menjalankan Android jadul.

              Kondisi itu tentu membuka celah keamanan yang lebih besar. Jadi, bukan berarti aplikasi antivirus tak memiliki kegunaan sama sekali.

              Itulah 7 aplikasi yang menuai banyak kontroversi tahun ini. Ada banyak pilihan aplikasi di Play Store, tapi kita memang harus tetap hati-hati dalam menginstal aplikasi. Bagaimana pendapat kamu?

              APPS TERKAIT
              Y Music 728c0
              YMusic - YouTube Music Player & Downloader 3.1.3
              Apps Garent Games

              Keluar dari JalanTikus

              Apakah anda yakin untuk meninggalkan website JalanTikus?

              Ya
              Batal