Privasi Pengguna Dipertaruhkan, Pakar Sarankan Stop Gunakan Google Chrome

Default

Google Chrome adalah browser andalan yang digunakan oleh orang-orang di seluruh dunia, baik bagi pengguna PC atau laptop maupun Android.

Penggunaannya yang mudah, akses lengkap, dan sinkronisasi yang ditawarkan menjadikan peramban web ini menguasai sekitar 65% pangsa pasar dunia. Setidaknya, ada 2 miliar orang di seluruh dunia menggunakannya sehari-hari.

Bahkan pesaingnya, Safari milik Apple, hanya dapat menggaet 20% pangsa pasar.

Tetapi, kemudahan dan kenyamanan yang ditawarkan Chrome ternyata tak mengubah opini pakar privasi bahwa kita sebaiknya berhenti menggunakannya, seperti yang diulas oleh Wired pada Minggu (06/06/2021).

Salah satu alasan terkuat untuk 'membuang' peramban ini adalah praktik pengumpulan data Chrome yang besar dan kuat.

Bagaimana Chrome dapat Mengancam Privasi Pengguna?

Peramban yang sudah eksis sejak tahun 2008 ini mampu mengumpulkan data termasuk lokasi kamu, riwayat penelusuran dan penjelajahan, pengenal pengguna, dan data interaksi produk untuk tujuan personalisasi.

"Meskipun Chrome secara sah perlu menangani data penjelajahan, Chrome dapat menyedot banyak informasi tentang aktivitas Anda dan mengirimkannya ke Google," jelas Rowenna Fielding, pendiri dan direktur konsultan privasi di Miss IG Geek.

"Jika Anda menggunakan Chrome untuk menjelajahi internet, bahkan dalam mode privat, Google selalu mengawasi semua yang Anda lakukan saat online. Ini memungkinkan Google untuk membangun gambaran yang detail dan canggih tentang kepribadian, minat, kerentanan, dan pemicu Anda," lanjutnya.

Chromevulnerability D0ef4

Lebih lanjut, privasi pengguna akan lebih dipertaruhkan jika akun Google disinkronkan ke Chrome.

Data Chrome dapat ditambahkan ke riwayat geolokasi dari Google Maps, metadata dari penggunaan Gmail, grafik sosial seperti dengan siapa kamu berinteraksi baik secara online maupun offline, hingga aplikasi yang kamu gunakan di ponsel Android serta produk yang kamu beli dengan Google Pay.

Pernah melihat iklan yang relevan dan seolah dapat menjawab kebutuhanmu? Misalnya, kamu yang baru saja browsing produk sepatu tiba-tiba melihat lebih banyak iklan tentang sepatu.

Hal tersebut adalah salah satu dampak adanya FLoC (Federal Learning of Cohort) Chrome yang memberi Google kendali untuk melacak iklan agar relevan dengan penggunanya - menggantikan peran cookie pihak ketiga.

Tanggapan Google

Google Chrome Tidak Aman 57984

Menanggapi beragam kecurigaan yang ditodongkan pada Chrome, pihak Google menyebut bahwa mereka tidak mengakses riwayat penjelajahan Chrome yang disinkronkan, selain untuk mencegah spam dan penipuan.

Mereka juga mengklaim API (Application Programming Interface) FLoC berfokus pada privasi dan tidak akan memberikan hak atau akses khusus kepada produk Google Ads.

Google mengatakan privasi dan keamanan "selalu menjadi manfaat inti dari browser Chrome".

Juru bicara Google menyoroti fitur Penjelajahan Aman yang melindungi dari ancaman seperti phishing dan malware, serta kontrol tambahan untuk membantu pengguna mengelola informasi di Chrome.

Bagaimana Agar Privasi Aman Jika Ingin Tetap Menggunakan Chrome?

Google Chrome Ancam Privasi Pengguna 1f0ce

Menurut Fielding, selama orang-orang terus menggunakan Google Chrome, maka ancaman privasi tersebut tidak akan menunjukkan tanda-tanda berkurang.

Apabila kamu enggan berhenti menggunakan Chrome, ada beberapa langkah yang dapat dilakukan seperti Tidak melakukan sinkronisasi Chrome demi mencegah data penjelajah dikumpulkan dan menonaktifkan pelacakan cookie pihak ketiga.

Tetapi, perlu diingat bahwa semakin banyak fitur Chrome yang kamu gunakan, akan semakin banyak pula data yang dibutuhkan Google untuk memastikan fitur tersebut berfungsi dengan baik, geng.

Apa Browser Alternatif Pengganti Google Chrome?

Privasi Pengguna Google Chrome 49f6b

Ada kok, beberapa peramban yang dapat menjadi pilihanmu untuk mengakses internet dengan risiko ancaman terhadap privasi yang lebih rendah.

Menurut Wired, beberapa software yang dapat kamu pertimbangkan adalah FireFox, Brave, dan DuckDuckGo yang tidak melibatkan pemberian data pengguna kepada Google.

Nah, jika kamu berpikir Microsoft Edge lebih aman, sebenarnya tidak juga, geng. Karena, Edge juga didasarkan pada mesin yang sama, yaitu Chromium.

"Jadi, secara tersembunyi mereka masih merupakan bentuk Chrome," kata Sean Wright, seorang peneliti keamanan independen.

Jadi gimana, geng? Apakah kamu akan tetap menggunakan Google Chrome?

Baca juga artikel seputar Chrome atau artikel menarik lainnya dari Ayu Kusumaning Dewi.

BACA JUGA

8 Karakter Cowok yang Diperankan Aktris Cantik | Gak Nyangka, Nipu Banget!

PK XD MOD APK v0.29.2 Unlimited Money 2021, Ciptakan Dunia Impianmu!

5 Kembaran Artis yang Memilih Berkarier di Luar Dunia Hiburan

Nonton Tokyo Revengers (2021) | Balik ke Masa Lalu Demi Selamatkan Mantan Pacar!

10 Potret Saudara Artis Indonesia yang Gak Kalah Cakep | Cocok Jadi Artis Juga!

ARTIKEL TERKAIT
Google Memata Matai Karyawan Sendiri Caa00
Google Memata-Matai Karyawannya Sendiri? Ini Fakta Sebenarnya!
Idm Extension Chrome 30fc7
IDM Tidak Muncul di Google Chrome? Begini Cara Mengaktifkannya
Apa Itu Chromium Inilah Perbedaannya Dengan Google Chrome 68a9b
Apa Itu Chromium? Inilah Perbedaannya Dengan Google Chrome!
Untitled Design 16 Dfe97
3 Cara Menghapus Cache di Laptop | Bisa Hapus Cache Chrome Juga!
Banner F4138
Cara Install Extension Google Chrome, Lengkap Dari Awal Sampai Akhir!
Cara Menghilangkan Notifikasi Chrome 2910d
Cara Menghilangkan Notifikasi Chrome di Android dan PC Tanpa Ribet
Tautan berhasil disalinX
x

Keluar dari JalanTikus

Popup External Background JalanTikus

Apakah anda yakin untuk meninggalkan website JalanTikus?

Ya
Batal