Menguak Tragedi Kanjuruhan Malang Hingga Ancaman Sanksi FIFA, Siapa yang Salah?

Default

Tragedi Stadion Kanjuruhan, Malang, usai laga Arema FC vs Persebaya Surabaya pada 1 Oktober 2022 telah meninggalkan luka yang mendalam. Menurut Kapolri, setidaknya 125 orang dinyatakan meninggal setelah laga yang dimenangkan oleh tim tamu Persebaya dengan skor 2-3.

Ya, pertandingan sepak bola yang harusnya menjadi hiburan bagi banyak kalangan, malam itu berakhir ricuh hingga mengakibatkan ratusan nyawa melayang sia-sia. Tentu saja, hal ini merupakan pukulan telak tak hanya bagi sepak bola Indonesia, tapi bagi sepak bola dunia secara keseluruhan.

Kabar tragis ini pun sampai ke telinga internasional dengan cepat. Mulai dari Presiden klub Real Madrid Florentino Perez hingga Presiden FIFA Gianni Infantino ikut menyampaikan duka citanya. Begitu juga dengan Presiden RI Joko Widodo yang sudah buka suara terkait tragedi ini.

Menurut beberapa sumber, akar masalah dari tragedi ini tak hanya perihal dari suporter Arema FC, Aremania, yang tidak terima karena tim kesayangannya kalah dalam Derby Jawa Timur tersebut. Melainkan, ada juga unsur kelalaian dari Panitia Pelaksana (Panpel) dan juga metode pengamanan dari pihak polisi yang diduga tak sesuai prosedur. Benarkah demikian?

Tak Terima Kalah, Suporter Masuk Lapangan

Tragedi Kanjuruhan Malang 1
Sumber foto: AP/Yudha Prabowo

Sebenarnya tak ada masalah berarti selama proses pertandingan malam itu. Namun saat pertandingan selesai, para suporter Arema FC merasa kecewa karena selama ini tim kesayangannya tidak pernah kalah selama 23 tahun bertanding melawan Persebaya di kandang sendiri.

Dikonfirmasi oleh Kapolda Jatim Irjen Nico Afinta, ia menjelaskan bahwa satu per satu suporter memilih turun ke lapangan dan berusaha mencari para pemain Arema FC dan official tim untuk melampiaskan kekecewaannya.

Tidak sampai di situ saja, para pemain Persebaya Surabaya juga menjadi bulan-bulanan amarah suporter sehingga harus segera diamankan. Pihak keamanan pun bertindak untuk mencegah kericuhan meluas. Malangnya, ribuan suporter malah terprovokasi hingga situasi semakin chaos.

Polisi Menembakkan Gas Air Mata

Tragedi Kanjuruhan Malang 2
Sumber foto: AP/Yudha Prabowo

Berdasarkan bukti rekaman video amatir yang beredar, pihak keamanan yang terdiri dari sebagian anggota kepolisian dan sebagian TNI tampak melakukan tindak kekerasan terhadap suporter yang masuk ke lapangan. Bahkan, polisi juga terlihat menembakkan gas air mata saat melakukan pengamanan.

Sebagai informasi, penggunaan gas air mata dalam sebuah pertandingan sepak bola merupakan pelanggaran kode keamanan FIFA yang tertuang dalam FIFA Stadium Safety and Security Regulations. Dalam Pasal 19 b, disebutkan bahwa "Senjata atau gas pengendali massa tidak boleh dibawa atau digunakan."

Dan memang, adanya gas air mata tersebut membuat para suporter dan penonton umum menjadi sesak napas dan berlarian mencari pintu keluar. Tak sedikit juga penonton yang harus berdesak-desakkan dan terinjak-injak akibat kepanikan tersebut.

Menurut Ketua Umum Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) Muhammad Isnur, penggunaan gas air mata tidak hanya melanggar aturan FIFA, tapi juga menyalahi sejumlah prosedur penanganan massa yang tertuang di internal Polri.

"YLBHI menilai penanganan aparat dalam mengendalikan massa berpotensi terhadap dugaan pelanggaran HAM," ujar Isnur, melansir dari jpnn.com, Senin (2/10/22).

Kesalahan Fatal Panpel Arema FC

Tragedi Kanjuruhan Malang 3
Sumber foto: Twitter/@difaandaruuwu

Koordinator Save Our Soccer (SOS) Akmal Marhali juga mengomentari kejadian tragis ini, terutama soal kesalahan fatal Panpel Arema FC dalam menerbitkan jumlah tiket yang melebihi kapasitas Stadion Kanjuruhan.

"Polisi sudah bilang hanya boleh cetak 25 ribu tiket, tapi Panpel cetak 45 ribu. Itu over capacity dari Stadion Kanjuruhan. Itu pelanggaran prosedural yang sangat fatal," kata Akmal, dilansir dari tvOnenews.com.

Menurut Akmal, Panpel Arema FC diduga telah melanggar Undang-undang Nomor 11 Tahun 2022 tentang Sistem Keolahragaan Nasional Pasal 103 UU Keolahragaan Nasional. Berdasarkan pasal itu, pihak Panpel bisa terancam hukuman penjara maksimal lima tahun serta denda paling banyak Rp1 miliar.

Main Terlalu Malam, Regulasi Tidak Jelas

Surat Kapolres Malang
Sumber foto: Twitter

Selain itu, di media sosial mulai beredar surat Kapolres Malang AKBP Ferli Hidayat kepada penyelenggara liga untuk memajukan jam pertandingan Liga 1 antara Arema FC vs Persebaya menjadi sore hari dengan alasan keamanan.

"Pertandingan tanggal 1 Oktober 2022 yang sedianya main pada pukul 20.00 WIB agar dimajukan menjadi pukul 15.30 WIB," demikian isi suratnya.

Meski imbauan tersebut sudah ada, namun PT Liga Indonesia Baru (LIB) selaku operator Liga 1 menolak sehingga laga tetap dimainkan pada pukul 20.00 WIB. Padahal, ini adalah bagian dari usaha mitigasi karena semakin malam potensi kekacauan dan kesulitan pengamanan akan meningkat.

Melihat kejadian memilukan ini, Akmal Marhali menerangkan bahwa PSSI dan PT LIB juga diduga bersalah karena kerap menyelenggarakan laga pada larut malam. Menurut dia, ini merupakan buah dari tindakan kurang tegas dan tidak preventif dari pelaku sepak bola di Indonesia.

Siap-siap Menanti Sanksi FIFA

Tragedi Kanjuruhan Malang 5
Sumber foto: IST - Presiden FIFA

Imbas dari tragedi ini, Indonesia hampir pasti akan menerima sanksi dari FIFA. Jika benar disanksi, maka ini akan mengingatkan kita kembali pada kasus di tahun 2015 di mana Indonesia dihapus dari keanggotaan FIFA karena adanya intervensi pemerintah di tubuh PSSI.

Terlebih jika pasal 19 b pada aturan FIFA benar-benar dijadikan landasan pada kejadian ini, ada tujuh bentuk ancaman sanksi yang bisa dijatuhkan FIFA kepada Indonesia. Berikut adalah ancamannya:

  • Seluruh pertandingan liga Indonesia dibekukan selama 8 tahun.
  • Keanggotan Indonesia dicabut oleh FIFA.
  • Piala Dunia U-20 2023 di Indonesia akan dibatalkan.
  • Timnas Indonesia tidak boleh main di Piala Asia 2023 dan Piala Asia U-20.
  • Pengurangan poin ranking FIFA milik Timnas Indonesia.
  • Klub Indonesia dilarang tampil di AFC Cup dan Liga Champions Asia.

Dari semua bentuk ancaman tersebut, salah satu sanksi paling buruk yang bisa diterima adalah terkait eksistensi Timnas Indonesia. Seperti diketahui, Indonesia sendiri akan menjadi tuan rumah Piala Dunia U-20 tahun depan. Bisa saja status tuan rumah akan dibatalkan karena adanya keraguan pihak internasional terkait keamanan di Indonesia.

Paling parah, apabila Indonesia dibekukan oleh FIFA, maka timnas senior dipastikan tak akan bisa berlaga di kompetisi paling bergengsi di Asia, yaitu Piala Asia 2023. Semua aktivitas sepak bola di Tanah Air pun akan terhenti seperti tahun 2015 lalu.

Apa Kabar Piala Dunia 2022?

Indonesia memang tidak berlaga di Piala Dunia 2022 di Qatar pada bulan November-Desember mendatang. Namun, insiden ini sedikit banyaknya akan berdampak pada penyelenggaraan dan euforia pesta sepak bola di sana.

Berkaca dari kejadian ini, bukan tidak mungkin pihak penyelenggara Piala Dunia di Qatar akan semakin memperketat keamanan agar potensi kerusuhan yang sama seperti ini tidak terjadi. Terlebih, para suporter dari berbagai penjuru dunia dipastikan akan hadir di negara tersebut.

Belum sampai di situ, euforia Piala Dunia 2022 pun akan ikut terganggu dengan adanya tragedi ini. Dengan ratusan jiwa yang menjadi korban, ini merupakan tragedi yang sangat kelam dalam menyambut Piala Dunia 2022 yang sebentar lagi akan digelar. Bagaimana menurutmu?

Baca juga artikel seputar Sport, Sepak Bola, Streaming atau artikel menarik lainnya dari Muhammad Irsyad.

ARTIKEL TERKAIT
Situs Nonton Anime B7d73
14 Situs Nonton Anime Sub Indo Terbaik & Terbaru 2022 Resmi, Bukan Anoboy atau Oploverz
Aplikasi Live Streaming Game 73976
10 Aplikasi Live Streaming Game Terbaik 2022, Jalan Terbaik Jadi Streamer Beken!
Situs Nonton Film Indonesia Online Streaming Terbaik 2020 Koleksinya Lengkap 6de6f
11+ Situs Nonton Streaming Film Indonesia Terbaik 2022, Koleksi Lengkap!
Situs Nonton Drama Korea 83eaa 69bb6
15+ Situs Nonton Drama Korea Sub Indo Terbaik 2021, Gratis!
Situs Nonton Film Streaming Gratis Terbaik 8d0e4
17 Situs Nonton Film Gratis & Terbaik 2022, Paling Update dan Aman!
Aplikasi Tv Online 86551
22 Aplikasi Nonton TV Online di Android & PC Terbaik 2022, Gratis & Kualitas HD
Tags Terkait: Newssport
Tautan berhasil disalinX
x

Keluar dari JalanTikus

Popup External Background JalanTikus

Apakah anda yakin untuk meninggalkan website JalanTikus?

Ya
Batal