Mengenal Yahudi, Kue Khas Ambon. Asalnya dari Indonesia atau Israel?

Default

Mendengar kata Yahudi, tentunya pikiran kita akan menerawang ke salah satu negara di dunia, yaitu Israel. Namun, apakah kue Yahudi yang merupakan kuliner khas Ambon ini berasal Israel?

Seperti dilansir laman Indonesia.go.id, salah satu makanan khas asal Ambon, Maluku adalah Kue Yahudi. Hal yang membedakan kue ini dibandingkan dengan kue lain adalah aroma khas kapulaga yang begitu kuat.

Kapulaga merupakan salah satu rempah yang biasa ditemukan di Maluku. Rempah ini merupakan tumbuhan rempah dunia yang memiliki nama unik di tiap-tiap negara.

NAMA KAPULAGA

Adapun, di Indonesia Kapulaga ternyata dikenal dengan nama yang beragam! Beberapa nama Kapulaga adalah Kapol, Palago, atau Karkokala. Masyarakat Ambon sendiri menyebutnya dengan nama Gardamu.

Sementara itu, di luar negeri seperti China, kapulaga disebut Pai Thou Kou, sedangkan di Inggris disebut Cardamon. Adapun, di Thailand Kapulaga disebut Krava, di India disebut Elaichi atau Elakkaai, sedangkan dalam bahasa Latin disebut dengan nama Amomum Cardamomum.

Dari sisi asal-usulnya, tumbuhan rempah ini termasuk dalam jenis zingiberaceae yang dikenal dengan nama Ronde Kardamon atau Amome A Grape.

Seperti kita ketahui bersama, kapulaga memiliki aroma yang sangat khas dan biasanya dimanfaatkan oleh beberapa industri untuk menciptakan ekstrak kapulaga yang bisa dijadikan campuran beberapa makanan.

AROMA KHAS

Oleh karena itu, jangan heran jika Kue Yahudi memiliki aroma Kapulaga yang khas. Selain itu, di beberapa negara, seperti di Amerika Serikat, ada produk soft drink dan es krim yang menggunakan Kapulaga sebagai penyedap rasanya.

Nah, kembali lagi ke Kue Yahudi, tdak seperti kue pada umumnya, kue ini dikenal berselimut rempah kapulaga yang menambah aroma khasnya.

Kue ini pun hadir di bulan Ramadan dan menjadi kuliner yang diburu masyarakat Ambon sebagai penganan untuk berbuka puasa.

Seperti digambarkan di laman Indonesia.go.id, pusat jajanan takjil di kawasan Desa Batumerah, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon, menjadi tempat paling tepat untuk mencari aneka kue dan kuliner lain, termasuk Kue Yahudi.

Di sana, masyarakat setempat mengenalnya sebagai bursa kue Ramadan yang mulai buka sekitar pukul 15.00 WIT. Pasar ini biasanya sudah tutup menjelang waktu berbuka puasa pukul 18.00 WIT.

BERAGAM KULINER

Adapun, di desa yang dikenal dengan nama Kampung Kue itu, masyarakat bisa menemukan beragam kuliner tradisional yang terkadang hanya ada di bulan puasa, seperti kue cara, kue dari adonan tepung terigu yang dicairkan kemudian dimasak dalam cetakan berbentuk bulat dan diisi dengan ikan cakalang yang sudah ditumis.

Selain itu, ada kue ampas terigu yang mirip roti dan diisi dengan kelapa dan gula aren. Ada juga, talam sagu yang tberbahan sagu dan diolah bersama gula merah, garam, dan santan kelapa dengan toping biji kenari.

Nah, Kue Yahudi sendiri merupakan salah satu favorit masyarakat setempat. Menurut pengakuan masyarakat, kue ini sudah ada sejak 1985 dan dipopulerkan oleh keluarga Cokro, yang bermukim di Batumerah.

RESEP KELUARGA

Menurut berbagai sumber literasi, kue ini adalah menu warisan dari Ibu Nur Bargeis. Bu Nur memiliki darah keturunan Ambon-Arab. Jadi, tidak ada unsur-unsur nama Yahudi di dalamnya.

Keluarga Bu Nur pun tidak pernah tahu mengapa kue buatan mereka dinamakan Kue Yahudi. Dari sisi bentuk, tidak ada yang spesial. Bentuk Kue Yahudi mirip kue bolu dengan warna kuning pucat dan coklat.

Yang membuat unik kue ini adalah terdapat pada bahan kapulaga serta waktu pembuatannya yang bisa mencapai dua hari. Wow, dua hari??? Lama juga ya.

PROSES PEMBUATAN

Mengapa demikian? Ternyata, dalam membuat kue ini, hal pertama yang harus dilakukan adalah menumbuk kapulaga hingga halus seperti tepung. Tujuannya adalah agar tepung kapulaga ini bisa tercampur secara merata di dalam adonan kue.

Serbuk kapulaga ini diyakini akan membuat aroma kapulaga khas keluar dari kue ini di setiap potongannya. Untuk membuat kue ini, kapulaga yang digunakan adalah jenis seberang karena memiliki ukuran yang besar dan aroma lebih kuat dibandingkan dengan kapulaga Jawa.

Setelah semua bahan tercampur sempurna, adonan dipanggang di dalam oven dengan api kecil hingga matang sehingga membutuhkan proses pengerjaan yang lama.

Kini, kue ini sudah memiliki variasi warna lain seperti hijau dengan menggunakan pewarna alami daun suji.

Menurut pengakuan masyarakat setempat, kue in sangat nikmat disantap sambil ditemani secangkir teh manis hangat.

BACA JUGA

5 Misteri Samudera Pasifik Paling Seram, Ada Monster di Indonesia?

Nonton Film Mortal Kombat (2021) | Ketika Joe Taslim Jadi Villain Super Kuat

Kosmonot China Ketakutan! Ini 7 Hal Aneh Dialami Astronot di Luar Angkasa

Download Higgs Domino MOD APK v1.69 Terbaru 2021 | Unlimited Money!

5 Perubahan Wajah Artis Indonesia Paling Drastis, Bikin Pangling!

Tautan berhasil disalinX
x

Keluar dari JalanTikus

Popup External Background JalanTikus

Apakah anda yakin untuk meninggalkan website JalanTikus?

Ya
Batal