Manusia Prasejarah Arab Saudi Ternyata Pelihara Anjing, Untuk Berburu?

Default

Anjing memang hewan yang disayangi banyak orang di zaman ini. Tak sedikit yang rela mengeluarkan biaya yang cukup besar untuk merawat dan membesarkannya sejak kecil hingga dewasa.

Nah, beberapa waktu lalu sekelompok arkeolog yang melakukan penggalian di sisi barat laut dari Kerajaan Arab Saudi menemukan penemuan yang mengejutkan.

Penemuan arekeologi itu merupakan bukti paling awal tentang penjinakan anjing yang dilakukan oleh penduduk prasejarah di kawasan tersebut.

Adapun penemuan itu berasal dari salah satu proyek di dalam survei arkeologi skala besar dan penggalian wilayah yang ditugaskan oleh Royal Commission for AlUla (RCU).

Para arkeolog tersebut menemukan tulang-belulang anjing di sebuah situs pemakaman yang merupakan salah satu makam monumental paling awal yang diidentifikasi di Jazirah Arab.

Makam itu sendiri diprediksi berasal dari zaman yang sama dengan makam-makam sejenis yang berusia lebih tua di daerah Syam atau Levant.

Sejumlah bukti mengindikasikan bahwa makam itu digunakan pertama kali pada tahun 4.300 Sebelum Masehi.

Area pemakaman itu sendiri setidaknya telah dipakai selama 600 tahun selama era Neolitik-Khalkolitik.

"Apa yang kami temukan akan merevolusi cara kita semua memandang periode seperti Neolitikum di Timur Tengah, jelas Melissa Kennedy, asisten direktur proyek Aerial Archaeology in the Kingdom of Saudi Arabia (AAKSAU) kepada Science Daily.

Dari situ, kita tahu bahwa sejak zaman prasejarah pun, manusia di sana telah mengetahui di mana kerabat mereka akan dikubur," lanjut Melissa.

Penemuan yang satu ini merupakan bukti paling awal dari keberadaan anjing peliharaan di Jazirah Arab.

Laporan penemuan mengejutkan ini sendiri sudah dipublikasikan di dalam Journal of Field Archaeology pada 18 Maret 2021.

Tim proyek riset ini dan para peneliti dari Saudi dan internasional memfokuskan upaya pada 2 situs pemakaman di atas tanah yang berjarak 130 km dan berasal dari abad ke-5 dan ke-4 Sebelum Masehi.

Situs pertama berlokasi di dataran tinggi vulkanik dan situs kedua berlokasi di tanah tandus yang gersang.

Tim peneliti mendeteksi kedua situs itu menggunakan satelit, kemudian mengambil foto udara dari helikopter. Kerja lapangan dasar dimulai pada akhir 2018.

Di situs dataran tinggi vulkanik sendiri, mereka menemukan 26 fragmen tulang-belulang seekor anjing, bersama dengan tulang-belulang dari 11 manusia.

Kesebelas manusia itu terdiri dari 6 orang dewasa, 1 remaja, dan 4 anak kecil.

Tulang-belulang anjing yang ditemukan itu menunjukkan tanda-tanda radang sendi, yang berarti bahwa hewan itu tinggal bersama manusianya hingga mencapai usia paruh baya atau bahkan sudah tua.

Usai mengumpulkan tulang-belulang itu, mereka kemudian harus memastikan bahwa tulang-belulang itu berasal dari anjing dan bukan hewan serupa seperti serigala gurun.

Seorang arkeolog kebun binatang, Laura Strolin, menganalisis satu dari sejumlah tulang itu, yaitu kaki kiri dari hewan tersebut.

Dari analisis itu, ia memastikan bahwa tulang itu memang berasal dari seekor anjing.

Lebar tulangnya 21 milimeter, yang berarti seukuran dengan kisaran tulang anjing Timur Tengah kuno lainnya.

Sebagai perbandingan, serigala yang hidup di lokasi dan periode waktu yang sama memiliki lebar tulang yang lebih besar, yaitu 24,7 sampai 26 milimeter untuk bagian tulang yang sama.

Seni cadas yang ditemukan di wilayah itu juga menunjukkan bahwa penduduk Neolitikum memanfaatkan anjing saat berburu ibex dan hewan lainnya.

Pekerja lapangan menemukan artefak penting lainnya, termasuk liontin mutiara berbentuk daun di situs dataran tinggi vulkanik dan manik-manik akik di situs tanah tandus yang gersang.

Para peneliti berharap bisa memperoleh lebih banyak temuan di masa depan sebagai hasil dari survei besar-besaran yang dilakukan dari darat dan udara.

Beberapa penggalian selanjutnya ditargetkan di wilayah AlUla yang dilakukan oleh AAKSAU dan tim lain yang juga beroperasi di bawah naungan RCU.

Tim AAKSAU dipimpin oleh para peneliti dari University of Western Australia yang berlokasi di Perth, Australia.

Para peneliti mencatat bahwa AlUla merupakan daerah dengan warisan arkeologi yang subur dan belum sepenuhnya dijelajahi oleh manusia.

Baca juga artikel Ragam atau artikel menarik lainnya dari Brenda Prima.

BACA JUGA

Fasih Berbahasa Indonesia, 6 Artis Asing Ini Kerap Dikira WNI!

5 Cara Download Video TikTok Tanpa Watermark, Bisa Tanpa Aplikasi!

Wajah Cantik Bak Bidadari, 5 Artis Indonesia Ini Dulunya Cowok!

Jarang Muncul, Penampilan Anak Ariel NOAH di Lebaran Curi Perhatian

Nonton Tokyo Revengers (2021) | Balik ke Masa Lalu Demi Selamatkan Mantan Pacar!

ARTIKEL TERKAIT
Meme Anjing Terkocak 0cd4c
10 Meme Anjing Terkocak Bikin Kamu Ingin Berkata Kasar di Grup
Momen Anjing Snapchat
15 Momen Lucu Anjing Peliharaan di Snapchat, No. 10 Gak Mungkin Banget!
Film Anjing Terbaik Uwu Banner D6015
7 Film Anjing Terbaik Sepanjang Masa | Setia di Sepanjang Usia!
Photoshop Anjing Teranjay
Ini 9 Hasil Photoshop Anjing Teranjay, Nomor 5 Dapet Banget!
Spot Dog Banner
Luar Biasa, Robot Anjing Pintar Ini Tetap Seimbang Meskipun Ditendang!
Dogfie
Warbyasa! 10 Foto Selfie Anjing Ini Gak Kalah Narsis Sama Manusia
Tautan berhasil disalinX
x

Keluar dari JalanTikus

Popup External Background JalanTikus

Apakah anda yakin untuk meninggalkan website JalanTikus?

Ya
Batal