Mematikan! Gaya Busana Cantik Ini Tewaskan 3.000 Wanita

Default

Di dalam berbelanja, pakaian seperti apa yang akan kamu pilih? Kamu mungkin akan menjawab "pakaian yang bermerek" atau "pakaian yang nyaman dipakai."

Namun, bukan begitu konsep busana pada abad ke-19, geng. Mereka yang hidup di tahun 1800-an tidak mengenal pakaian yang mudah dipakai dan nyaman.

Pasalnya, bagi orang-orang yang hidup di zaman itu, gaya busana berkaitan erat dengan harkat dan martabat.

Oleh karena itu, tak heran jika peraturan yang ditetapkan pun sungguh ketat, bahkan hingga membatasi gerak pemakainya, termasuk para perempuan.

Padahal bagi sebagian perempuan, pakaian yang bertumpuk-tumpuk itu bisa mematikan, lho, geng.

Rincian Busana

Bagian pertama dari busana perempuan pada masa itu adalah pakaian dalam yang berbentuk mirip celana panjang, terdiri dari 2 bagian terpisah yang disatukan dengan tali dan kancing.

Sementara itu, bagian tengahnya dibiarkan terbuka supaya si pemakai bisa buang air.

Setelah mengenakan pakaian lengkap dan memakai korset yang ketat, maka tidak mungkin bagi seorang perempuan untuk melepas dalamannya itu.

Pakaian dalam milik kalangan bangsawan umumnya terbuat dari kain sutra atau linen halus.

Untuk rakyat kelas menengah ke bawah, pakaian dalam itu terbuat dari kain katun atau linen dengan kualitas yang lebih rendah.

Bagian kedua adalah stoking berbahan kain sutra yang diikatkan ke kaki sampai sedikit di atas atau di bawah lutut.

Untuk menghangatkan diri selama musim dingin, kain sutra biasanya diganti dengan stoking berbahan kain wol yang tentunya lebih hangat.

Tak ketinggalan pula chemise atau atasan dalam wanita (dress lingerie) yang terbuat dari sutra atau katun halus yang dihiasi renda atau pita manis.

Chemise C03b7

Sumber foto: Maggie May Clothing

Kemudian, di bagian luarnya, dipakaikan korset dari bagian pinggang sampai ke bagian bawah payudara.

Korset yang dibuat dengan indah ini sendiri berfungsi untuk mengecilkan pinggang dan menciptakan efek payudara yang menonjol.

Untuk menjaga kestabilan bentuknya, korset juga memiliki kantung-kantung yang berisi tulang insang paus (whalebone) atau logam, geng.

Setelah memakai korset, para perempuan zaman itu kemudian mengenakan rok 3 sampai 6 tumpuk, yang dibuat kaku agar berbentuk mirip lonceng. Bunyi gemerisik akan terdengar ketika mereka lewat.

Rok terakhir alias yang paling luar dikenal juga sebagai over-petticoat, biasanya terbuat dari kain sutra, satin, atau katun dan dihias cantik menggunakan renda dan pita.

Pemakaian Berdasarkan Waktu

Lapisan pakaian luar di era Victoria ini sangat tergantung dari waktu dan musim yang sedang berjalan.

Pakaian pagi dikenal sebagai pakaian rumahan dan biasanya berbentuk lebih sederhana.

Lengannya panjang, garis leher tinggi dengan sedikit atau tanpa hiasan (trimming), dan ujungnya menyentuh lantai.

Kemudian, busana jalan-jalan dibuat menggunakan lebih banyak bahan, tetapi sedikit lebih pendek untuk memudahkan pergerakan.

Sementara itu, gaun sore biasanya dirancang lebih mewah dengan garis leher yang lebih rendah.

Pelengkap busana paling populer saat itu adalah selendang yang dipakai baik pada siang maupun malam hari.

Kemewahan pakaian yang dipakai disesuaikan dengan status sosial tuan rumah yang mengundang.

Gaun malam tentu saja lebih mewah, karena dibuat menggunakan bahan terbaik, seperti kain satin atau sutra dan cenderung memiliki siluet yang ramping.

Garis lehernya tinggi dan lengannya panjang, tetapi tidak dihias dengan berlebihan, untuk mencegah insiden yang tidak diinginkan di meja makan.

Berbicara tentang kemewahan, tidak ada yang mungkin mengalahkan gaun pesta.

Desainnya sangat khusus: garis leher jatuh, hampir tanpa lengan, dan kain mahal yang membuat penampilan pemakainya menuai banyak pujian. Gaun ini sering dihiasi dengan batu permata.

Crinoline

Crinoline 619fb

Sumber foto: Wikipedia

Salah satu mode yang paling ekstrem di masa itu adalah penggunaan crinoline yang merupakan rok besar dari anyaman yang menggantung dari pinggang dan ditutupi rok super besar.

Meskipun bisa membuat rok mengembang dengan sempurna, tetapi crinoline ternyata merupakan benda berbahaya. Pemakainya pun akan kesulitan untuk bergerak.

Crinoline yang berbentuk mirip kurung ayam bahkan ternyata dapat mengundang maut, lho. Setidaknya sudah ada 3.000 perempuan yang tewas karenanya.

Pada tahun 1858, seorang wanita di Boston berdiri terlalu dekat dengan perapian, membuat roknya terbakar. Hanya diperlukan beberapa menit untuk api itu membakar seluruh tubuhnya.

Sementara itu, pada Februari 1863, Margaret Davey, seorang pelayan dapur berusia 14 tahun mengalami hal serupa. Ia meninggal akibat luka bakar yang dideritanya.

Selama 2 bulan saja, di Inggris, sudah ada 19 kematian yang dikaitkan dengan crinoline yang terbakar.

Di sisi lain, para perempuan yang menyaksikan peristiwa tragis itu juga tidak bisa berbuat apa-apa, karena mereka pun takut rok mereka sendiri terbakar ketika menolong si korban.

Sementara itu, di Philadelphia, 9 balerina juga pernah terbunuh karena busana yang dikenakan oleh salah satu dari mereka tersambar api lilin di Continental Theater.

Perubahan

Usai melewati pertengahan abad ke-19, rentetan peristiwa mengenaskan yang terjadi hampir bersamaan itu menjadi momentum perubahan busana wanita ke arah yang lebih modern.

Perubahan itu dimulai dengan penemuan mesin jahit yang meningkatkan kecepatan dan kualitas jahitan.

Kemudian, dilanjutkan dengan penemuan pewarna sintetis yang membuat warna kain semakin beragam dan cantik.

Saat itu, crinoline tidak lagi populer. Bagian depan gaun di masa itu bahkan cenderung rata. Sementara, bagian belakang gaun tetap menggembung dengan pemasangan kerangka atau bustle.

Bustle 662fc

Sumber foto: Wikipedia

Pada tahun 1883, bustle merupakan perlengkapan mode yang harus dimiliki para perempuan. Kerangka itu membuat bokong mereka terlihat menonjol, sehingga tampak lebih menarik.

Gaya busana itu juga tidak nyaman, karena para pemainnya jadi kesulitan untuk duduk di kursi.

Pada 1893, tren gembung di bagian belakang tubuh menyusut, sehingga pada tahun 1890-an, bustle digantikan lipatan yang jatuh di bagian belakang rok.

Baca juga artikel Ragam atau artikel menarik lainnya dari Brenda Prima.

BACA JUGA

Fasih Berbahasa Indonesia, 6 Artis Asing Ini Kerap Dikira WNI!

5 Cara Download Video TikTok Tanpa Watermark, Bisa Tanpa Aplikasi!

Wajah Cantik Bak Bidadari, 5 Artis Indonesia Ini Dulunya Cowok!

Jarang Muncul, Penampilan Anak Ariel NOAH di Lebaran Curi Perhatian

Nonton Tokyo Revengers (2021) | Balik ke Masa Lalu Demi Selamatkan Mantan Pacar!

ARTIKEL TERKAIT
Mumi Wanita Hamil Tua 3770a
Ditemukan Mumi yang Hamil Tua | Pertama Kali di dalam Sejarah!
Penemu Dianggap Sesat Nicolaus Copernicus 5cc5d
5 Penemu Ini Pernah Dianggap Sesat | Nicolaus Copernicus Bungkam Sampai Puluhan Tahun
Kaisar Musa 3c3b2
Bukan Jeff Bezos, Ini Dia Orang Terkaya Sepanjang Masa
Anjing Arab Saudi 31ae7
Manusia Prasejarah Arab Saudi Ternyata Pelihara Anjing, Untuk Berburu?
Doraemon Nobita Dan Kawan Kawan 47d4b
Pipa di Kisah Doraemon Bukan Sembarang Pipa | Lekat dengan Sejarah Jepang
Ikan Purba Eaf5a
Dikira Punah 420 Juta Tahun Silam, Ikan Purba Ini Masih Hidup!
Tautan berhasil disalinX
x

Keluar dari JalanTikus

Popup External Background JalanTikus

Apakah anda yakin untuk meninggalkan website JalanTikus?

Ya
Batal